kumparan
12 Des 2018 17:52 WIB

5 Fakta Menarik Usai Liverpool Lolos Fase Grup Liga Champions

Liverpool lolos fase grup Liga Champions.
Liverpool dipastikan lolos dari fase grup Liga Champions, usai tundukkan Napoli pada Rabu dini hari (12/12). Bermain di Anfield, perjalanan ‘The Reds’ nyaris terhenti seandainya Mohamed Salah tak mencetak angka pada menit 34. Tak membalas gol Salah, ‘I Partenopei’ pun terpaksa hengkang ke Liga Europa.
ADVERTISEMENT
Pasca-laga, Jurgen Klopp memuji skuatnya. Klopp mengatakan dirinya “tak bisa lebih bangga lagi," terutama dengan dua pemain kunci Liverpool pada laga tersebut, yaitu Mohamed Salah dan Alisson Becker yang tampil begitu brilian.
Selain mencetak angka, Salah kerap menciptakan situasi berbahaya. Sedangkan Alisson sukses mempertahankan gawangnya tanpa kebobolan dengan melakukan banyak penyelamatan penting, termasuk peluang emas dari Arkadiusz Milik.
Kiper asal Brasil yang didatangkan dari AS Roma dengan mahar 66,8 juta Poundsterling tersebut pun tak lepas dari pujian Klopp. "Jika saya tahu Alisson sebegini bagus, saya akan membayar gajinya dua kali lipat," kata pelatih asal Jerman tersebut.
"Gol yang dicetak Mo Salah memang luar biasa hebat, tapi penyelamatan dari Ali (Allison), saya tak bisa berkata-kata tentang itu. Itu (penyelamatan Alisson) benar-benar penyelamat kehidupan,” puji Klopp.
ADVERTISEMENT
Perjalanan Liverpool di Liga Champions memang pasang surut. Terutama kala melakoni laga tandang, ‘The Reds’ kalah dari tiga klub yang satu grup dengannya, yaitu Napoli, Red Star Belgrade dan Paris Saint Germain. Kontras dengan laga kandang, di Anfield Salah dan kolega sukses menumbangkan ketiganya.
Berangkat dari sana, berikut lima fakta usai Liverpool resmi lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2018/19.
1. Dua musim beruntun lolos fase grup, pertama sejak 2008/2009.
Jurgen Klopp, otak dibalik kesuksesan Liverpool. (Foto: REUTERS)
Seperti yang diketahui sebelumnya, Liverpool sukses lolos ke babak 16 besar Liga Champions musim 2018/19. Kesuksesan tersebut dicapai ‘The Reds’ selama dua musim beruntun, menjadikannya pertama kali sejak satu dekade yang lalu, yaitu musim 2008/09.
ADVERTISEMENT
Kala itu Liverpool jadi juara Grup D dengan mengoleksi enam kemenangan, dua imbang dan satu kalah. ‘The Reds’ lolos bersama Atletico Madrid meninggalkan Olympique Marseille dan PSV Eindhoven. Setahun sebelumnya, musim 2007/08, The Reds lolos sebagai runner-up Grup A, hanya kalah satu poin dari FC Porto.
2. Mohamed Salah mengganas, terlibat dalam 48 gol Liverpool.
Mohamed Salah, andalan Liverpool. (Foto: REUTERS)
Kerap disebut sebagai ‘one season wonder’, Mohamed Salah membungkam kritikan dengan performa fantastis. Penyerang asal Mesir tersebut kini sudah terlibat dalam terciptanya 48 gol Liverpool, dengan catatan 35 gol dan 13 assist.
Hebatnya, capaian tersebut dilakukannya hanya dalam 38 pertandingan bersama ‘The Reds’ di semua kompetisi. Musim ini, Salah mulai kembali pada performa terbaik, sekaligus memberikan sinyal kepada calon lawan untuk menaruh kewaspadaan kepadanya.
ADVERTISEMENT
3. James Milner raja assist di Liga Champions.
James Milner, raja assist Liverpool. (Foto: Dok. Liverpool FC)
Peribahasa tua-tua keladi cocok disematkan kepada James Milner. Gelandang yang bisa menempati banyak posisi, seperti bek sayap sampai penyerang lubang, dirinya selalu punya peran integral bersama Liverpool.
Sejak awal musim lalu, Milner sukses memberi sembilan umpan matang yang berhasil dikonversikan rekannya jadi gol. Tak khayal, pemain asal Inggris tersebut membuat dirinya jadi raja assist di Liga Champions, melebihi pemain-pemain lain.
4. Enam kali tak kebobolan dari delapan laga Liga Champions di Anfield
Alisson Becker yang bermain gemilang kontra Napoli. (Foto: REUTERS)
Keperkasaan Liverpool di kandang terbukti dengan sukses nir bobol enam kali dari delapan laga. ‘The Reds’ kebobolan kala bermain di Anfield kala bersua AS Roma dan Paris Saint Germain. I Giallorossi mencetak dua gol pada laga yang berkesudahan 5-2. PSG pun mencatat dua gol, dari laga dengan skor 3-2.
ADVERTISEMENT
5. Tak terkalahkan di kompetisi Eropa sejak 2014 kala bermain di Anfield
Liverpool menang (lagi) di Anfield. (Foto: REUTERS)
Liverpool membuktikan kalau Stadion Anfield angker buat peserta kompetisi Eropa. Pasalnya, mereka tak terkalahkan dalam 19 laga kandang beruntun. Terakhir kalah di kandang sendiri adalah kala menjamu Real Madrid pada Oktober 2014.
Saat itu Los Blancos membungkam publik Anfield dengan gol Cristiano Ronaldo pada menit ke 23, dan brace Karim Benzema menit ke-30 dan 41. Tiga gol tersebut tak bisa dibalas tuan rumah, mengakhiri laga dengan skor 0-3 tanpa balas.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·