• 0

Operasi Rahasia KPK-Polri di Sumut Tangkap 2 Kepala Sekolah

Operasi Rahasia KPK-Polri di Sumut Tangkap 2 Kepala Sekolah



Suap

Ilustrasi Menerima Uang Suap (Foto: Thinkstock)
Sudah bukan rahasia bila pungutan liar di bidang pendidikan kerap terjadi. Salah satunya urusan pembangunan ruang sekolah lewat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Mesti ada setor menyetor dan sunat menyunat bila urusan BOS ingin lancar. Tapi seperti kentut, soal penyelewengan dan BOS ini hanya baunya saja yang tercium, barangnya tak pernah ada.
Hingga kemudian, radar KPK sampai ke Tapanuli Utara. Dalam operasi tangkap tangan ini, KPK menggandeng Bareskrim Polri yang juga bagian dari kerjasama Saber Pungli yang dibentuk Presiden Jokowi.
Pada Rabu (21/12), setelah melakukan pemantauan beberapa hari, target operasi dibekuk. Operasi penggerebekan dilakukan di rumah Kadisdik Tapanuli Utara Jamel Panjaitan. Di rumah itu tengah ada transaksi setoran dari dua orang kepala sekolah yakni Kepala SMA Negeri I Sipahutar Binsar dan Kepala SMA Negeri I Pangaribuan, Joni Uliver .
Dua kepala sekolah ini menyetor uang ke Kadisdik sebagai imbalan pencairan dana BOS. Kepala Sekolah Joni menyetorkan uang Rp 26 juta, sedangkan Kepala Sekolah Binsar menyetor Rp 10 juta.
"Uang yang diserahkan tersebut dari keuntungan bagian ruang kelas baru tahun 2016," jelas juru bicara KPK Febri Diansyah saat berbincang dengan kumparan, Sabtu (24/12).
KPK dan tim Saber Pungli Polri juga menemukan uang sebesar Rp 235 juta, US$ 100, dan 100 yuan di kamar Jamel. "Pemberian uang dari kepala sekolah ini atas permintaan Kadis Pendidikan," sambung Febri.
Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polda Sumut untuk penanganannya. Pastinya kata Febri, KPK dan tim Saber Pungli tak hanya berhenti di sini. Model suap dan setoran ke pejabat akan ditindak tanpa pandang bulu.
"Ini bagian operasi kerjasama KPK dan Polri memerangi pungli," tutup dia.

HukumOTT KPKSuap Pejabat BakamlaKPK

500

Baca Lainnya