kumparan
Bola & Sports29 April 2019 22:00

3 Sebab Manchester United Ditahan Imbang 1-1 oleh Chelsea

Konten kiriman user
Untitled Image
Pemain Chelsea, Willian (kiri) dan pemain bertahan Manchester United, Luke Shaw (kanan). Foto: Reuters
Laga krusial Manchester United menghadapi Chelsea pada pekan ke-36 Liga Inggris harus berakhir berakhir imbang. Bermain di Old Trafford, Minggu (28/4/2019) malam WIB, hasil 1-1 membuat kesempatan ‘Setan Merah’ untuk finis empat besar makin sulit lantaran harus berbagi poin dengan ‘The Blues’.
ADVERTISEMENT
Tersisa dua laga lagi, United tetap berada di posisi enam dengan koleksi 65 poin. Paul Pogba dan kolega masih tertinggal satu poin Arsenal di peringkat kelima. Sementara Chelsea yang sukses mencuri poin menetapkan diri di posisi keempat, unggul tiga poin dari United dan terpaut dua angka dari Tottenham di peringkat ketiga.
Usai laga, Ole Gunnar Solskjaer mengakui skor imbang merupakan hasil yang layak didapat kedua tim. Solskjaer cukup puas dengan performa anak asuhnya pada babak pertama. United memang sukses menciptakan beberapa peluang dan bahkan membuka keunggulan. “(kami) bermain sepak bola yang baik,” ungkap Solskjaer.
“Babak kedua kami tak kembali dengan urgensi, kualitas dan tempo yang sama. Suasana ruang ganti saat istirahat bagus, semuanya saling mendukung dan semuanya mendukung David (de Gea). Mereka merasa baik dalam pertandingan, tapi setelah itu kami tak menemukan kualitas dan tempo babak pertama, ucap Solskjaer di situs resmi klub.
Untitled Image
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskajaer bersama Ashley Young usai bertandingan melawan Chelsea. Foto: Reuters
Walau begitu, Solskjaer mengaku masih optimis di sisa dua laga musim ini. Meski nantinya bakal sulit, ‘the baby-faced assassin’ mengaku akan fokus dan berusaha keras untuk mendulang angka maksimal. ”Kami masih ingin finis di atas dan mari lihat bagaimana itu membawa kami. Kita lihat berapa poin yang bisa kami kumpulkan,“ ucap Solskjaer.
ADVERTISEMENT
Sementara Chelsea yang unggul secara permainan di babak kedua menjadi kekecewaan untuk Maurizio Sarri. Menurut Sarri, pada 20 menit pertama Chelsea tampil impresif, tapi kemudian performa tersebut menurun menjelang menit-menit terakhir. “Kami punya kesempatan terbaik di babak kedua, saya tidak senang (imbang),” ungkap Sarri.
“Namun, bermain di Manchester menghadapi United jelas sulit buat semua tim. Mereka bermain luar biasa pada 20-25 menit awal. Kami dalam masalah lantaran jarak yang tak ideal antara penyerang dan gelandang. Bola selalu bebas, dan mereka sangat berbahaya ketika menyerang pada ruang di belakang garis,” kata pelatih Chelsea tersebut.
Sama seperti Solskjaer, Sarri pun masih optimis bisa finis di empat besar. Posisi Chelsea saat ini memang lebih menguntungkan dari United, tapi tetap kemenangan masih diperlukan demi memastikan tiket ke Liga Champions. “Kami butuh dua kemenangan. Dua menang sudah pasti, empat poin, tidak tahu, tergantung selisih gol,” ucap Sarri dilansir situs Chelsea.
ADVERTISEMENT
Berangkat dari laga tersebut, berikut tiga alasan Manchester United ditahan imbang 1-1 oleh Chelsea.
1. Gagal manfaatkan dominasi babak pertama
Untitled Image
Selebrasi gol pemain Manchester United. Foto: Reuters
Seperti yang disebutkan Solskjaer, sejatinya United menguasai pertandingan dan hanya tak beruntung gagal unggul kala mengakhiri paruh pertama. Hampir pada tiap lini United menampilkan permainan impresif.
Bila saja David de Gea tak melakukan kesalahan fatal, bisa dibilang United bermain dengan sempurna pada babak pertama. Mereka menciptakan peluang, sukses menguasai lini tengah dan membungkam andalan Chelsea, Eden Hazard.
Sayangnya, Ole Gunnar Solskjaer gagal memanfaatkan peluang dan membiarkan laga terbuka untuk Chelsea. Gara-gara tak bisa memanfaatkan dominasi babak pertama, United pun harus menerima hasil imbang dari yang seharusnya laga tersebut bisa dimenangkan.
ADVERTISEMENT
2. Penurunan intensitas serangan di babak kedua
Untitled Image
Pemain Chelsea, Marcos Alonso (kanan) merayakan golnya. Foto: Reuters
Memulai laga dengan intensitas tinggi, Manchester United sukses menggerakan bola ke depan dengan permainan sentuhan utama. Sayangnya, United gagal mereplikasi gaya tersebut pada babak kedua. United hanya memainkan bola di tengah dan tak banyak mengambil risiko.
Bahkan, United kerap goyah ketika Chelsea mampu melancarkan serangan balik, walau memang beberapa bahaya baru diciptakan saat waktu mencapai 80 menit. Meski begitu, permainan ‘the Blues’ yang kian meningkat akhirnya membuat mereka bisa menguasai pertandingan di babak kedua.
3. David de Gea lakukan blunder (lagi)
Untitled Image
Kiper Manchester United, David De Gea. Foto: Reuters
Biasanya David de Gea selalu bisa jadi pahlawan United dengan performa gemilang di bawah mistar. Namun jelas tak seperti biasanya, beberapa laga terakhir De Gea menarik perhatian publik lantaran menampilkan performa mengecewakan.
ADVERTISEMENT
Kiper yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia itu seperti kehilangan kepercayaan diri. Tiga laga terakhir, De Gea menciptakan blunder fatal yang membuat timnya menelan kekalahan. Termasuk kala menghadapi Chelsea, blunder De Gea kini berpotensi membuat United gagal tampil di Liga Champions musim depan.
Sepakan keras Antonio Rudiger dari jarak jauh gagal ditangkap oleh De Gea. Bola yang terlepas dari genggaman kiper asal Spanyol itu kemudian disambar Marcos Alonso menjadi gol penyama kedudukan. Memperbaiki performa kiper berusia 28 tahun tersebut kini jelas jadi pekerjaan rumah buat Solskjaer. Apalagi liga hanya menyisakan dua laga. (bob)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
ADVERTISEMENT
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan