Otomotif
·
7 Juni 2021 21:13
·
waktu baca 3 menit

Begini Cara Menghitung Biaya Balik Nama Mobil Bekas

Konten ini diproduksi oleh Infootomotif
Begini Cara Menghitung Biaya Balik Nama Mobil Bekas (463769)
Ilustrasi dokumen balik nama. (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan)
Ketika Anda memiliki mobil bekas, ada baiknya Anda mengurus persoalan pergantian nama kepemilikan kendaraannya. Ini dilakukan untuk mengganti nama pemilik lamanya kepada nama Anda sebagai pemilik baru. Prosedur pergantian kepemilikan ini disebut dengan balik nama.
ADVERTISEMENT
Mengapa hal ini penting? Sebab memiliki kendaraan dengan nama sendiri akan lebih memudahkan segala urusan terkait kendaraan Anda di waktu yang akan datang.
Misalnya, ketika hendak membayar pajak mobil salah satu syaratnya adalah KTP yang sesuai STNK. Jika tidak balik nama, Anda akan kerepotan meminjam KTP pemilik lama karena identitas pemilik di STNK belum diganti.
Nah, dalam mengurus balik nama mobil, memang ada biaya-biaya yang harus dibayarkan. Biaya yang cukup besar ini terkadang menjadi alasan sebagian orang enggan melakukan proses balik nama.
Ketika mengurus balik nama mobil, ada 4 biaya yang harus Anda lunasi. Biaya balik nama nya sendiri disebut Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).
Selain itu, ada biaya untuk menebus pembuatan dokumen-dokumen baru, antara lain pembuatan STNK baru, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat baru, dan BPKB baru.
ADVERTISEMENT
Lalu, seberapa besar sebenarnya kesemua biaya tersebut? Bagaimana cara menghitungnya?
Simak pembahasannya di bawah ini.

Cara Menghitung Biaya Balik Nama Mobil

Pertama, Anda harus mengetahui berapa biaya BBN-KB untuk mobil Anda. Besaran BBN-KB sendiri berbeda-beda di setiap wilayah.
Di wilayah DKI Jakarta, ketentuan BBN-KB diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2019. Di dalam peraturan daerah itu, besaran BBN-KB diambil dengan persentase 1% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).
Sementara itu, biaya pembuatan dokumen-dokumen baru suatu kendaraan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 76 tahun 2020.
Untuk biaya pembuatan STNK baru kendaraan mobil, Anda harus membayar biaya sebesar Rp 200.000. Kemudian pembuatan TNKB atau pelat baru dikenai biaya Rp 100.000. Sedangkan untuk pembuatan BPKB baru memerlukan biaya sebesar Rp 375.000
ADVERTISEMENT
Nah, berikut ini adalah simulasi cara menghitungnya.
Seperti yang sudah dijelaskan, Anda musti mengetahui BBN-KB nya berdasarkan NJKB. Besaran NJKB untuk Anda warga Jakarta bisa dicek melalui situs https://samsat-pkb.jakarta.go.id/INFO_NJKB
Sebagai contoh, mobil yang akan diganti nama kepemilikannya adalah Toyota Avanza 1300 tipe E produksi tahun 2013. Pada situs Samsat Jakarta itu, NJKB Avanza 2014 adalah Rp 81.000.000
Anda kemudian akan mencari 1% nya, yaitu mengkalikan persentase itu dengan NJKB di atas. Maka hasilnya adalah Rp 810.000.
Biaya BBN-KB tersebut kemudian tinggal ditambahkan dengan biaya pembuatan dokumen-dokumen kendaraan mobil berikut:
  • Penerbitan STNK baru: Rp 200.000
  • Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB): Rp 100.000
  • Penerbitan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB): Rp 375.000
Dengan menambahkan BBN-KB dengan biaya pembuatan ketiga dokumen di atas, maka hasilnya adalah Rp 1.485.000.
ADVERTISEMENT
Perlu diingat bahwa simulasi di atas adalah jika kendaraan Anda dibeli dari daerah yang sama dengan Anda. Jika membelinya dari luar kota, Anda akan dikenakan biaya tambahan yaitu biaya mutasi.
Menurut PP Nomor 76 tahun 2020, biaya mutasi untuk mobil adalah Rp 250.000. Menggunakan contoh di atas, maka total biaya balik nama ditambah mutasi adalah sebesar Rp 1.735.000.
Itulah biaya-biaya yang harus dibayarkan ketika mengurus balik nama mobil beserta cara menghitungnya. Biaya di atas memanglah tidak sedikit, namun tidak ada salahnya mengurus balik nama mobil agar segala urusan terkait kendaraan Anda menjadi lebih mudah. (RAS)