Konten dari Pengguna

Tantangan Menyusui di Lingkungan Kerja Korporat untuk Ibu dan Anak

I

Info Gizi

Kumpulan artikel yang membahas seputar gizi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Gizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tantangan Menyusui di Lingkungan Kerja Korporat. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tantangan Menyusui di Lingkungan Kerja Korporat. Foto: Pexels.

Tantangan menyusui di lingkungan kerja korporat sering ditemui di perusahaan-perusahaan besar. Ibu pekerja dihadapkan pada berbagai hambatan baik dari sisi tempat, waktu, hingga budaya lingkungan kerja. Hal ini bisa memengaruhi kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak secara tidak langsung.

Tantangan Menyusui di Tempat Kerja

Menurut kajian Tantangan Menyusui pada Ibu Pekerja di Indonesia karya Tasya Khariena Akbar dkk, beberapa hambatan utama yang memicu tantangan menyusui di lingkungan kerja korporat adalah minimnya ketersediaan fasilitas laktasi dan kurangnya dukungan dari perusahaan dan rekan kerja, sehingga menentukan keberhasilan upaya menyusui bagi ibu pekerja.

Kurangnya Fasilitas dan Dukungan Perusahaan

Ruang laktasi yang layak masih belum menjadi standar di banyak kantor. Selain itu, sejumlah perusahaan belum memberikan waktu khusus bagi ibu untuk memerah ASI di sela jam kerja.

Waktu Kerja yang Padat dan Tidak Fleksibel

Beban pekerjaan dan jadwal yang tidak ramah menyulitkan ibu pekerja mengatur waktu untuk menyusui atau memerah ASI. Akibatnya, produksi ASI pun bisa terganggu karena waktu menyusui menjadi tidak teratur.

Persepsi Sosial dan Budaya di Lingkungan Korporat

Stigma terhadap ibu menyusui masih muncul di sebagian perusahaan, baik secara terbuka maupun tersirat. Anggapan bahwa menyusui bisa mengganggu produktivitas kadang membuat ibu pekerja merasa tertekan.

Dampak Menyusui di Lingkungan Kerja

Tantangan seputar proses menyusui di kantor berimbas pada kesehatan fisik dan emosional ibu, sekaligus tumbuh kembang anak. Hambatan ini tidak bisa dianggap remeh, sebab risikonya nyata.

Risiko Penurunan Kesehatan Anak dan Ibu

Kurangnya asupan ASI dapat menurunkan daya tahan tubuh bayi, sementara ibu berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat payudara yang penuh dan tidak dikeluarkan secara rutin. Hal ini terjadi saat kesibukan kerja membuat ibu lupa melakukan pumping ASI.

Gangguan Psikologis pada Ibu

Tekanan dari lingkungan kerja dan rasa khawatir bisa menimbulkan stres, bahkan menurunkan kepercayaan diri ibu. Dalam jangka panjang, situasi ini berpotensi memicu masalah psikologis.

Strategi dan Solusi Mengatasi Tantangan Menyusui di Korporat

Berbagai siasat dapat diterapkan perusahaan agar ibu pekerja tetap bisa memenuhi kebutuhan anak tanpa mengorbankan karier. Solusi ini perlu dikolaborasikan bersama para pekerja agar dapat berjalan efektif.

Rekomendasi Kebijakan Perusahaan

Fasilitas utama yang harus disediakan kantor meliputi:

  • Ruang khusus laktasi yang nyaman dan bersih.

  • Penyimpanan ASI yang aman.

  • Waktu istirahat tambahan untuk menyusui atau memerah.

Fleksibilitas jam kerja juga perlu diberlakukan agar ibu dapat menyesuaikan jadwal menyusui sesuai kebutuhan bayi.

Peran Dukungan Sosial dan Rekan Kerja

Dukungan kolega serta atasan sangat membantu proses menyusui di kantor. Lingkungan yang terbuka dan inklusif dapat mendorong ibu merasa lebih nyaman menjalani peran gandanya.

Edukasi dan Penyuluhan untuk Lingkungan Kerja

Penyuluhan bagi karyawan tentang pentingnya menyusui, termasuk hak-hak ibu menyusui, dapat meningkatkan pemahaman di lingkungan perusahaan. Perlakuan adil terhadap ibu menyusui sebaiknya menjadi budaya organisasi.

Kesimpulan

Tantangan menyusui di lingkungan kerja korporat muncul akibat minimnya fasilitas, waktu, dan pemahaman budaya. Solusi efektif memerlukan keterlibatan perusahaan dalam menyediakan ruang laktasi serta penerapan kebijakan fleksibel. Dukungan dari rekan kerja dan edukasi menyeluruh juga menjadi kunci agar hak ibu menyusui pekerja tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kesehatan anak.

(Reviewed by Sari Khairinisa S.Gz)

Baca juga: Tips Persiapan Menyusui untuk Kesehatan Ibu yang Lebih Baik