Pencarian populer

5 Pelatih Sementara yang Mampu Memperbaiki Performa Tim

Roberto Di Matteo, Santiago Solari, dan Mario Zagallo.

Seorang pelatih memegang peranan vital dalam sebuah tim sepak bola. Pelatih dalam sepak bola dituntut untuk mengenal individu para pemainnya. Hal ini berkaitan dengan pola permainan yang akan diterapkan di atas lapangan. Jika pelatih tak mampu mengenal masing-masing individu pemainnya, tentu tim akan mudah dikalahkan.

Dalam dunia sepak bola, banyak pelatih ternama yang dikenal dengan racikan taktiknya yang mujarab, sebut saja Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Sir Alex Ferguson, Zinedine Zidane, Pep Guardiola, Diego Simeone, dan masih banyak lagi.

Namun, tak sedikit pula pelatih yang kurang bisa beradaptasi dengan pemainnya untuk menerapkan pola permainan. Biasanya, manajemen klub akan memecat pelatih yang tak kunjung membuahkan hasil bagi tim. Setelah pemecatan tersebut, sering kali manajemen menunjuk seseorang untuk menjadi caretaker atau pelatih sementara.

Berikut adalah daftar lima caretaker yang mampu memperbaiki performa tim.

1. Roberto Di Matteo

Mantan Pelatih Chelsea, Roberto Di Matteo. (AFP/Sascha Schuermann)

Selepas kepergian Carlo Ancelotti pada 2011, Chelsea menunjuk Andre Villas-Boas sebagai pelatih kepala. Di bawah kepemimpinan AVB, performa Chelsea justru malah anjlok. Dari 40 pertandingan, 'Si Biru' hanya mampu meraup 19 kemenangan.

Roman Abramovich selaku pemilik klub pun mendepak AVB. Sebagai penggantinya, Roberto Di Matteo ditunjuk sebagai pelatih sementara. Meskipun berstatus caretaker, Di Matteo justru lebih apik dalam meramu taktik Chelsea. Hasilnya, Chelsea berhasil menjuarai UEFA Champions League pada 2012.

2. Tony Barton

Tony Barton(kiri) saat membawa Aston Villa juara European Cup 1982 mengalahkan Bayern Munchen. (Twitter: @thesackrace)

Kembali ke puluhan tahun silam, ada nama Tony Barton sebagai pelatih sementara Aston Villa selepas kepergian Ron Saunders pada 1982. Ron sendiri mempersembahkan gelar Liga Inggris pertama kalinya bagi Aston Villa sejak 71 tahun.

Namun, Barton punya riwayat yang lebih baik dari Ron. Hanya butuh waktu tiga bulan bagi Tony Barton untuk mempersembahkan gelar Liga Champions pada tahun 1982 dengan mengalahkan Munchen di Babak Final. Saat itu, formatnya masih European Cup bukan UEFA Champions League.

3. Mario Zagallo

Mantan Pelatih Brasil, Mario Zagallo. (Reuters/Sergio Moraes)

Pada 1970, Timnas Brasil punya nama-nama hebat seperti Pele, Jairzinho, dan Carlos Alberto. Namun, Joao Zaldanha yang saat itu menjadi pelatih kepala tidak mampu mengendalikan bakat-bakat yang ada di Tim Samba.

Selepas pemecatan Zaldanha, federasi sepak bola Brasil menunjuk Mario Zagallo sebagai pelatih sementara. Dengan pola permainan yang revolusioner, Zagallo berhasil membawa Pele dan kawan-kawan menjuarai Piala Dunia 1970 di Mexico.

4. Chris Coleman

Chris Coleman memeluk Gareth Bale. (AFP/Mehdi Fedouach)

Karena deretan hasil buruk yang dialami Fulham, Jean Tigana dipecat sebagai pelatih kepala pada April 2003. Sebagai gantinya, manajemen Fulham menunjuk Chris Coleman sebagai pelatih sementara. Karena semangatnya memperbaiki Fulham, Chris Coleman akhirnya mampu menyelamatkan klub asal London tersebut dari degradasi.

Di akhir musim, Coleman ditetapkan sebagai pelatih kepala. Pada musim penuh pertamanya, Coleman berhasil membawa Fulham ke peringkat 9 klasemen Barclays Premier League.

5. Santiago Solari

Santiago Solari saat memimpin Real Madrid pada laga melawan Viktoria Plzen. (Reuters/David W Cerny)

Baru-baru ini mencuat nama pelatih yang jarang didengar. Ia adalah Santiago Solari, pelatih sementara Real Madrid. Performa buruk yang dialami Madrid di bawah asuhan Lopetegui membuat Florentino Perez harus memecat mantan pelatih Timnas Spanyol tersebut. Sebagai pelatih sementara, Solari langsung memperbaiki Los Blancos.

Melilla, Real Valladolid, dan Viktoria Plzen langsung menjadi korban kecerdasan Solari. Meskipun belum mempersembahkan apapun, para pecinta Real Madrid berharap Solari terus mempertahankan Real Madrid di jalur kemenangan. Pada pertandingan melawan Celta Vigo akhir pekan ini, Santiago Solari digadang-gadang akan dipermanenkan jika berhasil menang. (krs)

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60