Konten dari Pengguna

Pengaruh Teknik Penggorengan pada Kandungan Lemak Makanan Tradisional Indonesia

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teknik penggorengan pada ragam jenis jajanan. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teknik penggorengan pada ragam jenis jajanan. Foto: Pexels.

Gorengan menjadi sajian yang lekat dalam kuliner Indonesia, terutama pada makanan tradisional. Banyak orang belum menyadari bahwa teknik penggorengan dapat mengubah kandungan lemak pada makanan secara signifikan. Memahami pengaruh teknik penggorengan sangat penting agar kita bijak menikmati hidangan favorit tanpa berlebihan asupan lemak.

Pendahuluan

Pengolahan makanan dengan cara menggoreng sudah menjadi bagian dari budaya kuliner, khususnya dalam makanan tradisional Indonesia. Ternyata, cara memasak ini punya dampak cukup besar terhadap nilai gizi, khususnya kandungan lemak. Menurut Salwa Maulidia dkk dalam Studi Literatur: Dampak Metode Penggorengan Terhadap Kandungan Gizi Makanan Tradisonal Indonesia, teknik memasak berperan nyata dalam mengatur komposisi gizi di tiap hidangan. Oleh sebab itu, pemilihan metode penggorengan tidak bisa dianggap remeh.

Teknik Penggorengan yang Umum Digunakan

Ada beberapa teknik penggorengan yang biasa diterapkan untuk makanan tradisional di Indonesia. Penggorengan dalam (deep frying) lazim digunakan untuk menghasilkan tekstur renyah dan warna keemasan pada camilan atau lauk. Penggorengan dangkal (shallow frying) memberikan hasil yang tetap gurih namun lebih sedikit minyak, sesuai untuk olahan seperti telur dadar atau tempe goreng tipis. Di sisi lain, teknologi penggorengan tanpa minyak (air frying) mulai banyak digunakan sebagai alternatif lebih sehat. Studi menyebutkan, metode-metode ini digunakan sesuai jenis makanan dan kebutuhan rasa atau tekstur.

Pengaruh Teknik Penggorengan terhadap Kandungan Lemak

Teknik penggorengan berpengaruh langsung pada kadar lemak yang dihasilkan per sajian. Pada deep frying, makanan bisa menyerap minyak dalam jumlah lebih banyak, apalagi bila waktu dan suhu tidak diatur dengan benar. Sementara penggorengan dangkal membuat makanan tetap gurih namun kandungan lemaknya lebih rendah. Air fryer menjadi opsi dengan serapan lemak minimal, karena hanya membutuhkan sedikit minyak atau bahkan tanpa minyak sama sekali. Seperti dijelaskan Salwa Maulidia dkk, semakin lama waktu penggorengan dan semakin tinggi suhu, maka potensi penyerapan lemak juga meningkat.

Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Lemak saat Penggorengan

Jenis bahan makanan sangat menentukan seberapa besar minyak yang terserap. Umumnya, makanan bertekstur berpori, seperti tahu atau bakwan, akan lebih banyak menyerap minyak. Jenis minyak juga berperan: minyak dengan titik asap rendah mudah teroksidasi sehingga berdampak pada kualitas makanan. Selain itu, suhu dan waktu penggorengan harus dikendalikan agar asupan lemak yang masuk ke tubuh tidak berlebihan.

Rekomendasi Mengurangi Kandungan Lemak pada Proses Penggorengan

Beberapa langkah praktis bisa dilakukan untuk menekan kadar lemak makanan goreng. Pilih minyak dengan kualitas baik, misalnya minyak nabati yang kaya lemak tak jenuh. Pastikan suhu penggorengan stabil agar makanan matang sempurna tanpa menyerap minyak terlalu banyak. Setelah digoreng, tiriskan makanan di atas kertas minyak atau tisu hingga minyak berlebih terserap. Teknik finishing seperti memanggang ulang juga bisa membantu mengurangi kandungan minyak pada makanan.

Kesimpulan

Pengaruh teknik penggorengan pada kandungan lemak tidak bisa disepelekan, terutama dalam konsumsi makanan tradisional Indonesia. Memilih metode, minyak, dan waktu penggorengan yang tepat menjadi strategi penting agar asupan lemak tetap terkontrol. Untuk menjaga gaya hidup sehat, menerapkan rekomendasi pengurangan kadar lemak pada proses penggorengan dapat menjadi langkah nyata tanpa meninggalkan hidangan favorit.

(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)