• 0

Buruh Migran 'Pahlawan Devisa' yang Menuntut Perhatian Pemerintah

Buruh Migran 'Pahlawan Devisa' yang Menuntut Perhatian Pemerintah



Aktivis Buruh yang Tergabung dalam Migrant Care

Aktivis buruh yang tergabung dalam Migrant Care melakukan orasi menuntut pemerintah untuk memperhatikan hak-hak para buruh dan ratifikasi konvensi ILO 189 di Bundaran HI, Jakarta (18/12/2016) (Foto: Fanny Kusumawardhani)
1. Aktivis dan suporter buruh migran memperingati hari migran internasional yang jatuh hari ini, Minggu (18/12/2016). Mereka berorasi dii kawasan Bundaran HI, meminta pemerintah memberi perhatian pada persoalan buruh migran.

Hari Migran Internasional 2016

Aktivis yang tergabung dalam Migrant Care menuntut Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan keadaan kerja yang layak bagi buruh migran dalam Peringatan Hari Migran Internasional 2016. (Foto: Fanny Kusumawardhani)
2. Indonesia adalah salah satu negara yang mengirimkan buruh migran untuk bekerja di sektor rumah tangga, seperti ke Hong Kong, Malaysia, dan Timur Tengah. Namun tak sedikit diantara buruh migran itu yang justru diabaikan hak-haknya sebagai pekerja serta tanpa perlindungan.

Aktivis Buruh Migrant Care

Aktivis buruh yang tergabung dalam Migrant Care melakukan orasi menuntut pemerintah untuk memperhatikan hak-hak para buruh dan ratifikasi konvensi ILO 189 di Bundaran HI, Jakarta (18/12/2016) (Foto: Fanny Kusumawardhani)
3. Tak hanya di migran yang bekerja di sektor rumah tangga, ada juga yang bekerja di kapal meminta perhatian. Aksi ini dimotori organisasi Migrant Care. Mereka juga menuntut agar meratifikasi Konvensi No. 189 yang memberikan perlindungan khusus bagi pekerja rumah tangga (PRT). Konvensi tersebut menetapkan hak-hak dan prinsip-prinsip dasar, dan mengharuskan Negara mengambil langkah untuk mewujudkan kerja layak bagi pekerja rumah tangga.

DemoBuruhMigrant CareBuruh Migran

500

Baca Lainnya