kumparan
25 Februari 2019 14:02

5 Pemain Bola yang Sempat Menentang Pelatihnya

Kepa dan pemain yang sempat menentang pelatihnya.
Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, menjadi sorotan publik kala timnya bersua Manchester City pada final Piala Liga Inggris, Senin dini hari (25/2). Pada laga tersebut ‘The Blues’ kalah 3-4 pada adu penalti, setelah sebelumnya bermain imbang dengan ‘The Citizens’ pada waktu normal dan babak tambahan.
ADVERTISEMENT
Maurizio Sarri memang menyiapkan Willy Caballero sebagai spesialis adu tos-tosan. Taktik tersebut seperti yang dilakukan Louis van Gaal kala menghadapi Kosta Rika pada Piala Dunia 2014, mengganti Jasper Cillessen dengan Tim Krul pada babak penalti. Namun, alih-alih sukses seperti Van Gaal, Kepa malah menolak digantikan Caballero.
Caballero ketika disiapkan jadi pengganti Kepa. Foto: Reuters/Carl Recine
Alhasil Kepa tetap jadi kiper Chelsea pada babak adu penalti. Walau sukses menghadang sepakan Leroy Sane, Kepa gagal mengantisipasi tendangan Sergio Aguero yang seharusnya bisa dihentikan. Chelsea pun harus melihat City mengangkat trofi Piala Liga Inggris kedua mereka secara beruntun.
Usai laga, Maurizio Sarri angkat bicara soal Kepa. Menurutnya, tindakan tersebut hanya kesalahpahaman.
“Saya mengerti dia (Kepa) kram dan tak mau kiper pergi untuk penalti dalam kondisi tersebut,” kata Sarri dilansir dari situs resmi Chelsea.
ADVERTISEMENT
“Kala itu saya mau Caballero berada di lapangan, dan kiper (Kepa) hanya ingin mengatakan dirinya dalam kondisi baik untuk melakukan penalti, jadi itu adalah sebuah kesalahpahaman besar. Kepa benar walau tindakannya tersebut salah. Secara mental dia sudah benar dan sanggup memainkan laga penalti,” kata pelatih asal Italia tersebut.
Kepa kebobolan di adu penalti. Foto: Reuters/Rebecca Naden
Lewat akun Twitter pribadinya, Kepa juga mengatakan hal senada dengan Sarri. Menurutnya momen tersebut merupakan sebuah kesalahpahaman saja.
“Tak pernah saya punya intensi untuk menentang, atau melakukan tindak seperti itu kepada bos (Sarri),” ungkap Kepa.
Kepa bukan pemain pertama yang membangkang perintah sang manajer. Sebelum penjaga gawang Chelsea itu, setidaknya ada lima pemain yang sempat menuai kontroversi serupa. Berikut kelima nama tersebut.
ADVERTISEMENT
1. Lukasz Fabianski
Fabianski di laga menghadapi Chelsea. (Foto: Reuters/Peter Cziborra)
Pada laga Liga Inggris tahun 2017 lalu, kiper Swansea Lukasz Fabianski tampak kesakitan usai tabrakan dengan Vincent Janssen pada menit ke-81. Paul Clement pun menyiapkan Kristoffer Nordfeldt sebagai kiper pengganti, tapi Fabianski menolaknya. Kiper asal Polandia tersebut mengaku sanggup melanjutkan laga. Alhasil pergantian dibatalkan.
Walau sempat melakukan penyelamatan gemilang terhadap usaha Dele Alli, Fabianski yang kesakitan sambil memegangi rusuknya harus rela kebobolan tiga gol. Sempat unggul lebih dulu dari Wayne Routledge, ‘The Swans’ tunduk 3-1 usai kebobolan oleh Dele Alli (88’), Son Heung Min (90+1’), dan Christian Eriksen (90+4’).
2. Dimitar Berbatov
Dimitar Berbatov saat membela Manchester United. (Foto: ANESH DEBIKY / AFP)
Fans Manchester United tentu ingat dengan nama Dimitar Berbatov. Penyerang asal Bulgaria tersebut sempat jadi andalan lini depan United, terutama musim 2010/11 kala mencetak 20 gol dari 32 penampilan. Namun, walau dianggap sebagai pahlawan oleh ‘Setan Merah’, Berbatov sempat membuat publik Tottenham Hotspur geram.
ADVERTISEMENT
Sebelum berlabuh ke kota Manchester, diketahui Berbatov membela klub asal London Utara tersebut. Pada laga kontra Newcastle Berbatov tak mau masuk lantaran ngambek dengan Martin Jol yang membangkucadangkannya. Setahun kemudian Berbatov kembali berulah menentang keputusan Juande Ramos. Saat itu alasannya dia ingin pindah ke MU.
3. Daniele De Rossi
De Rossi saat membela Timnas Italia. (Foto: GABRIEL BOUYS / AFP)
Seperti yang diketahui, Italia gagal lolos Piala Dunia 2018 lalu, lantaran kalah agregat 1-0 oleh Timnas Swedia pada babak play-off. Kala itu, bermain di San Siro, Gli Azzurri ditahan imbang 0-0. Kapten AS Roma, Daniele De Rossi sempat jadi sorotan kala dirinya menolak masuk kala timnya membutuhkan gol.
Kala itu De Rossi geram dengan keputusan Giampiero Ventura. Menurutnya, memasukkan Lorenzo Insigne yang punya karakter menyerang lebih tepat ketimbang dirinya yang seorang gelandang bertahan. Pasalnya, saat itu timnya tengah membutuhkan gol untuk lolos Piala Dunia. Uniknya, keputusan De Rossi tersebut malah banyak disepakati publik
ADVERTISEMENT
4. Nikola Kalinic
Penyerang Kroasia, Nikola Kalinic. (Foto: NICOLAS TUCAT / AFP)
Usai menolak masuk sebagai pemain pengganti, seketika Nikola Kalinic ditendang dari skuat Timnas Kroasia pada Piala Dunia 2018 lalu. Kala itu Zlatko Dalic mengaku penyerang AC Milan tersebut tak mau main karena tidak fit. Namun, alasan tersebut tak diterima dengan baik oleh sang manajer yang kemudian mendepaknya.
Pasalnya, menurut Dalic, hal tersebut bukan kali pertamanya Kalinic mengaku dirinya tidak fit. Penyerang berusia 31 tahun tersebut sebelumnya juga sempat mengaku dengan alasan serupa. Alhasil, hingga kini Kalinic tak pernah lagi mendapat panggilan oleh Timnas Kroasia, gagal menambah jumlah 41 caps yang telah ia torehkan.
5. Carlos Tevez
Tevez saat berkostum Manchester City. (Foto: Reuters)
Salah satu pemain paling ternama yang sempat menolak arahan juru taktik adalah Carlos Tevez. Penyerang asal Argentina tersebut menolak untuk masuk sebagai pengganti, kala Manchester City ketinggalan 2-0 oleh Bayern Muenchen pada September 2011 lalu. Roberto Mancini pun geram dan sempat mengatakan karier Tevez selesai bersama klub.
ADVERTISEMENT
Video
Namun Tevez mengelak kala dirinya disebut menolak main. Menurutnya hal tersebut adalah salah paham antara dirinya dan Mancini. Walau begitu, selain jabatan kaptennya dicopot, Tevez diasingkan selama empat bulan dari tim utama ‘The Citizens’. Barulah pertengahan Februari 2012 dirinya kembali main usai minta maaf. (bob)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan