• 1

Ahok Tak Sedih Duduk di Kursi Terdakwa: Kalau Kasus Korupsi Malu Kita

Ahok Tak Sedih Duduk di Kursi Terdakwa: Kalau Kasus Korupsi Malu Kita



Ahok di Sidang Ketiga (Tidak untuk Cover)

Ahok memasuki ruangan eks PN Jakut. (Foto: Pool)
Basuki T Purnama setiap Selasa akan duduk di kursi terdakwa di ruang Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Setidaknya hingga vonis hakim terkait kasus dugaan penistaan agama diketok. Pria yang biasa dipanggil Ahok ini pun mengaku tak bersedih.
"Tiap Selasa saya duduk. Di kursi itu, yang saya pikir ini singgasana. Kenapa? Saya nggak salah kok. Saya akan sedih, malu kalau kita duduk karena korupsi. Ini mah saya dianggap pahlawan demokrasi," jelas Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta, saat menemui pendukungnya, Selasa (27/12).
Ahok yang datang ke Rumah Lembang setelah sidang ini mengaku, sudah tahu akan mendapat vonis apa. Namun dia tak merinci lagi soal vonis apa yang akan dia terima nanti.
"Saya sudah tahu keputusannya apa. Semua karena Tuhan," tegas dia.
Ahok kemudian mengungkapkan, pada akhirnya proses keputusan hingga inkracht akan berlangsung lama. Dan dia juga yakin dengan sosok Djarot yang merupakan wakilnya.
"Putusan bakal lama, Djarot sanggup kerja. Djarot lebih baik dari nomor 1 dan nomor 3. Saya kalau terpilih masih gubernur non aktif, masih bisa kasih masukan. Akan selalu koordinasi. Jangan mau dibohongi, mending Djarot daripada nomor 1 atau 3," ungkap dia.
Soal Pilgub DKI, dia juga berharap akan terjadi dalam satu putaran. "Kalau kita satu putaran, akan mempermalukan orang-orang yang menyudutkan saya," tegas dia.
Sementara terkait pendemo yang datang setiap sidangnya, Ahok menyebut kalau mereka banyaknya bukan orang Jakarta.
"Kita harap keadilan ditegakkan. Yang penista agama siapa harus diproses, kalau hukum diinjak-injak maka negara ini nggak ada harapan lagi. Saya bersyukur ditakdirkan jadi orang yang memperjuangkan ini," tegas dia.

AhokSidang AhokBreaking NewsNewsHukum

500

Baca Lainnya