Pencarian populer

Kalah Dari Australia U-16, Pekerjaan Rumah yang Harus Dilakukan Timnas U-16

Fakhri Husaini memberikan instruksi kala Timnas U-16 berlaga melawan Australia. (Foto: Adam Aidil Dok. AFC)

Kalah dari Australia U-16 dari Australia, Timnas U-16 sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa. Prestasi yang mereka ukir belakangan ini adalah bukti nyata, ada harapan di sepak bola Indonesia di masa depan. Perjuangan Supriadi dan kawan kawan harus diapresiasi, tak hanya itu, pembinaan yang serius, dan teliti juga harus dilakukan demi berkembangnya teman teman Timnas U-16.

Secara individu, Timnas U-16 memiliki rataan yang sama dengan Australia U-16. namun, secara kolektif, ketenangan, dan kerja sama tim membuktikan Australia memang lebih matang ketimbang Indonesia U-16. meski begitu, setidaknya ada 5 Pekerjaan rumah bagi Indonesia, khususnya Timnas U-16, untuk menjaga harapan Indonesia dimasa yang akan datang.

1.Kerjasama Tim

Timnas U-16 vs India. (Foto: RAVI BAHADUR RANA/AFC)

Dalam membangun sebuah tim, kerjasama adalah harga mati. Meski memiliki skill individu diatas rata-rata disetiap pemainnya, sepak bola tetaplah permainan beregu. Potensi yang dimiliki para pemain Timnas U-16 sesungguhnya sangat luar biasa, namun terlihat pada pertandingan melawan Australia, kurangnya kerjasama antar lini membuat pertahanan Timnas sering kali kedodoran meladeni serangan balik Australia.

Dua gol Australia tercipta dari skema serangan balik yang memanfaatkan lebar lapangan. Gol ketiga Australia juga, memanfaatkan kosongnya lini sebelah kanan pertahanan Indonesia yang ditinggal pemain Full-back nya.

Tentu hal ini tak akan terjadi bila kerjasama antar lini lebih solid dan mengerti satu sama lain. Dalam mode serangan pun, peluang banyak yang terbuang percuma karena tak ada pengertian antara Yudha, Supriadi dan Bagus Khafi.

2.Penguasaan Bola

Jelang laga Timnas Indonesia U-16 vs Timnas Australia U-16. (Foto: Adam Aidil Dok. AFC)

Seperti sudah menjadi pekerjaan rumah di berbagai level Timnas. Penguasaan bola adalah hal yang harus diperhatikan lebih dalam lagi. Tak terkecuali Timnas U-16. terlalu banyak umpan umpan lambung, dan bola bola direct langsung ke depan bukan lah solusi yang baik melawan tim berpostur lebih tinggi dan besar. Sebaliknya, umpan umpan pendek terarah dan dinamis lebih menyulitkan lawan.

Apalagi, Timnas U-16 memiliki beberapa pemain andalan yang dapat bergerak dengan cepat, tentu ini akan menjadi keuntungan tersendiri. Bila terus dibina, dan didik secara serius, tentu hal ini akan teratasi.

3. Ketenangan Pemain

Indonesia menjadi juara Piala AFF U-16 usai menang atas Thailand melalui adu pinalti dengan skor 5-4 (1-1) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (11/8/2018). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Bermain disaksikan ribuan penonton bahkan jutaan pasang mata melalui layar kaca, tentulah menjadi tekanan tersendiri bagi Bagus Khafi dan kawan-kawan. Memang, hal itu bisa juga menjadi semangat para pemain dalam menjalani laga. Tapi beberapa kali, peluang yang sebenarnya mampu di konversikan menjadi gol dapat di ambil dengan mudah oleh barisan pertahanan Australia.

Momen itu terjadi di menit ke-84. kala Yudha Febrian mendapat bola dan melakukan penetrasi. Namun, tembakan Yudha masih meluncur tipis di atas mistar. Lain cerita jika Yudha lebih tenang dan mampu melihat rekan setimnya untuk melakukan satu dua sentuhan sebelum akhirnya diselesaikan dengan sebuah gol.

4. Membangun Tim

Bagus Kahfi melepaskan tembakan saat Timnas U-16 melawan Vietnam. (Foto: Dok. AFC)

Potensi yang dimiliki Timnas U-16 ini adalah cikal bakal kemajuan sepak bola Indonesia di masa depan. Meski tak berhasil lolos untuk mengikuti Piala Dunia U17 namun, pembinaan, dan perhatian penuh harus tetap dilakukan. Jangan sampai kesalahan yang dilakukan Timnas U19 beberapa tahun lalu yang di arsiteki Indra Sjafri terjadi lagi.

Ada baiknya jika tim ini terus dipertahankan sampai level senior, atau setidaknya U-23. ini tentu akan membantu perkembangan para pemain muda Garuda untuk terus berkembang dan mengasah kemampuannya di masa depan.

5. Dukungan Penuh

Banner Suporter Indonesia jelang Timnas U-16 vs Australia, Senin (1/10/2018). (Foto: Haikal Pasya/kumparan)

Prestasi yang telah diraih tim Garuda muda kita, sangatlah membanggakan. Ada baiknya, dukungan penuh juga diberikan oleh pemerintah dan PSSI demi memperbaiki sepak bola Indonesia dimasa yang akan datang. Mengingat, Indonesia sendiri sesungguhnya sedang mengalami krisis sepak bola. Timnas U-16 ini seperti pelita dalam kegelapan, tinggal bagaimana kerjasama beberapa pihak terkait dan kita sebagai bangsa Indonesia untuk menjaga dan mengembangkannya. (drm)

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: