Tekno & Sains
·
13 Januari 2021 8:56

Komunikasi Efektif adalah Kunci Utama dalam Pengendalian Covid-19

Konten ini diproduksi oleh Inayah Assegaf
Komunikasi Efektif adalah Kunci Utama dalam Pengendalian Covid-19 (9479)
Dibuat Oleh Inayah dan Nindya Nuriesta Prilly
Hingga saat ini, seluruh dunia masih berjuang dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ada negara yang telah berhasil mengendalikan kasus Covid-19, ada negara yang sudah berhasil mengendalikan namun kemudian kasus kembali melonjak, dan masih ada negara yang belum mampu melewati fase penurunan kasus Covid-19. Semakin hari, kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan laporan Satgas Penanganan Covid-19, Indonesia memiliki total 836.718 kasus terkonfirmasi dengan kasus per hari sebanyak 8.692 kasus pada tanggal 11 Januari 2021. Hal ini tentu cukup mengkhawatirkan mengingat statistik kasus di Indonesia cenderung terus menaik dari waktu ke waktu. Semenjak Indonesia memasuki era “New Normal”, angka kasus positif Covid-19 melonjak sangat tinggi. Menurut Fajar Junaedi dari dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, kenaikan kasus Covid-19 yang terus meningkat dapat terjadi karena adanya permasalahan komunikasi dalam penanganan Covid-19, diantaranya seperti mengenai penjelasan Covid-19 yang masih kurang efektif, beberapa kebijakan dalam penanganan Covid-19 yang bersifat inkonsisten di berbagai daerah, hingga mudahnya mendapatkan berita hoax Covid-19 dari berbagai media sehingga masyarakat terpengaruh dan membuat acuh akan bahaya yang ditimbulkan oleh Covid-19.
ADVERTISEMENT

Komunikasi Efektif dalam Covid-19

Komunikasi menjadi hal yang sangat penting bagi seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam kesehatan. Komunikasi kesehatan merupakan suatu seni dan praktikal tentang strategi berkomunikasi untuk menginformasikan dan mempengaruhi individu atau komunitas terkait pengetahuan, sikap, dan perilaku untuk meningkatkan kesehatan. Komunikasi kesehatan menjadi kunci utama dalam pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. Komunikasi dikatakan efektif apabila penerima pesan mampu memahami makna pesan tersebut, hal ini juga berlaku dalam komunikasi kesehatan. Komunikasi kesehatan dapat dikatakan efektif apabila individu atau masyarakat mampu memahami dan mengubah perilaku hidup sehat mereka menjadi lebih baik. Sebaliknya, komunikasi kesehatan yang tidak efektif akan berdampak pada meningkatnya kejadian penyakit yang justru akan berkembang semakin meluas. Oleh karena itu, penting sekali bagi komunikator kesehatan untuk terampil dalam menyampaikan informasi pada masyarakat. Saat ini, Covid-19 menjadi masalah kesehatan global yang serius dan hampir seluruh negara di dunia ini masih kesulitan untuk mengendalikan penyakit ini. Banyak ketakutan seputar Covid-19 dipicu oleh misinformasi yang meluas dan kunci utama dalam mengendalikan penyakit ini adalah dengan penggunaan komunikasi yang efektif. Peran komunikasi menjadi semakin krusial saat dunia berjuang keras untuk menekan angka penularan Covid-19. Pakar kesehatan dan pemerintah perlu memposisikan diri sebagai sumber informasi yang akurat dan terpercaya bagi publik. Selain itu, pemerintah dan pakar kesehatan juga perlu memahami situasi terkini, menyadari tindakan pencegahan yang dapat mereka ambil, serta tetap membuat masyarakat tenang dalam menghadapi kondisi saat ini. Peran ahli kesehatan masyarakat, terutama promotor kesehatan menjadi pion yang sangat dibutuhkan untuk melawan Covid-19. Dalam upaya pencegahan atau pemutusan rantai penularan pandemi, promotor kesehatan harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam melakukan intervensi terhadap perubahan perilaku hidup sehat masyarakat. Adapun komunikasi yang disampaikan kepada masyarakat merupakan pesan-pesan yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mereka sehingga masyarakat mampu mengubah perilaku dan pandangan mereka terhadap Covid-19.
ADVERTISEMENT

Cerita Sukses dari Thailand

Bila menengok pada negara lain dalam pengendalian Covid-19, Thailand dapat menjadi salah satu negara yang sukses mengimplementasikan komunikasi efektif dalam pengendalian Covid-19. Sejak kasus Covid-19 terjadi di Thailand pada pertengahan Januari 2020, banyak sekali disinformasi yang terjadi terutama mengenai berita hoax seputar Covid-19. Peningkatan berita hoax tersebut juga diikuti dengan peningkatan kasus Covid-19 hingga puncaknya pada bulan Maret 2020 telah tersebar 151 berita hoax tentang Covid-19 dan kasus mencapai puncak tertinggi selama Covid-19 berlangsung di Negeri Gajah Putih tersebut dengan total 2.123 kasus. Pemerintah Thailand segera mengambil beberapa tindakan untuk memperbaiki sistem komunikasi mereka dalam memerangi berita hoax Covid-19, seperti membuat pusat kanal informasi Covid-19 yang digerakkan oleh Center for Covid-19 Situation Administration (CCSA) yang berada langsung dibawah pimpinan Perdana Menteri Thailand. CCSA bertanggung jawab sebagai penyedia informasi resmi Covid-19 di Thailand dan mereka selalu mengadakan live TV untuk menyebarkan informasi sehingga sumber informasi seputar Covid-19 hanya terpusat pada satu sumber saja. Dalam penyebaran informasi tersebut, Pemerintah Thailand melakukannya secara transparan, berdasarkan bukti, dan mudah dimengerti penyampaiannya sehingga di sini masyarakat dapat mempercayai informasi yang disampaikan oleh pemerintah sepenuhnya. Mereka juga melakukan kerjasama multisektoral, khususnya dengan tenaga kesehatan masyarakat untuk melakukan penyebaran informasi yang lebih luas dan membuat kerangka peraturan untuk mencegah penyebaran hoax yang meluas di media sosial. Untuk memantau perilaku dan tindakan masyarakat terhadap disinformasi Covid-19, Pemerintah Thailand melakukan survei online selama 10 minggu pada Bulan Mei – Juli 2020 dan hasil survei tersebut kemudian digunakan untuk menyusun strategi baru dalam penyebaran informasi Covid-19. Hasilnya, Thailand berhasil mengendalikan kasus Covid-19 dengan beberapa kali mengalami 0 kasus per hari dan dari total keseluruhan kasus positif yang terjadi sejauh ini Thailand hanya memiliki total 10.298 kasus dengan jumlah kasus orang yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 67 orang.
ADVERTISEMENT

Lessons Learned

Dari cara Thailand mengatur komunikasi dalam mengendalikan kasus Covid-19, banyak sekali pembelajaran yang dapat dipelajari, terutama dalam memerangi disinformasi serta menjaga kualitas informasi agar tetap kredibel sehingga masyarakat dapat mengubah perilaku hidup mereka menjadi lebih baik dalam menghadapi Covid-19. Indonesia dapat mencontoh tindakan Thailand dalam mengatasi permasalahan ini. Selain itu, peran tenaga kesehatan masyarakat sangatlah diperlukan untuk mengedukasi masyarakat dalam memberikan informasi yang mudah dimengerti sehingga perubahan perilaku kesehatan pun akan terbentuk pada masyarakat dan mereka sadar bahwa penerapan protokol kesehatan menjadi kebutuhan mereka dalam beraktivitas saat ini.