• 0

Om Telolet Om: Fenomena dari Arab dan Keisengan Remaja Poris Tangerang

Om Telolet Om: Fenomena dari Arab dan Keisengan Remaja Poris Tangerang



Bus Antar Kota

Waktu pengukuran di garasi bis oleh dishub dan polres (Foto: dok. Bus mania)
Fenomena bus telolet yang viral di media sosial telah menjadi perbincangan hingga dunia internasional. Beberapa figur publik hingga artis internasional bahkan ikut meramaikan fenomena bus telolet ini di dunia maya.
Sebenarnya fenomena merekam klakson bus antar kota yang menjadi trend hingga mendunia berawal dari Poris Tangerang. Ketua Umum Bismania Community Arief Setyawan berbagi cerita soal om telolet om ini. 
"Awalnya kan dipakai oleh owner bus di Arab sana untuk mengusir onta di tengah jalan. Tapi sekitar tahun 2003 itu, belum banyak yang pakai," ujar Arief Setyawan, ketua umum Bismania Community saat berbincang dengan kumparan, Kamis (22/12).

00:00:00/00:00:00

Bus Antar Kota

Saat itu, fenomena bus dengan klakson khas memang belum seterkenal sekarang. Namun sudah ada beberapa bus yang menggunakan klakson telolet ini, yakni bus antar kota di daerah Jawa Tengah.
"Di Jawa Tengah mulanya ada suara telolet ini ya, tepatnya bus Efisiensi tujuan Yogyakarta-Purwokerto yang jalan setiap hari. Lalu ada bus Nusantara yang melayani rute patas Yogya dari Kudus-Semarang, tapi enggak banyak, cuma beberapa," jelas Arief.
Arief mengatakan modifikasi klakson dibuat sopir bus supaya mereka tak bosan dengan suara klakson yang monoton. Beberapa diantaranya saat ini bahkan mengganti bunyi klakson dengan lagu.
"Kalau dulu kan cuma sekali pencet telolet, sampai sekarang dibikin nada sama sopirnya, dibikin lagu, ada lagu Abang Tukang Bakso, lagu dangdut. Lalu tombolnya kan banyak, bisa sampai 12 buah tombol," kata Arief.
Walau klakson telolet telah ada, rupanya fenomena merekam suara klason ini tak berasal dari Jawa Tengah. Menurut Arief, justru anak-anak sekitar terminal Poris, Tangerang, yang mempopulerkan kegiatan ini.

Bus Antar Kota

Penampakan bus antar kota yang berklakson telolet (Foto: Dok. kumunitas bus mania)
"Setahu saya mulainya di terminal Poris, mulai banyak anak-anak suka telolet, itu sekitar tahun 2014-2015. Dan mereka tak hanya minta dibunyikan klakson saja, pernah juga meminta dihidupkan lampu dim, lampu strobo. Mereka ngomongnya 'Om, telolet dong om, lampu dim om,' kata Arief menirukan ucapan anak-anak tersebut.
Menurut Arief, tak ada alasan khusus bagi anak-anak ini meminta sopir bus membunyikan klakson telolet. "Mereka seneng aja, enggak ada motivasi lain. Cuma seneng, direkam, terus di upload ke media sosial. Lalu dikomentari sama temen-temennya yang bilang kalau video mereka lucu, keren dan sebagainya, lalu menyebar," ungkapnya.
"Kalau ada yang komen dan disanjung, anak-anak ini kan senang, lalu dibikin lagi. Sama teman-temannya yang lain lalu ikut-ikutan, dan ikut membuat video serupa," sambungnya.
Aktivitas anak-anak Poris ini menyebar di media sosial hingga diikuti anak-anak lain di daerah lain.
"Kemudian menyebar di rest area, di Tol Cikampek KM 19 kan ada beberapa bus banyak yang masuk rest area buat kontrol. Di sana anak-anak itu banyak kumpul untuk minta dibunyikan klakson telolet. Tapi mulai viralnya kan baru bulan-bulan ini," kata Arief.

TeloletNewsMegapolitan

500

Baca Lainnya