kumparan
Bola & Sports5 Januari 2020 16:05

5 Catatan Jelang Laga Liverpool vs Everton di Piala FA 2019/20

Konten kiriman user
Untitled Image
Everton vs Liverpool Foto: Reuters/Carl Recine
Derby Merseyside yang mempertemukan Liverpool dengan Everton bakal jadi sorotan di babak ketiga Piala FA 2019/20. ‘The Reds’ nantinya akan menjamu ‘The Toffees’ di Stadion Anfield, Minggu (5/1/2020) pukul 23.01 WIB.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya Liverpool sempat menang dengan skor 5-2 atas Everton di Premier League. Namun, kali ini situasinya bakal beda dengan kehadiran Carlo Ancelotti. Belum lagi Juergen Klopp cenderung memainkan lapis kedua di ajang Piala FA.
Demi menjaga kebugaran di Premier League dan Liga Champions, Klopp kemungkinan merotasi timnya pada laga nanti. Adrian, Divock Origi, sampai Takumi Minamino kemungkinan besar bakal tampil bersama bintang muda lainnya.
Sementara Everton diprediksi tak akan banyak melakukan perubahan, baik dalam formasi maupun pemilihan pemain. Moise Kean dan Cenk Tosun yang di laga sebelumnya tak main punya kans besar untuk tampil, membantu Dominic Calvert-Lewin di depan.
Meski pekan lalu kalah dari Manchester City di laga tahun baru, Everton dalam motivasi tinggi. Pasalnya, dua dari tiga laga sebelumnya berakhir dengan kemenangan. Permainan Everton yang semakin membaik nantinya bakal merepotkan lini belakang Liverpool.
ADVERTISEMENT
Berangkat dari sana, berikut lima catatan yang bisa disimak jelang laga Derby Merseyside Liverpool menghadapi Everton.

1. Derby Merseyside laga paling sering terjadi di Piala FA

Untitled Image
Everton vs Liverpool (Foto: Carl Recine/Reuters)
Pertemuan Liverpool dan Everton yang bertajuk Derby Merseyside ternyata merupakan yang terbanyak di kompetisi Piala FA.
Sepanjang sejarah, kedua klub asal kota Merseyside tersebut sudah bertemu 24 kali di Piala FA. Adapun ‘The Reds’ menang 11 kali sedangkan ‘The Toffees’ tujuh kali, sisanya imbang.

2. Everton lima kali main di Anfield pada ajang Piala FA

Untitled Image
Derby Merseyside ini kembali jadi milik Liverpool. (Foto: Phil Noble/Reuters)
Merupakan laga yang paling banyak dimainkan, tak mengejutkan bila Everton sudah sering main di Anfield pada ajang Piala FA. Faktanya, laga nanti bakal jadi yang kelima buat Everton main di kandang Liverpool.
ADVERTISEMENT
Dari lima laga tersebut, Everton belum pernah menang, imbang empat kali yang akhirnya membuat pertandingan harus diulang. Adapun Everton terakhir kali ke Anfield di Piala FA yakni musim lalu, dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan Liverpool.

3. Liverpool kalah dua laga beruntun di Piala FA

Untitled Image
Para pemain Liverpool merayakan gol Joel Matip ke gawang Southampton. Foto: REUTERS/Phil Noble
Bakal memainkan laga Piala FA pertama di musim ini, Liverpool membawa catatan buruk. Pasalnya, tercatat Mohamed Salah dan kolega gagal menang di dua laga terakhir Piala FA.
Adapun Liverpool kalah 2-3 dari West Brom pada Januari 2018, sedangkan satu lagi di musim lalu menghadapi Wolverhampton dengan skor 2-1.

4. Everton gugur tiga kali di lima babak ketiga Piala FA

Untitled Image
Pemain-pemain Everton merayakan gol Sigurdsson. Foto: Reuters/Jason Cairnduff
Lima tahun terakhir, tiga kali perjalanan Everton di Piala FA selalu terhenti di babak ketiga. Terakhir, dua musim lalu Gylfi Sigurdsson dan kolega takluk di babak ketiga kontra Liverpool.
ADVERTISEMENT
Padahal, sebelumnya Everton hampir selalu bisa melaju lebih jauh dari babak ketiga. Terhitung dari 16 laga sebelum itu, ‘The Toffees’ hanya tiga kali gagal lolos ke babak empat atau lebih.

5. Rekor bagus Origi bertemu Everton di Anfield

Untitled Image
Para pemain Liverpool rayakan gol menit akhir Divock Origi ke gawang Everton. (Foto: REUTERS/Phil Noble)
Ketika Liverpool bermain di Anfield, Divock Origi selalu membuktikan ketajamannya kala bersua Everton dengan selalu mencetak gol.
Adapun penyerang asal Belgia tersebut sudah mencetak lima gol kontra Everton di empat laga tersebut. Terbaru, Origi mencetak brace ke gawang Everton dalam kemenangan 5-2 Liverpool. (bob)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan