14 Tahun Vakum, Ini 5 Alasan Piala AFF U-23 Kembali Digelar

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trofi AFF Suzuki Cup 2016.(Instagram: @affsuzukicup)
Kabar gembira datang dari federasi sepakbola Asia Tenggara, AFF. Dalam akun Instagram-nya, AFF resmi mengadakan kembali Piala AFF U-23. Turnamen bagi para pemain di bawah usia 23 tahun ini kembali digelar setelah 14 tahun vakum. Piala AFF U-23 pertama kali digelar pada 2005 di Thailand. Saat itu, tuan rumah pun mampu menjadi juara dalam turnamen tersebut. Pada 2019 mendatang, AFF menunjuk Kamboja sebagai tuan rumah Piala AFF U-23 2019.
Turnamen ini diharapkan dapat menjadi ajang perkembangan sepak bola di Asia Tenggara. Selain itu, Piala AFF U-23 juga dikenal sebagai turnamen Pra-Sea Games. Pada 2011 silam, Indonesia menjadi tuan rumah Piala AFF U-23. Sayangnya, turnamen tersebut urung terjadi karena adanya pembatalan dari panitia.
1. Mengasah Bakat Pemain Muda

Pemain Timnas Thailand melakukan sesi latihan. (Instagram: @affsuzukicup)
Asia Tenggara punya bibit-bibit sepak bola yang bagus. Sayangnya, pengembangan sepak bola anak-anak di Asia Tenggara kurang digalakkan. Turnamen yang rutin mereka ikuti hanyalah Sea Games dan Asian Games. Selama ini, belum ada turnamen yang diselenggarakan khusus untuk sepak bola di bawah usia 23 tahun di wilayah Asia Tenggara. Timnas Indonesia sendiri diharapkan dapat meraih hasil maksimal di turnamen tersebut. Setelah takluk oleh Uni Emirat Arab di Asian Games 2018, skuat Garuda Muda diharapkan dapat tampil impresif di AFF U-23.
2. Mencuri Perhatian Pencari Bakat Eropa

Pelatih Timnas Thailand di AFF Suzuki Cup 2016.(Instagram: @affsuzukicup)
Tak dapat dipungkiri bahwa kiprah negara-negara Asia Tenggara di sepak bola dunia kurang begitu nampak. Jika dibandingkan dengan Korea Selatan, China, hingga Jepang, eksistensi pemain Asia Tenggara tidak ada apa-apanya. Diadakannya kembali turnamen Piala AFF U-23 juga bisa menjadi ajang bagi para pemain muda untuk mencuri perhatian para pencari bakat. Pasalnya, klub-klub besar Eropa punya pencari bakat yang andal dan suka berkeliling dunia mencari pemain berbakat.
3. Sumber Pendapatan AFF

Antrean tiket Final AFF Suzuki Cup 2016 antara Indonesia kontra Thailand.(Instagram: @affsuzukicup)
AFF sebagai induk sepak bola Asia Tenggara tentunya butuh pemasukkan untuk menjalankan organisasi. Jika ‘iuran’ dari para anggotanya masih dinilai kurang, AFF akan mengadakan kompetisi sebagai lahan pendapatan. Organisasi sepak bola Asia Tenggara ini biasanya mendapat pemasukan dari penjualan tiket dan sponsor. Namun tentunya faktor ini bukanlah faktor utama digelarnya kembali AFF U-23.
4. Melihat Masa Depan Para Pemain Muda

Pemain Timnas Malaysia U-23 di Asian Games 2018.(Instagram: @aseanfootballnews)
Selain mengasah bakat para pemain muda di Asia Tenggara, Piala AFF U-23 juga diyakini dapat melihat masa depan dan peluang para pemain muda. Biasanya, pemain yang mencolok entah dari cara mainnya atau dari tingkat emosinya, akan menjadi pemain yang dikenal di masa yang akan datang. Contohnya, Evan Dimas dan kawan-kawan saat Piala AFF U-19. Sebelum turnamen tersebut, tidak ada yang mengenal Evan Dimas dan kawan-kawannya. Namun setelah penampilan impresifnya, banyak klub lokal maupun luar negeri mencari jasa dari punggawa Timnas Indonesia U-19.
5. Peluang Indonesia Menguasai Asia Tenggara

Pemain Timnas Indonesia melakukan sesi latihan.(Instagram: @affsuzukicup)
Indonesia menjadi salah satu tim terkuat di Asia Tenggara. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa permainan Timnas Indonesia belum bisa konsisten jika bertemu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Tiga negara tersebut merupakan ganjalan bagi Timnas Indonesia untuk berjaya setidaknya di Asia Tenggara. Dengan diadakannya Piala AFF U-23, Timnas Indonesia diharapkan dapat tampil impresif dan dapat konsisten jika bertemu 3 negara tersebut.
