kumparan
11 Februari 2019 18:09

5 Analisis Usai Manchester City Gilas Chelsea 6 Gol Tanpa Balas

Manchester City amankan poin dengan skor 6-0 dari Chelsea.
Manchester City kembali ke papan atas usai gilas Chelsea di Etihad Stadium. Pada laga pekan ke-26 Liga Inggris, Minggu (11/2), “The Citizens” mencetak enam gol tanpa balas ke gawang “The Blues” yang dijaga Kepa Arrizabalaga.
ADVERTISEMENT
Tiga dari enam gol dicetak man of the match pada laga tersebut, Sergio Aguero, pada menit ke-13, 19, dan 56. Raheem Sterling mencatat brace pada awal dan akhir laga (4’ dan 80’) satu sisanya dicetak salah satu gelandang serang Ilkay Guendogan pada menit ke-25.
City kembali ke puncak dengan hanya selisih gol, mengoleksi poin yang sama dengan Liverpool yaitu 65.
Sementara Chelsea tersusul Arsenal dan Manchester United yang sama-sama sukses mengoleksi tiga poin. Armada Maurizio Sarri itu turun ke peringkat enam dengan koleksi 50 angka.
Kedua tim turun dengan kekuatan penuh. Dengan formasi identik 4-3-3, Bernardo Silva, Aguero, dan Sterling mengisi lini depan City.
Lini tengah ada Kevin de Bruyne dan Ilkay Guendogan sebagai dua playmaker dan Fernandinho menopang di belakangnya.
ADVERTISEMENT
Duo Stones-Laporte dilengkapi Walker di kanan dan Zinchenko di kiri mengawal Ederson. Sementara Hazard-Higuain-Pedro jadi kepercayaan Sarri di lini depan.
N’golo Kante dan Ross Barkley bertugas lebih menyerang, sedangkan Jorginho jadi pengalir bola sekaligus menjaga pertahanan.
Marcos Alonso jadi bek kiri dan di kanan ada Azpilicueta, melengkapi duet Luiz dan Rudiger. Kepa jadi pertahanan terakhir Chelsea di bawah mistar gawang.
Selebrasi Aguero usal menjebol gawang Chelsea. (Foto: REUTERS)
Walau turun dengan kekuatan penuh, Chelsea langsung ketinggalan empat gol dari City hanya dalam 24 menit.
Barulah tim tamu tancap gas usai kebobolan, tapi usaha mereka tak berbuah hasil. Babak kedua City malah menambah dua angka, lewat penalti Sergio Aguero dan gol Raheem Sterling. Laga pun berakhir dengan skor 6-0.
ADVERTISEMENT
Berangkat dari sana, berikut lima analisis usai City menang mutlak enam gol tanpa balas dari Chelsea.
1. Kesalahan fatal Chelsea dalam hal minor
Pemain-pemain Manchester City merayakan gol keempat mereka di laga melawan Chelsea. Foto: REUTERS/Phil Noble
Chelsea datang penuh percaya diri usai menang telak 5-0 dari Huddersfield. Namun, ternyata kemenangan tersebut malah jadi prestasi yang menutupi kekurangan.
Laga kontra City kemarin jadi bukti permainan buruk Chelsea. Bahkan, kesalahan fatal yang menyebabkan gol datang dari hal-hal minor.
Marcos Alonso yang keasyikan maju meninggalkan lubang yang dieksploitasi Bernardo Silva, dari sana lah gol pertama tercipta.
Gol ketiga juga atas kesalahan sepele, usai sundulan Barkley malah jatuh ke kaki Aguero. Gol keempat giliran Kepa yang kurang kuat meninju sepakan Guendogan.
Azpilicueta kemudian jadi pemain terakhir yang ‘memberi’ gol kepada City akibat pelanggaran tak perlu di dalam kotak penalti.
ADVERTISEMENT
2. Raheem Sterling dan Bernardo Silva bergerak bebas di kedua sisi
Raheem Sterling (kanan) dan Bernardo Silva (tengah) tampil luar biasa (Foto: REUTERS)
Mengistirahatkan Leroy Sane, Pep memainkan Sterling dan Bernardo Silva di kedua sisi. Hasilnya jauh dari kata mengecewakan.
