kumparan
23 Mar 2019 14:40 WIB

3 Alasan Inggris Bisa Menang 5-0 dari Republik Ceko

Inggris melawan Republik Ceko di babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Foto: REUTERS/David Klein
Laga pertama Grup A kualifikasi Piala Eropa sukses dilalui Timnas Inggris dengan kemenangan telak atas Republik Ceko pada Sabtu dini hari (23/3). Bermain di Stadion Wembley, ‘The Three Lions’ yang tampil dominan sukses membenamkan tim tamu dengan lima gol tanpa balas.
ADVERTISEMENT
Turun dengan formasi 4-3-3, Michael Keane dan Harry Maguire berada di lini belakang, bersama Kyle Walker dan Ben Chilwell di sisi kanan dan kiri. Lini tengah, diisi oleh Jordan Henderson dan duo gelandang Spurs, Eric Dier-Dele Alli. Adapun Jadon Sancho, Harry Kane dan Raheem Sterling jadi trisula Timnas Inggris.
Bintang Manchester City, Raheem Sterling, kemudian jadi aktor utama pada kemenangan atas Republik Ceko itu, usai mengemas hattrick dan mencatatkan satu assist. Wajah-wajah baru dalam tim, Jadon Sancho dan Callum Hudson-Odoi, juga ikut berkontribusi. Adapun Harry Kane mencetak gol lewat titik putih.
Kemenangan tersebut membuat Timnas Inggris melesat ke puncak klasemen, sementara Republik Ceko harus terdampar di dasar dengan defisit lima gol. Selanjutnya Inggris bakal menghadapi Montenegro pada laga kedua kualifikasi Piala Eropa 2020.
ADVERTISEMENT
Usai laga, dilansir dari situs resmi FA Inggris, Gareth Southgate, memuji anak asuhnya yang bermain impresif. Pujian khusus juga diberikan kepada Raheem Sterling yang mencetak hattrick pada laga tersebut. Pelatih asal Inggris tersebut mengatakan dirinya tak terkejut atas performa Sterling.
“Saya pikir dia menyengat sepanjang malam,” kata Southgate. "Dia (Sterling) memang sudah seperti itu sepanjang pekan pada sesi latihan. Dirinya terlibat dalam empat gol dan itu merupakan malam yang hebat untuknya,” sambung pelatih berusia 48 tahun itu.
Menyusul kemenangan luar biasa Timnas Inggris, berikut tiga alasan armada Gareth Southgate bisa menang telak dari Republik Ceko.
1. Southgate punya kedalaman skuat yang luar biasa
Skuat Inggris merayakan kemenangan. (Foto: REUTERS/David Klein)
Berpentas di kualifikasi Piala Eropa, Gareth Southgate membawa tim yang punya kedalaman skuat luar biasa. Sejatinya, saat ini Timnas Inggris pincang dengan tanpa beberapa pemain utama. Marcus Rashford menyusul Harry Winks, Jesse Lingard, Fabian Delph, John Stones, Ruben Loftus-Cheek dan Trent Alexander-Arnold yang harus absen.
ADVERTISEMENT
Namun, pada akhirnya hal tersebut tak berdampak banyak. Michael Keane tampil luar biasa menggantikan Stones, sementara Sancho berkontribusi besar pada pos yang biasa diisi Rashford. Eric Dier yang cedera pun masih punya Declan Rice sebagai pelapis. Ross Barkley dan debutan Callum Hudson-Odoi juga ternyata bermain cukup baik.
Kini Inggris punya identitas permainan yang kuat bersama Southgate. Bermain dengan umpan cepat dan membangun serangan dari belakang, serta berbahaya dengan serangan balik, pemain-pemain pilihannya bisa langsung nyetel. Hal tersebut atas hasil tim junior yang menggunakan filosofi serupa. Dengan kedalaman skuat yang bagus, Timnas Inggris pun bisa jadi favorit turnamen.
2. Raheem Sterling dalam performa terbaik
Raheem Sterling cetak hattrick di laga lawan Republik Ceko. Foto: REUTERS/David Klein
Meski bermain cukup bagus di Piala Dunia 2018 lalu, Raheem Sterling menuai kritikan lantaran tumpul di depan gawang. Kala itu, bermain enam kali, selain satu assistnya, Sterling gagal mencetak satu gol pun. Namun, musim ini Sterling bertransformasi sebagai salah satu pemain paling berbahaya di dunia.
ADVERTISEMENT
Bersama Manchester City, Sterling membungkam kritik dengan jadi pemain terbaik klub, mencetak 19 dan 16 assist di semua kompetisi sejauh ini. Mencetak dwigol kala bersua Spanyol Oktober lalu jadi awal mula ketajaman Sterling di Timnas Inggris.
Menghadapi Ceko, Sterling tampil luar biasa. Berpasangan dengan Jadon Sancho dan Harry Kane, ketiganya selalu jadi ancaman lini bertahan Ceko. Sterling menunjukkan kepercayaan dirinya di depan gawang, dengan mencetak tiga gol ke gawang Jiri Pavlenka. Menyusul performa itu, tak mengejutkan bila Sterling disebut pemain terbaik Inggris saat ini.
3. Bisa beradaptasi dengan gaya main Ceko
Inggris melawan Republik Ceko di babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Foto: REUTERS/David Klein
Beberapa tahun terakhir, bahkan saat sudah bersama Gareth Southgate, Inggris kerap kali kesulitan ketika menghadapi lawan yang kualitasnya lebih rendah, apalagi yang menumpuk pemain bertahan. Tim seperti Slovakia, Slovenia dan Lituania sering membuat ‘Three Lions’ terpeleset.
ADVERTISEMENT
Namun, belakangan Inggris mulai bisa beradaptasi dengan gaya permainan lawan. Jarak umpan dan kecepatan yang mereka punya mampu menekan kala melakukan penyerangan. Pertahanan Ceko pun dipaksa berusaha ekstra keras, terutama saat Callum Hudson-Odoi melakukan penetrasi yang membuat Kalas kewalahan dan mencetak gol bunuh diri.
Laga tersebut bukan kali pertama Inggris bisa beradaptasi dengan permainan lawan yang cenderung bertahan. Mereka melakukan hal yang sama ketika menghadapi Panama dan Amerika Serikat di Piala Dunia 2018. Tentu diharapkan Timnas Inggris bisa kembali menampilkan permainan serupa menghadapi Montenegro, Bulgaria, dan Kosovo. (bob)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·