Bola & Sports
·
5 Oktober 2020 15:18

MU Kalah 1-6, Sang Legenda Menahan Tangis saat Live di TV

Konten ini diproduksi oleh Info Bola
MU Kalah 1-6, Sang Legenda Menahan Tangis saat Live di TV (27388)
Manchester United vs Tottenham Hotspur. Foto: Oli Scraff/Reuters
Sungguh malam buruk bagi Manchester United (MU) usai digulung tamunya, Tottenham Hotspur, dengan skor teramat telak 1-6. Kekalahan tersebut menyisakan luka mendalam, tak hanya bagi suporter ‘Setan Merah’, melainkan juga bagi mantan pemainnya yakni Patrice Evra.
ADVERTISEMENT
Evra merupakan pundit dari media olahraga sepakbola asal Inggris, Sky Sports. Kekalahan MU tersebut membuat Evra terlihat emosional ketika klub yang pernah ia bela dilucuti dengan skor besar. Ia terlihat memukul meja pada paruh babak pertama ketika MU ketinggalan 1-4 sembari mengatakan kekecewaannya terhadap permainan skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu.
Evra bahkan tampak begitu emosional ketika menanggapi kekalahan tersebut. Sesekali wajahnya tertunduk lesu, sambil suaranya bergetar menahan sedih bercampur emosi.
"Saya tahu kita harus mempunyai filter ketika berbicara di TV, tetapi ini (kekalahan MU) kacau sekali," ujar Evra yang juga menyatakan ingin mengundurkan diri sebagai pundit di Sky Sports.
Kemarahan Evra begitu besar, ia bahkan menganggap para petinggi klub perlu tamparan keras atas performa buruk MU. Perburuan pemain baru yang lambat plus petinggi klub yang terkesan tak mendukung pembenahan skuat menjadi musababnya.
ADVERTISEMENT
Legenda MU berusia 39 tahun tersebut bahkan berpesan pada jeda babak pertama bahwa sebaiknya para pendukung MU untuk mematikan saja TV mereka. Pasalnya ia menganggap pertandingan tersebut tak ubahnya seperti bencana.
MU Kalah 1-6, Sang Legenda Menahan Tangis saat Live di TV (27389)
Manta penggawa Manchester United, Patrice Evra. Foto: John Sibley Livepic/File Photo
Evra, yang semasa bermainnya berposisi sebagai bek kiri ini, banyak menorehkan prestasi ketika berseragam MU. Bisa dibuktikan dengan beberapa trofi yang berhasil dibawa ke Old Trafford, seperti 5 trofi Premier League, 5 trofi FA Cup, 3 kali Piala Liga Inggris, satu trofi Piala Dunia Antar Klub, dan mengangkat 'Si Kuping Lebar' alias Liga Champions satu kali.