kumparan
1 Agu 2019 9:56 WIB

3 Taktik yang Bisa Digunakan Arsenal untuk Memaksimalkan Nicolas Pepe

Nicolas Pepe, andalan LOSC Lille di musim 2018/19. Foto: DENIS CHARLET/AFP
Setelah pasif di hampir sepanjang bursa transfer musim panas, Arsenal kini hampir menyelesaikan proses transfer Nicolas Pepe dari LOSC Lille. Mahar sebesar 72 juta paun disebut sudah dibayarkan kepada Lille dan kini penyerang asal Pantai Gading tersebut tengah menjalani tes medis bersama Arsenal.
ADVERTISEMENT
Jelas bukan tanpa alasan Arsenal mengincar Pepe. Musim lalu, Pepe sukses jadi salah satu bakat yang mencuat di Liga Prancis, setelah sukses membantu Lille finis di posisi kedua. Padahal, di musim sebelumnya Les Dogues sempat berkutat di zona merah dan finis di posisi ke-17.
Sukses berkontribusi terhadap 33 gol Lille di Liga Prancis, tak mengherankan bila akhirnya Pepe jadi salah satu pemain yang paling diincar di dunia. Total Pepe mencatatkan 22 gol dan 11 asis dalam 38 penampilan di kompetisi liga. Torehan tersebut bahkan hanya kalah dari Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Fabio Quagliarella.
Punya kecepatan yang bagus, teknik mumpuni, serta fisik yang kuat membuat Pepe piawai baik dalam mencetak gol maupun mencatatkan asis. Tak khayal bila Pepe kemudian jadi incaran berbagai klub top, termasuk Napoli yang juga sempat dekat dengan Pepe. Arsenal yang sejatinya hanya diberi dana 45 juta paun bahkan sampai rela keluar 72 juta paun.
ADVERTISEMENT
Nantinya, kehadiran Pepe diharapkan bisa semakin memperkuat lini depan Arsenal. Musim lalu saja, sejatinya Arsenal sudah tajam bersama Alexandre Lacazette dan Pierre-Emerick Aubameyang. Dua penyerang tersebut sukses menyarangkan total 35 gol di Liga Inggris. Namun, Arsenal memang kekurangan kekuatan di bagian sayap.
Demi bisa memaksimalkan potensi Nicolas Pepe bersama Arsenal, berikut tiga taktik yang bisa dicoba oleh Unai Emery.
1. Penyerang sayap kanan dalam formasi 4-3-3
Nicolas Pepe diminati Arsenal. (PHILIPPE HUGUEN/AFP)
Formasi 4-3-3 bisa dibilang jadi yang paling cocok buat Arsenal saat ini. Menjanjikan gaya bermain yang mengalir, nantinya para penggawa Arsenal juga bisa menempati posisi yang bisa memaksimalkan potensi masing-masing. Adapun tiga pemain di depan bisa diisi oleh Aubameyang, Lacazette, dan Nicolas Pepe.
Nantinya, Pepe bisa ditempatkan di sisi kanan penyerangan sebagai penyerang sayap seperti kala bermain di Lille. Punya kecepatan serta teknik yang bagus, Pepe yang biasa mencari ruang kosong bisa jadi momok buat pertahanan lawan. Insting gol dan kemampuan menciptakan asis pun bisa jadi senjata utama Pepe.
ADVERTISEMENT
Namun, kekurangan dari formasi tersebut adalah Aubameyang yang tak terbiasa bermain sebagai penyerang sayap. Bersama Lacazette, Aubameyang lebih efektif bermain sebagai duet penyerang. Walau begitu, Emery bisa mencoba taktik tersebut dan berharap Aubameyang bisa beradaptasi dengan cepat di posisi barunya.
2. Sayap kanan dalam formasi 4-2-3-1
Sayap kanan jadi posisi yang saat ini kerap diisi Mkhitaryan. Foto: Reuters/Andrew Couldridge
Bila Emery menggunakan formasi 4-2-3-1, Pepe bisa bermain sebagai sayap kanan. Menempati posisi tersebut, Pepe nantinya bisa bergerak bebas, menyerang ke tengah atau bermain sebagai pemain sayap klasik: Memanfaatkan kecepatan kemudian mengirim umpan tarik.
Formasi tersebut juga memungkinkan Arsenal menggunakan double pivot yang nantinya bisa diisi oleh Lucas Torreira dan Dani Ceballos, sementara yang berada di belakang striker ada Mesut Oezil. Adapun peran Pepe nantinya menarik pemain bertahan dan membuka ruang buat pemain lain.
ADVERTISEMENT
Emery juga bisa menugaskan Pepe sebagai raumdeuter, pemain yang diam-diam mencari posisi kosong dari sisi kanan. Kemampuan dribel yang hebat bisa membantu Nicolas Pepe melewati pertahanan lawan. Tanpa kawalan yang berarti, terutama ketika menguasai bola, Pepe pun bisa menciptakan peluang lewat umpannya atau mencoba cetak angka sendiri.
3. Gelandang kanan dalam formasi 4-4-2
Formasi yang bakal memaksimalkan Aubameyang dan Lacazette. (Foto: John Sibley/Reuters)
Bermain sebagai dua penyerang, Alexandre Lacazette dan Pierre-Emerick Aubameyang, musim lalu sudah membuktikan ketajaman mereka. Bahkan Aubameyang sampai bisa mendapat penghargaan sepatu emas Liga Inggris dengan catatan 22 gol sepanjang musim. Keduanya bahkan jadi salah satu kombinasi tertajam di Liga Inggris musim lalu.
Musim lalu, Aubameyang dan Lacazette paling efektif bermain di formasi 3-5-2. Namun, dengan kedatangan Nicolas Pepe yang tak jago dalam bertahan, Arsenal mesti mengubah formasi tersebut. Adapun formasi 4-4-2 dinilai bisa jadi solusi buat memaksimalkan winger asal Pantai Gading tersebut.
ADVERTISEMENT
Nantinya, Pepe bisa bermain sebagai gelandang kanan yang bisa jadi penyerang sayap kanan dalam keadaan serangan balik. Formasi tersebut pun memungkinkan Pepe untuk tidak membantu pertahanan. Lacazette dan Aubameyang juga bisa lebih maksimal dengan kehadiran Pepe yang bisa menarik pertahanan ke sayap. (bob)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·