• 3

Polisi Cari Penyebar Berita Bohong soal Tenaga Kerja China

Polisi Cari Penyebar Berita Bohong soal Tenaga Kerja China



Kombes Awi Setiyono

Kabag Mitra Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono (Foto: Aldis Tannos/kumparan)
Di media sosial banyak isu bertebaran mengenai serbuan tenaga kerja China. Polisi menilai, isu itu ada yang bohong dan sengaja ditambah-tambahi untuk memancing kericuhan.
Mencegah berita bohong semakin meluas, polisi menggelar penyelidikan. Siapa saja yang menyebarkan berita bohong itu kini tengah dilacak.
"Jadi cyber crime dari Mabes dan Polda Metro Jaya sudah melakukan pelacakan terkait dengan akun tersebut," jelas Kabag Mitra Humas Polri Kombes Awi Setiyono dalam keterangannya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (26/12). Awi belum merinci berita seperti apa yang disebut bohong dan masuk penyidikan polisi.
Yang dicari polisi adalah yang pertama kali mengunggah berita bohong itu. Sudah ada laporan intelijen yang masuk.
"Atas dasar itu makanya penyidik sudah mulai bekerja," kata Awi.
Sudah beberapa hari ini penyidik melacak. Penyelidikan ini sesuai arahan Presiden Jokowi untuk mengejar pelaku penyebar berita bohong.
"Kita perlu waktu karena ujungnya kita melakukan pemeriksaan digital forensik, ya. Digital forensik terkait dengan akun-akun yang menyebarkan. Penggugahnya siapa. Kita mesti cari ini yang pertama unggah siapa," tutup dia.
Pada akhir pekan lalu Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM Ronny F Sompie menyebut, hingga awal Desember ini total ada 1,4 juta WN China yang masuk ke Indonesia. Mereka juga terdeteksi keluar kembali. Untuk yang memiliki izin KITAS bekerja ada 27 ribu orang.
Imigrasi sudah mengetatkan 130 pintu masuk. Walau bebas visa masuk ke Indonesia, WN China mesti jelas ke mana dia akan pergi serta alamat tinggalnya selama di Indonesia.

NewsPekerja ChinaChina

500

Baca Lainnya