• 0

Tukang Sate itu Tak Muncul Lagi Usai Penggerebekan Teroris

Tukang Sate itu Tak Muncul Lagi Usai Penggerebekan Teroris



Olah TKP Bom Tangsel

Suasana olah TKP di rumah kontrakan yang disewa oleh para pelaku teror di Serpong. (Foto: Akbar Ramadhan/kumparan)
Tukang sate tiba-tiba muncul di kawasan Babakan, Setu Tangerang Selatan. Dua minggu sebelum penggerebekan, pria berperawakan sedang berusia 40-an tahun setiap sore selalu berhenti tak jauh dari rumah kontrakan Adam dkk.
"Sate bu, sate," tutur tukang sate itu seperti ditirukan Zulfah (28), warga Setu, Tangsel yang rumahnya hanya terpisah lima rumah dari kontrakan Adam, saat ditemui kumparan Kamis (22/12).
Tak ada yang mencurigakan, selama dua minggu berdagang, tukang sate itu selalu ramah melayani warga. Dan tentunya menawari warga untuk membeli.
"Kalau beli, suka dikasih tambah," imbuh Zulfah. Harga satu tusuk sate Rp 1.000.
Soal tukang dagang yang muncul dadakan bukan hanya tukang sate, tukang parfum juga selama seminggu datang mengetuk pintu rumah warga menawari dagangannya. Pria berusia 30-an tahun itu berpenampilan rapi berperawakan sedang.
"Mondar mandir aja setiap hari ketuk pintu nawari parfum," ungkap Azizah, perempuan berusia 50-an tahun yang rumahnya tak jauh dari kontrakan Adam dkk.
Sementara itu menurut Lukman, Ketua RT setempat, dia mendapat informasi dari Polda Metro Jaya soal adanya pemantauan. Tapi tak diberi rinci siapa yang dipantau. Lukman menyimpan informasi itu dari warga agar tak mencurigakan.
"Pihak Polda udah dateng ke rumah, itu lima hari sebelum penggerebekan. Memang ada pemantauan, Pas pagi eksekusi, subuhnya dikabarin," jelas Lukman.

00:00:00/00:00:00

Olah TKP Puslabfor Polri Bom Tangsel
Di kontrakan itu, pada Rabu (21/12) tiga orang teroris mati ditembak, mereka yakni Irwan, Omen, dan Helmi. Sedang seorang lagi yang bernama Adam ditangkap dalam keadaan hidup.


Bom TangselBomNewsBreaking News

500

Baca Lainnya