• 2

Usaha Jualan Kaus Palu Arit Bawa Hendra ke Penjara

Usaha Jualan Kaus Palu Arit Bawa Hendra ke Penjara



Atribut PKI

Sejumlah atribut dan perlengkapan penjual kaos PKI ditemukan di lokasi (Foto: Indra Subagja/kumparan)
Hendra Saputra (32) sudah dua tahun berjualan kaus bergambar palu arit. Dengan enam karyawan, dia mengelola bisnis konveksi secara online.
Tapi akhirnya, karier usahanya berakhir. Pria yang tinggal di Jalan Raya Sindangkerta, Bandung, ini ditangkap Penyidik Cyber Crime Dittipideksus Bareskrim Polri siang tadi pukul 11.30 WIB, Jumat (23/12).
"Tersangka ditangkap karena menawarkan pembuatan kaos dengan gambar palu arit dan menyebarkan melalui penjualan menggunakansarana media sosial. Para pemesan akan dikirim barangnya setelah melakukan pembayaran/transfer, selanjutnya tersangka akan mengirimkan kaos tersebut pada alamat yang pemesan," terang Dir Tipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya kepada kumparan, Jumat (23/12).
Selain Hendra, polisi juga mengamankan enam orang karyawan. Sejumlah barang bukti ikut disita antara lain alat cetak, komputer, dan rekening yang digunakan tersangka.
"Tersangka membuka tempat konveksi tersebut sejak 2 tahun yang lalu. Penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi, komputer, dan dokumen untuk mendalami motif pelaku," terang Agung lagi.
Hendra, menurut Agung, dipersangkakan telah melanggar Pasal 107 a Undang-Undang Nomor 27 tahun 1999 Tentang Perubahan KUHP yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara yakni tindak pidana dengan sengaja melawan hukum dimuka umum dengan lisan, tulisan dari atau melalui media apapun, menyatakan keinginan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam segala bentuk perwujudan.
Hendra juga dikenakan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Hendra dinilai dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), dengan cara pelaku telah menawarkan dan menjual kaos/pakaian dengan gambar/logo palu arit melalui sistem elektronik/media internet/media online.

LapasKriminalMegapolitan

500

Baca Lainnya