kumparan
KONTEN PENGGUNA
26 Maret 2020 12:17

Kondisi Paru-Paru Pasien COVID-19 yang Dinyatakan Sembuh

lungs-bronchitis-sick-disease-cold-decade3d -iStock-498528871.jpg
https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/what-to-do-for-bronchitis
Kabar baik sampai saat ini (25/03/2020) total pasien sembuh dari COVID-19 di 168 negara berjumlah 107.247 orang. Jumlah ini harapkan terus bertambah karena upaya penanganan wabah COVID-19 sudah menjadi prioritas di semua belahan dunia saat ini. Beberapa penelitian terhadap pasien yang dinyatakan sembuh juga sudah dilakukan. Terutama pasien yang terkena COVID-19 di bulan Desember 2019 hingga bulan Januari 2020 di wilayah Wuhan, China.
effusion.jpg
http://www.lumen.luc.edu/lumen/MedEd/MEDICINE/PULMONAR/images/effusion.jpg
Pengamatan pasien sembuh yang dilakukan radiologis di dua tempat, yaitu Rumah Sakit Wuhan Jinyintan dan Union Hospital of Tongji Medical College dilakukan metode CT (Computed Tomography) atau scan paru-paru. Pengamatan ini fokus untuk melihat kondisi paru-paru dan perkembangan virus pada pasien yang dinyatakan sembuh sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Pada penelitian ini, pasien dikelompokkan menjadi 4 kelompok, kelompok tanpa gejala atau asimtomatik, kelompok yang melakukan scan 7 hari setelah gejala muncul, kelompok yang melakukan scan 8-14 hari setelah gejala muncul, dan yang terakhir kelompok yang melakukan scan 2-3 minggu setelah gejala muncul. Hasilnya, pada kelompok asimtomatik diketahui bahwa 60% penampakan salah satu paru-paru terlihat tidak normal. Pada kelompok yang melakukan scan 7 hari setelah gejala muncul, tampak 90% dari kedua paru-paru terlihat tidak normal. Pada kelompok yang melakukan scan 8-14 hari maupun 2-3 minggu setelah gejala muncul, terlihat hampir di semua area paru-paru terisi oleh cairan.
Penumpukan cairan di paru-paru seperti ini sering disebut sebagai gejala ARDS (Acute Respiratory Distres Syndrome). Kondisi ini disebabkan karena adanya peradangan yang berlanjut di membran paru-paru dan saluran napas. Jika terus berlanjut ARDS akan menyebabkan sesak napas karena penumpukan karbondioksida di paru-paru terus berlanjut. Selain itu, berdasarkan hasil tes swab, diketahui perkembangan virus mencapai puncaknya pada hari ke-5 dan ke-6 setelah gejala muncul.
causes-shortness-breath_390a391441eaa72b_22319UiaQka9nmWbKVANuQ.jpg
https://www.kauveryhospital.com/blog/k-way-health/difficulty-in-breathing-what-it-could-mean-and-emergency-response/
Berikut hasil penelitian lain terhadap pasien yang sembuh dari COVID-19. Penelitian terhadap 99 pasien covid-19 di Wuhan dari tanggal 1-20 Januari 2019, 17% di antaranya mengalami gejala ARDS. Selanjutnya, penelitian terhadap 41 pasien di Wuhan pada pertengahan Desember 2019 sampai awal Januari 2020, 29% juga mengalami ARDS. Terdapat juga penelitian terhadap 12 pasien yang sembuh dari COVID-19 dan dirawat di Rumah Sakit Hongkong, 3 dari 12 di antaranya mengalami penurunan kapasitas paru-paru sebesar 20%-30% dibandingkan orang normal pada umumnya. Selain itu, berdasarkan pengamatan pasien yang sembuh dari COVID-19 akan lebih cepat terengah-engah saat berjalan cepat.
GettyImages-526245433-640x411.jpg
https://www.health.harvard.edu/blog/simplify-your-workout-with-lap-swimming-2019070117254
Meskipun demikian, pasien yang dinyatakan sembuh masih diperbolehkan dan dinyatakan aman untuk melakukan olahraga secara normal. sebaiknya di sarankan untuk melakukan olahraga seperti berenang yang intensitasnya tidak tinggi dan perlahan dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru.
ADVERTISEMENT

Sumber

http://www.cidrap.umn.edu/news-perspective/2020/02/studies-profile-lung-changes-asymptomatic-covid-19-viral-loads-patient
https://www.businessinsider.sg/coronavirus-survivors-lung-damage-ards-fcim-intensive-care-research-2020-3?amp&r=US&IR=T
https://www.businessinsider.sg/coronavirus-recovery-damage-lung-function-gasping-air-hong-kong-doctors-2020-3?r=US&IR=T
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan