• 1

Kapolri: Pemaksaan Karyawan Muslim Memakai Atribut Bukan Agamanya Bisa Dipidana

Kapolri: Pemaksaan Karyawan Muslim Memakai Atribut Bukan Agamanya Bisa Dipidana



Konferensi Pers MUI dan Kapolri

Kapolri Tito Karnavian dalam Konferensi Pers (Foto: Fanny Kusumawardhani)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengancam akan menindak tegas pelaku sweeping atribut non muslim. Tapi selain itu dia juga mengimbau agar tak ada paksaan bagi karyawan muslim memakai atribut yang bukan agamanya.
"Jangan sampai memaksa dengan ancaman pada karyawan yang muslim. Sebetulnya itu termasuk hukum positif, kalau memaksa melakukan sesuatu yang tak dikehendaki," beber Tito di rumah dinas Kapolri Jalan Pattimura, Jakarta, Selasa (20/12).
Pemaksaan penggunaan atribut tersebut menurut Tito bisa berujung pidana. "Itu pun ada hukumnya, di antaranya pasal 335 ayat 2 KUHP," tambah dia.

Konferensi Pers MUI dan Kapolri

Kapolri Tito Karnavian dan Maaruf Amin (Foto: Fanny Kusumawardhani)
Tito melakukan jumpa pers sekitar pukul 20.00 WIB bersama Ketum MUI Maaruf Amin yang diundangnya. Pertemuan Kapolri dan MUI ini terkait fatwa mengenai haramnya penggunaan atribut non muslim yang digunakan karyawan muslim. Fatwa ini juga mendorong adanya sweeping dari sejumlah Ormas.
"Yaitu atribut yang melekat pada tubuh seperti topi sinterklas, atau pakaian. Namun yang tak melekat seperti pohon natal dan lain-lain itu tak termasuk atribut. Jadi atribut yang dimaksud adalah yang melekat dengan badan," tutur dia.



HukumFatwa Atribut Agama LainFatwa MUI

500

Baca Lainnya