kumparan
KONTEN PENGGUNA
16 Juni 2019 13:44

3 Sebab Argentina Kalah dari Kolombia di Copa America 2019

Untitled Image
Argentina kalah di laga pertama Copa America 2019. (Foto: REUTERS)
Benar saja kata Lionel Messi, Timnas Argentina saat ini bukan merupakan tim unggulan Copa America 2019. Melakoni laga pertama Grup B di Fonte Nova Arena, Minggu (16/6) pagi hari WIB, Albiceleste harus pasrah menelan kekalahan 0-2 dari raksasa Amerika Selatan lain, Kolombia.
ADVERTISEMENT
Pada laga tersebut, sejatinya Argentina lebih dominan dengan 54 persen penguasaan bola dan 6 kali tembakan tepat sasaran. Namun, Kolombia justru unggul duluan pada menit ke-71 lewat Roger Martinez. Duvan Zapata yang masuk di menit 81 hanya butuh lima menit untuk mencetak gol kedua kolombia, membuat skor berakhir 2-0.
Kekalahan tersebut membuat Argentina kini menempati posisi juru kunci, sementara Kolombia memuncaki klasemen sementara. Grup B pun kini menunggu hasil Paraguay menghadapi Qatar.
Walau kalah, usai laga Kapten Timnas Argentina Lionel Messi menilai timnya bermain positif dan tak mempunyai waktu untuk mengeluh. Masih ada beberapa pertandingan untuk dilakoni, Messi meminta rekan-rekannya untuk tidak putus asa.
“Mereka menguasai bola dengan baik tapi tidak membuat peluang bersih, tapi ketika kami maju di babak kedua mereka mencetak gol. Ketika kami bermain sebaik mungkin, mereka mencetak gol kepada kami,” ungkap Messi dilansir dari France 24.
ADVERTISEMENT
“Kami akan mengambilnya sebagai pelajaran untuk laga berikutnya. Kami bakal lanjut dan berharap kepada diri sendiri. Ini bukan awal yang mudah dengan kekalahan, tapi bila bisa mengalahkan Paraguay, kami kembali ke situasi yang aman,” ucap Kapten Barcelona tersebut.
Berangkat hasil tersebut, setidaknya ada tiga sebab yang membuat Argentina kalah dari Kolombia di laga pertama Grup B Copa America 2019. Berikut tiga sebabnya.
  1. Pertahanan yang rapuh
Untitled Image
Otamendi berusaha menjaga Roger Martinez. (Foto: REUTERS)
Keputusan Lionel Scaloni untuk memainkan Nicolas Otamendi dan German Pezzella yang tak pernah tampil bersama di jantung pertahanan berbuah petaka. Kedua pemain tersebut tampak kurang komunikasi antara satu sama lain, membuat penyerang Argentina kerap menusuk pertahanan timnya.
Bukan hanya dua bek tersebut yang kurang komunikasi, lini bertahan Argentina juga kerap melakukan kesalahan ceroboh. Salah satunya ketika operan buruk antara Franco Armani dan Nicolas Otamendi hampir membuat James Rodriguez mencetak angka.
ADVERTISEMENT
Pertahanan rapuh lantaran kurangnya pengalaman tak bisa mengimbangi pemain depan Kolombia yang punya kecepatan dan fisik kuat. Walau bisa menahan tak kebobolan hingga menit 70, hanya masalah waktu untuk Argentina kebobolan. Benar saja, hanya dalam kurun 15 menit, dua gol tercipta saja di akhir babak kedua.
  1. Permainan yang tidak padu
Untitled Image
Juen Cuadrado melanggar Lionel Messi. (Foto: REUTERS)
Salah satu masalah terbesar Timnas Argentina pada laga kontra Kolombia yaitu permainan yang tidak padu. Sebelas pemain yang dipilih Lionel Scaloni tak punya komunikasi yang baik dengan rekan-rekannya dan terlihat seperti baru pertama kali bermain bersama. Alhasil, bola pun tak bisa mengalir dengan lancar.
Walau mendominasi penguasaan bola, Argentina kebanyakan bermain di tengah dan tak bisa benar-benar mengancam. Tak bisa mencetak gol setelah ketinggalan dua angka pun membuat permainan semakin berantakan. Keputusan manajer untuk memasukan Matias Suarez menggantikan Sergio Aguero pada menit ke-79 pun tak ada artinya.
ADVERTISEMENT
Kini Lionel Scaloni mesti mencari kembali barisan pemain yang sesuai dengan kondisi permainan. Punya Roberto Pereyra dan Lautaro Martinez yang bermain cukup bagus musim ini, serta Paulo Dybala yang kualitasnya tak perlu diragukan lagi, ketiganya patut dicoba lantaran punya pengalaman yang lebih banyak di pentas besar.
  1. Argentina kembali gagal manfaatkan Lionel Messi
Untitled Image
Messi berjibaku melewati adangan Cuadrado dan Rodriguez. Foto: REUTERS/Rodolfo Buhrer
Hingga kini yang jadi masalah buat pelatih Timnas Argentina adalah kegagalan memanfaatkan sosok Lionel Messi. Pada laga tersebut, Scaloni mencoba memasangkan Messi dengan Aguero sebagai dua striker dalam skema 4-4-2. Namun, hasil keduanya kesulitan menembus pertahanan lawan.
Bersama klubnya masing-masing, Messi dan Aguero sukses jadi meriam gol tiap musimnya. Namun, kala dimainkan berpasangan di Argentina, keduanya tak tampil dengan padu. Bahkan pada laga tersebut, keduanya tidak mencatatkan satu pun tendangan tepat sasaran pada babak pertama.
ADVERTISEMENT
Memang tak sepenuhnya kesalahan pada Messi dan Aguero, mengingat keduanya minim mendapat bantuan penyerangan dari Di Maria dan Lo Celso yang keduanya bermain mengecewakan. Bila kejadian tak mau kembali terulang, nama-nama besar tentu harus bermain lebih maksimal dan Scaloni harus berusaha segera mendapatkan formula untuk memaksimalkan Messi. (bob)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan