kumparan
28 Agu 2019 2:08 WIB

5 Ulasan Usai Inter Milan Menang 4-0 atas Lecce di Serie A 2019/20

Pemain-pemain Inter merayakan gol Antonio Candreva. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo
Inter Milan sukses mengamankan poin penuh pada laga perdananya di Serie A musim 2019/20, usai menggilas tim yang baru promosi Lecce. Bermain di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (27/8) dini hari WIB, ‘I Nerazzurri’ sukses menang dengan skor telak 4-0 atas ‘I Salentini’.
ADVERTISEMENT
Adapun rekrutan anyar Inter, Stefano Sensi dan Romelu Lukaku sama-sama sukses mencetak gol di laga debut. Nama pertama mencetak gol kedua di menit ke-24, sementara nama kedua untuk gol ketiga menit 60. Sedangkan dua gol lainnya datang dari Marcelo Brozovic di menit ke-21, dan Antonio Candreva enam menit jelang waktu normal berakhir.
Kemenangan telak 4-0 praktis membuat skuad arahan Antonio Conte tersebut memuncaki klasemen sementara Serie A. Sebaliknya, buat Lecce yang kebobolan empat gol, tim besutan Fabio Liverani harus rela menempati posisi juru kunci.
Sebelum musim bergulir, Inter Milan memang sudah merencanakan kebangkitan dengan merekrut Antonio Conte. Mendatangkan beberapa bintang muda berbakat seperti Luciano Sensi dan Nicolo Barella, Inter juga menggelontorkan dana besar dengan merekrut bintang asal Belgia Romelu Lukaku.
ADVERTISEMENT
Ambisi besar pun diperlihatkan saudara muda AC Milan tersebut, untuk memutus dominasi sang rival, Juventus, di kompetisi kasta tertinggi Italia. Selepas laga, Antonio Conte menyatakan dirinya bakal fokus untuk menangani Inter. “Saya fokus 300 persen kepada Inter karena saya punya komitmen terhadap tujuan,” sebut Conte.
Meski begitu, beberapa hal dari Inter menurut Conte masih bisa ditingkatkan, di antaranya mengendalikan momentum dan tampil lebih konsisten. “Kami memulai dengan baik dan menciptakan banyak peluang di babak pertama, tapi kemudian berantakan sebelum istirahat dan sedikit terbuka di awal babak kedua, sebelum kembali menguasai laga,” ungkap Conte.
“Saya senang tapi tentu ada beberapa hal yang masih bisa ditingkatkan karena kami hanya meyakinkan dalam beberapa kesempatan. Kami bisa dan harus matang, dalam beberapa kami membiarkan terlena dalam pertandingan ketimbang menguasai laga,” ucap Conte.
ADVERTISEMENT
Hasil positif Inter di pekan pertama jelas jadi langkah awal kebangkitan klub, juga demi memutus dominasi ‘Si Nyonya Tua’. Berangkat dari sana, berikut lima ulasan yang bisa disimak setelah Inter menggilas Lecce di giornata pertama Serie A 2019/20.
1. Absennya Mauro Icardi
Icardi di laga melawan Empoli. Foto: Reuters/Jennifer Lorenzini
Setelah diberi nomor punggung tujuh, mantan kapten yang sempat meraih dua gelar Capocannoniere, Mauro Icardi sempat diduga bakal kembali ke tim utama Inter. Namun, jangankan masuk daftar susunan pemain di laga pertama, penyerang asal Argentina tersebut bahkan tak berada di bangku cadangan.
Absennya Icardi membuat dirinya diragukan masuk rencana Conte. Apalagi semasa pramusim Icardi tak diberi kesempatan main. Masih memungkinkan pindah lantaran bursa transfer belum ditutup, Icardi masih berpeluang dilepas. Apalagi belakangan pernyataan menetapnya Icardi oleh Wanda Nara dibantah Beppe Marotta selaku petinggi klub.
ADVERTISEMENT
2. Lecce mampu bersaing di Serie A
Loading Instagram...
Setelah sebelumnya selama tujuh tahun bermain di Serie B dan sempat dinilai tak akan mampu bersaing dengan klub-klub kasta tertinggi, di laga pertama musim ini Lecce membuktikan mereka bisa memberi kejutan. Sebab, meski kalah dengan skor telak 4-0, Lecce tetap memberi perlawanan yang berarti kepada Inter.
Selain memang pertahanan jadi PR utama buat Lecce, dari segi penyerangan tim besutan Fabio Liverani tersebut sudah cukup untuk beberapa kali membuat Samir Handanovic melakukan penyelamatan. Total 17 tembakan dilepaskan Lecce, tiga di antaranya mengarah ke gawang. Bila bisa lebih efektif, Lecce tentu akan jadi tim yang menyulitkan.
3. Debut Romelu Lukaku
Romelu Lukaku menjalani debut gemilang bersama Inter dengan mencetak satu gol. Foto: Reuters/Daniele Mascolo
Merupakan mantan penyerang Manchester United, karier Lukaku di Liga Inggris cukup sukses dengan mencatatkan 113 gol di 252 penampilan. Namun, sejatinya Lukaku sempat diragukan tampil karena keberatan badan. Meski begitu, ternyata penyerang asal Belgia tersebut malah dipercaya main sejak menit awal untuk memimpin lini depan.
ADVERTISEMENT
Keputusan Antonio Conte tersebut berbuah manis. Meski kesulitan menembus pertahanan di babak pertama, pemain yang didatangkan seharga 80 juta euro tersebut akhirnya sukses mencetak gol di menit ke-60. Selama berkarier, Lukaku memang jarang dimainkan dalam formasi dua penyerang. Namun, laga pertama tersebut memperlihatkan potensi dirinya.
4. Strategi Antonio Conte
Conte is just being Conte. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo
Sejak terakhir kali meraih scudetto di musim 2009/10, tercatat sudah 11 nama mencoba sebagai juru taktik Inter Milan. Namun, dari nama-nama tersebut, tak satupun yang berhasil membuat Inter meraih prestasi yang diharapkan. Salah satu alasannya adalah taktik yang dinilai tidak cocok dengan klub asal kota Milan tersebut.
Kini, Antonio Conte jadi nama ke-12 yang mencoba peruntungan sebagai allenatore Inter pasca Mourinho. Adapun laga pramusim, serta penampilan gemilang di pekan pembuka membuktikan skema 3-5-2 Conte punya potensi untuk membawa Inter kembali bangkit. Namun, tentu semuanya butuh proses yang tidak instan.
ADVERTISEMENT
5. Inter kini layak disebut penantang gelar
Antonio Candreva merayakan gol di laga Lecce melawan Inter Milan. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo
Seperti yang sebelumnya disebutkan, terakhir kali Inter meraih gelar scudetto adalah kala besara Jose Mourinho. Sejak itu, posisi terbaik yang bisa diraih Inter hanyalah sekali sebagai runner-up. Selebihnya, La Beneamata hanya berkutat di posisi antara empat sampai sembilan.
Namun, meski musim 2019/20 baru menjalankan satu pertandingan, selain Napoli jadi tim yang dinilai bakal jadi pesaing ketat Juventus, kini Inter juga mulai diperhitungkan. Bersama Antonio Conte yang punya jam terbang membangkitkan I Bianconeri, bila bisa konsisten bukan mustahil Inter jadi tim kejutan yang memutus dominasi ‘Si Nyonya Tua’. (bob)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
ADVERTISEMENT
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan