Entertainment
·
29 April 2020 15:37

Game Asal Korea ini Dihentikan Akibat Tuduhan Plagiasi 'Kimetsu no Yaiba'

Konten ini diproduksi oleh Anime
Game Asal Korea ini Dihentikan Akibat Tuduhan Plagiasi 'Kimetsu no Yaiba' (21168)
The Ear-Slaying Sword via ANN
KepopuleranKimetsu no Yaiba atau Demon Slayermemang tidak bisa dipungkiri semenjak kemunculannya. Hampir semua barang yang bertemakan franchise tersebut laris manis di pasar penggemar anime. Dari lagu soundtrack yang merajai Oricon (chart musik paling kredibel di Jepang), sampai bermacam pernak-pernik yang mengadaptasi image para karakternya.
ADVERTISEMENT
Namun siapa yang menyangka kalau Koyoharu Gotoge, selaku kreator dari manga Kimetsu no Yaiba ini juga akan bertemu dengan kasus plagiarisme?
Kasus plagiarisme dari Kimetsu no Yaiba ini diduga telah dilakukan oleh pengembang asal Korea yang baru saja meluncurkan game RPG untuk smartphone dengan judulGwisal-ui Geom” (The Ear-Slaying Sword) pada 24 April lalu. Game tersebut kemudian mengumumkan berakhirnya servis mereka pada hari Rabu (29/4/2020).
Kemiripan dari banyak aspek membuat game ini dituduh melakukan plagiasi terhadap karya terkenal milik Gotoge. Tidak hanya tokoh utama dalam cerita yang menyerupai Tanjiro dalam Kimetsu no Yaiba, ceritanya pun hampir mirip dengan yang ada pada franchise terkenal tersebut.
Game Asal Korea ini Dihentikan Akibat Tuduhan Plagiasi 'Kimetsu no Yaiba' (21169)
The Ear-Slaying Sword via ANN
Game Asal Korea ini Dihentikan Akibat Tuduhan Plagiasi 'Kimetsu no Yaiba' (21170)
The Ear-Slaying Sword via ANN
Meskipun begitu, pengumuman pemberhentian servis ini tidak menyebutkan secara langsung bahwa “plagiarisme” adalah alasannya. Mereka berkata bahwa pemberhentian servis ini dikarenakan oleh “berbagai masalah” yang ada dalam produksi game tersebut.
ADVERTISEMENT
Para staf meminta maaf atas ketidakdewasaan mereka hingga menimbulkan kesan dan perasaan yang tidak baik. Hal tersebut mungkin ditujukan pada kreator asli “Kimetsu no Yaiba”, Koyoharu Gotoge dan semua orang yang terlibat dalam franchise “Kimetsu no yaiba” itu sendiri.
Sebelumnya Tennine, pengembang game tersebut menyanggah tuduhan plagiarisme tersebut dan mengatakan pada Game Meca (portal game online Korea) bahwa tuduhan itu semata-mata dilayangkan karena kemiripan konsep dan pakaian ala Jepang yang ada dalam game. Game Meca juga menyebutkan bahwa game milik Tennine ini juga mirip dengan game milik developer Korea yang lain bernama Sodeumaseuteo Seutoli (Sword Master Story) di bagian gameplay-nya.
Koyoharu Gotoge sendiri memulai serialisasi "Kimetsu no Yaiba" di Weekly Shonen Jump sejak tahun 2016. Manga ini juga diterbitkan dalam Bahasa Inggris oleh Viz Media, dan versi Bahasa Indonesianya akan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.
ADVERTISEMENT