Prasasti Pancasila di Buntut Garuda, Melihat Kasus di Taman Tionghoa
23 December 2016 19:41 WIB
0
0

Monumen Garuda Pancasila di Museum Tionghoa TMIIDaftar penyumbang monumen Garuda Pancasila di taman budaya Tionghoa TMII (Foto:Aprilandika Pratama)
Entah siapa yang memulai, tiba-tiba media sosial sampai whatsapp grup gaduh dengan gambar Monumen Garuda Pancasila di TMII Jakarta Timur. Huruf Tionghoa di prasasti Pancasila yang disoal. Aneka isu bersliweran, pesan-pesan negatif juga datang. Ada juga yang mencoba meredakan.
Isu itu dimulai dengan pertanyaan, mengapa ada huruf Tionghoa di tulisan lima sila Pancasila? Pertanyaan ini segera terjawab. Lokasi Monumen Garuda Pancasila itu berada di Taman Budaya Tionghoa di TMII.

Monumen Garuda PancasilaMonumen Garuda Pancasila di Taman Budaya Tionghoa TMII (Foto:Aprilandika Pratama)
Di TMII memang terdapat aneka anjungan dari berbagai suku di Indonesia. Anjungan itu memiliki kekhasan budaya masing-masing, karena itu tulisan Tionghoa tentu dianggap wajar ada di monumen itu.
Kemudian muncul isu kedua, monumen itu bagian peringatan laskar Po An Tui, yang terafiliasi dengan Westerling yang memerangi rakyat Indonesia di masa awal kemerdekaan. Tapi isu ini dipatahkan, monumen itu hanya berisi prasasti sila Pancasila, tanda tangan Sultan HB X yang meresmikan monumen, dan juga nama-nama penyumbang.
Selanjutnya, menyoal keberadaan butir Pancasila di prasasti yang berada di sisi belakang. Ada empat sisi di monumen itu, di bagian muka atau depan berisi prasasti peresmian.

Monumen Garuda PancasilaPaguyuban warga Tionghoa Yogyakarta, Bhakti Putra (Foto:Aprilandika Pratama/kumparan)
Beberapa hari lalu, menurut keterangan seorang pengurus Taman Budaya Tionghoa yang tak mau disebut namanya, ada orang yang datang dan meminta agar prasasti dengan tulisan butir sila Pancasila dicopot dan dipindah ke bagian muka. Pengurus akhirnya mencopot prasasti dan membangun satu monumen lagi.
Jadi, prasasti berisi tulisan sila Pancasila akan ditaruh di bagian muka, sedangkan tulisan berisi tanda tangan peresmian akan ditaruh di monumen di sisi Taman Garuda Pancasila itu.

Monumen Garuda PancasilaMonumen Garuda Pancasila tampak belakang (Foto:Aprilandika Pratama/kumparan)
Soal yang terakhir ini, terkait letak tulisan butir-butir sila Pancasila di sisi belakang monumen dan dipersoalkan, Ahli Hukum Tata Negara Universitas Andalas Feri Amsari ikut berkomentar. Menurut dia, sejauh ini memang tidak ada peraturan baku soal peletakan tulisan pancasila di sebuah monumen.
"Tidak ada di undang-undang yang mengatur soal-soal seperti itu. Kemungkinan hal-hal demikian soal protokoler dan kepatutan saja," terang Feri saat berbincang dengan kumparan, Jumat (23/12).
Menurut Feri, justru yang penting jangan sampai soal-soal yang tidak substansial sepeti itu tidak boleh mengalahkan hal-hal yang lebih penting.
"Misalnya lebih fokus kepada pelaksanaan nilai-nilai Pancasila itu di masyarakat, daripada fokus kepada di mana tata letaknya di sebuah tugu," tutup dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: