Konten dari Pengguna
Pengaruh ASI terhadap Pola Tidur Bayi
6 Januari 2026 5:54 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Pengaruh ASI terhadap Pola Tidur Bayi
Pola tidur bayi sering dikaitkan degan pemberian ASI. Bagaimana pengaruh ASI terhadap polal tidur bayi?Info Gizi
Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendahuluan
ADVERTISEMENT
Tidur berperan penting dalam tumbuh kembang bayi, mulai dari perkembangan otak hingga regulasi emosi. Namun, kualitas tidur pada bayi yang diberikan ASI dan susu formula dinilai bisa berbeda.
ADVERTISEMENT
Hal ini pun menimbulkan pertanyaan di kalangan orang tua, bagaimana sebenarnya pengaruh ASI terhadap kualitas dan durasi tidur bayi? Simak pembahasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Pola Tidur Bayi dan Perannya bagi Perkembangan
Tidur berfungsi sebagai waktu pemulihan tubuh dan otak bayi. Selama tidur, proses konsolidasi memori dan pertumbuhan fisik berlangsung secara optimal. Oleh karena itu, durasi dan kualitas tidur bayi menjadi aspek penting dalam masa awal kehidupan.
Gangguan tidur seperti durasi tidur yang terlalu singkat atau sering terbangun di malam hari diketahui dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan perilaku anak di kemudian hari. Namun, pola tidur bayi bersifat dinamis dan berubah seiring pertambahan usia.
ASI dan Perbedaan Pola Tidur Bayi
Seperti yang disebutkan, pola tidur bayi yang diberi ASI dan susu formula dinilai berbeda. Bayi yang mendapatkan ASI cenderung lebih sering terbangun pada malam hari, terutama pada bulan-bulan awal kehidupan.
ADVERTISEMENT
Namun, perbedaan ini tidak selalu berarti kualitas tidur yang lebih buruk. Dalam jurnal Association between Breastfeeding and Sleep Patterns in Infants and Preschool Children oleh Nur K. Abdul Jafar dkk., dijelaskan bahwa meskipun bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih sering terbangun di malam hari, durasi tidur mereka justru lebih panjang ibandingkan bayi yang sepenuhnya diberi susu formula.
Durasi Tidur Malam dan Total Tidur
Durasi tidur malam menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas tidur bayi. Penelitian Nur K. Abdul Jafar dkk, menunjukkan bahwa bayi yang disusui secara penuh memiliki durasi tidur malam yang lebih panjang pada usia 6, 9, 12, hingga 24 bulan dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan ASI.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, total waktu tidur yang mencakup tidur siang dan malam juga cenderung lebih lama pada bayi yang menerima ASI, terutama pada tahun pertama kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terbangun lebih sering, akumulasi waktu tidur bayi yang disusui secara langsung tetap lebih besar.
Frekuensi Terbangun di Malam Hari
Bayi yang mendapatkan ASI memang lebih sering terbangun di malam hari dibandingkan bayi yang diberi susu formula. Kondisi ini sering dikaitkan dengan proses pencernaan ASI yang lebih cepat sehingga bayi lebih sering merasa lapar. Meski demikian, durasi terjaga mereka tidak berbeda secara signifikan dibandingkan bayi yang diberi susu formula.
Peran Kandungan ASI terhadap Ritme Tidur
ASI mengandung berbagai komponen biologis yang berperan dalam mengatur ritme tidur bayi. Hormon seperti melatonin dan asam amino seperti triptofan dalam ASI diketahui memiliki peran dalam membantu pembentukan ritme sirkadian bayi.
ADVERTISEMENT
Kandungan ini membantu bayi menyesuaikan siklus tidur dan bangun secara bertahap. Sementara itu, susu formula tidak mengandung komponen biologis yang berubah sesuai waktu siang dan malam, sehingga respons tubuh bayi terhadap tidur bisa berbeda.
Perbedaan Tidur Siang pada Bayi
Berbeda dengan tidur malam, penelitian Nur K. Abdul Jafar dkk tidak menemukan perbedaan signifikan dalam durasi tidur siang antara bayi yang disusui dan bayi yang diberi susu formula. Tidur siang bayi cenderung lebih dipengaruhi oleh usia dan aktivitas harian.
Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh ASI lebih menonjol pada tidur malam dan total durasi tidur, sedangkan pola tidur siang relatif sama, baik pada bayi yang diberi ASI maupun susu formula.
Dampak Jangka Panjang terhadap Pola Tidur Anak
Seiring bertambahnya usia, pola tidur antara bayi yang diberi ASI dan susu eksklusif cenderung sama. Pada usia toddler hingga prasekolah, gangguan tidur malam yang sering dialami bayi yang disusui biasanya mulai berkurang.
ADVERTISEMENT
Penelitian Nur K. Abdul Jafar dkk menyimpulkan bahwa efek ASI terhadap terbangunnya bayi di malam hari bersifat sementara. Sementara itu, manfaat berupa durasi tidur malam dan total tidur yang lebih panjang berpotensi memberikan keuntungan bagi perkembangan jangka panjang anak.
Kesimpulan
ASI memiliki pengaruh yang khas terhadap pola tidur bayi. Meskipun bayi yang disusui secara langsung lebih sering terbangun di malam hari, mereka justru memiliki durasi tidur malam dan total tidur yang lebih panjang dibandingkan bayi yang diberi susu formula.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa sering terbangun tidak selalu berarti tidur yang lebih buruk. Dengan dukungan biologis dari kandungan ASI, pola tidur bayi yang disusui dapat berkembang secara sehat dan berangsur stabil seiring pertambahan usia.
ADVERTISEMENT
(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)