Sterling sukses menghadapi Azpilicueta yang tampil memukau untuk Chelsea pada laga-laga sebelumnya.
Bahkan winger Inggris tersebut sempat memaksa Azpilicueta menghadiahi penalti kepada City.
Sementara Sterling mengacak-ngacak dari daerah kiri, Bernardo Silva mengeksploitasi bagian yang ditinggalkan Marcos Alonso.
Bernardo juga kerap menarik pertahanan Chelsea yang membuat Aguero dengan mudah berada di posisi bebas.
Keduanya terbukti sukses jadi skema alternatif buat Pep, selain Leroy Sane yang belakangan jadi pilar utama.
3. Aguero kembali jadi kunci di laga besar
Aguero merayakan gol ke gawang Chelsea. Foto: Reuters/Carl Recine
Mencetak hattrick kala menang 3-1 dari Arsenal, Sergio Aguero kembali mengulang performa apiknya kala menghadapi Chelsea.
ADVERTISEMENT
Walau sempat gagal mengeksekusi peluang emas, ketajamannya di depan gawang tetap terbukti dengan lagi-lagi mencetak hattrick.
Aguero pun menambah catatan hattricknya jadi 11, imbang dengan Alan Shearer.
Pergerakannya mencari ruang kosong begitu impresif. Aguero kerap memanfaatkan ruang yang dibuka Sterling dan Bernardo Silva pada laga tersebut.
Selain pada laga itu, Aguero memang terkenal mencetak gol di laga krusial. Tentu masih diingat gol detik-detik terakhir kepada QPR membuat City jadi juara Liga Inggris. Musim ini bukan tak mungkin Aguero jadi sosok kunci City bakal juara.
4. City semakin membahayakan peluang juara Liverpool
City hantam Chelsea di Etihad Stadium. Foto: REUTERS/Phil Noble
Beberapa pekan lalu, Manchester City memang kalah dari Newcastle. Selisih poin mereka kala itu sempat menjauh dari Liverpool.
ADVERTISEMENT
Namun, pada tiga laga setelahnya, The Citizens sukses mengejar poin dari Liverpool yang terpeleset dua kali. Kini keduanya berada pada nilai yang seimbang.
Baru-baru ini Liverpool menang 3-0 dari Bournemouth, tapi dengan kemenangan 6-0 atas Chelsea, City kembali naik ke puncak klasemen.
Walau armada Juergen Klopp punya tabungan satu laga, mereka tetap harus waspada dengan performa luar biasa City saat ini. Terlebih pekan depan Salah dan kolega harus menghadapi Manchester United.
5. Posisi Maurizio Sarri semakin berbahaya
Sarri terduduk lesu di laga vs Man City. Foto: Reuters/Carl Recine
Mengawali musim dengan apik, ‘Sarri-Ball’ sempat membuat Chelsea tak terkalahkan dalam beberapa bulan pertama.
Namun, beberapa pekan belakangan Eden Hazard dan kolega jatuh dan semakin terpuruk. Sebelum tumbang enam gol tanpa balas, Chelsea sempat kalah 4-0 kontra Bournemouth.
ADVERTISEMENT
Kini taktik ‘Sarri-Ball’ semakin dipertanyakan efektivitasnya. Walau kini punya Gonzalo Higuain yang mengatasi tumpulnya Morata dan Giroud, Sarri masih keras kepala dengan peran N’Golo Kante sebagai gelandang serang. Jorginho yang kurang impresif pun tak dicarikan alternatif lain.
Dua minggu lagi, setelah menghadapi Manchester United, Chelsea akan kembali menghadapi City.
Selama itu Sarri mesti mulai mengurangi egonya dan membuat rencana kedua untuk meraih hasil maksimal.
Bila gagal lagi, bukan tak mungkin pelatih asal Italia tersebut akan mengucapkan selamat tinggal kepada publik Stamford Bridge. (bob)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan