kumparan
17 September 2019 16:22

3 Alasan Liga Europa Kompetisi yang Penting buat Manchester United

Untitled Image
Harry Maguire, Daniel James, dan Paul Pogba. Foto: Reuters/Jason Cairnduff
Setelah gagal menembus empat besar, Manchester United dipastikan absen di Liga Champions musim 2019/20. Sebelumnya, ‘Setan Merah’ mengalami musim yang sulit dan hanya bisa finis di posisi keenam. Alhasil, skuad arahan Ole Gunnar Solskjaer pun bakal tampil di Liga Europa.
ADVERTISEMENT
Melihat penampilan di kompetisi domestik, hingga pekan kelima bisa dibilang performa United masih belum stabil. Setelah membuka musim dengan kemenangan telak 4-0 atas Chelsea, Paul Pogba dan kolega kemudian bermain imbang 1-1 dengan Wolverhampton, kalah 1-0 dari Crystal Palace, dan imbang 1-1 kontra Southampton.
Barulah pekan kelima, United memutus rekor buruk dengan kemenangan tipis 1-0 kala menjamu Leicester City. Namun, sejatinya pada laga tersebut United juga belum tampil maksimal. Pasalnya, di laga tersebut United bisa dibilang beruntung dan hanya menang via penalti. Terlebih, Leicester jadi tim yang mendominasi sepanjang laga.
Bersama Solskjaer, United kini cenderung bermain dengan tempo cepat, disertai dengan pressing tinggi untuk membuat lawan melakukan kesalahan. Pertahanan mereka pun membaik dengan kedatangan Harry Maguire dan Aaron Wan-Bissaka, walau memang masih bisa lebih ditingkatkan.
ADVERTISEMENT
Namun, masalah yang kini dialami Solskjaer adalah kurang siapnya dalam memakai taktik kedua, yaitu kala menghadapi tim yang bermain lebih ke dalam. Selain itu, pelatih asal Norwegia tersebut juga terlalu memaksakan untuk mengandalkan pemain muda yang sejatinya belum matang.
Karena itu, bakal bermain di Liga Europa bakal jadi sebuah keuntungan buat Solskjaer. Berangkat dari sana, berikut tiga alasan yang membuat kompetisi kasta kedua di Eropa tersebut bakal jadi ajang yang penting buat Manchester United.
1. Tempat Pemain Muda Menambah Jam Terbang
Untitled Image
Tahith Chong di laga persahabatan antara Manchester United dan Club America. (Foto: Getty Images/Christian Petersen)
Tergabung dalam Grup L Liga Europa yang berisikan raksasa Liga Belanda AZ Alkmaar, tim Liga Kazakhstan FC Astana, dan klub asal Serbia FK Partizan, di atas kertas seharusnya Manchester United masih jauh lebih unggul.
ADVERTISEMENT
Mungkin, AZ Alkmaar nantinya jadi tim yang bakal merepotkan ‘Setan Merah’ di fase grup. Selebihnya, Pogba cs jauh diunggulkan kontra Astana dan Partizan. Karena itu, laga tersebut bakal jadi saat yang tepat untuk bakat muda menambah jam terbang.
Pemain seperti Mason Greenwood, Tahith Chong, Angel Gomes, Axel Tuanzebe, sampai James Garner dinilai masih terlalu hijau buat diturunkan di Liga Inggris. Karena itu, Liga Europa nantinya bisa jadi saat yang tepat buat Solskjaer memberikan bakat-bakat muda kesempatan main untuk menambah jam terbang.
2. Kesempatan buat Pemain Meningkatkan Performa
Untitled Image
Pemain Manchester United, Mason Greenwood (tengah). Foto: Twitter @ManUtd
Selain menjajal bakat-bakat muda dari akademi klub, Liga Europa juga bisa jadi ajang buat pemain-pemain yang tampil mengecewakan meningkatkan performa mereka. Sebut saja Fred, Marcos Rojo, Phil Jones, dan Nemanja Matic yang belakangan tampil tak konsisten di tim utama. Pemain-pemain tersebut saat ini lebih sering menghuni bangku cadangan.
ADVERTISEMENT
Nantinya, di Liga Europa, pemain-pemain yang mulai kehilangan jam main di tim utama tersebut bisa mendapat kesempatan meningkatkan performa. Fred bisa mendapat lebih banyak jam main untuk membuktikan diri, sementara sementara Matic, Rojo dan Jones bisa berusaha untuk mendapatkan kembali konsistensi di tiap laga.
Nantinya, Solskjaer juga bisa mencoba mematangkan taktik alternatif untuk menghadapi tim yang menumpuk pemain di wilayah pertahanan. Solskjaer juga bisa bereksperimen untuk memainkan dua pemain di posisi yang sama tapi punya karakter berbeda, seperti Jesse Lingard dan Juan Mata, secara bergantian.
3. Menambah Trofi Sekaligus Jalur Alternatif ke Liga Champions
Untitled Image
Paul Pogba mencium Piala Liga Europa (Foto: Lee Smith/Reuters )
Meski Liga Europa memang bukan kompetisi mudah untuk dimenangkan, United saat ini punya kualitas skuad yang layak disebut sebagai kandidat juara. Selain Liga Europa tersebut bisa menambah raihan trofi United, Solskjaer juga berpotensi besar untuk memberi gelar pertama buat klub.
ADVERTISEMENT
Terlebih, bila di kompetisi Liga Inggris United gagal menampilkan performa sesuai harapan, kemudian harus kembali finis di luar empat besar, Liga Europa bisa jadi alternatif buat skuad arahan Solskjaer lolos ke Liga Champions.
Seperti di musim 2016/17, meski kala itu United hanya finis di urutan keenam, musim berikutnya mereka lolos ke Liga Champions lantaran menjuarai Liga Europa. Kala itu, United menundukkan Ajax Amsterdam di final dengan skor 2-0. Bila bisa kembali mengulang prestasi seperti kala itu, United bakal jalur alternatif ke Liga Champions. (bob)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
ADVERTISEMENT
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan