Tarif Tol Kertosono Madiun Berdasarkan Golongan Kendaraannya

Konten dari Pengguna
10 Mei 2022 14:59
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Infootomotif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tarif Tol Kertosono Madiun Berdasarkan Golongan Kendaraannya (267202)
zoom-in-whitePerbesar
Tol Kertosono-Ngawi. Foto: Jasa Marga
Tarif tol Kertosono Madiun mungkin menjadi informasi yang dicari-cari masyarakat pasca libur Lebaran 2022. Pasalnya, jalan tol saat ini tidak hanya diramaikan oleh kendaraan pribadi, melainkan angkutan barang sudah mulai beroperasi kembali. Lantas, berapa tarif tol Kertosono Madiun?
ADVERTISEMENT
Dilansir dari laman resmi Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT), ruas tol Kertosono-Ngawi merupakan bagian dari Tol Trans Jawa yang memiliki panjang mencapai 87 km. Ruas tol Kertosono-Ngawi menghubungkan empat wilayah di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kota Madiun, dan Kabupaten Madiun.
Ruas tol ini memiliki lima gerbang tol, antara lain gerbang tol Kertosono, gerbang tol Madiun, Gerbang tol Caruban, gerbang tol Nganjuk, dan gerbang tol Klitik.
Menurut PT Jasa Marga, ruas tol Kertosono-Ngawi merupakan ruas tol yang rawan kecelakaan. Sebab ruas tol ini menjadi titik lelah pengemudi baik dari arah barat maupun timur. Oleh karena itu, mereka mengimbau agar masyarakat mendapatkan istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan.
Dilansir dari auto200.co.id, jika Anda ingin melakukan perjalanan dari Kertosono menuju Madiun menggunakan ruas tol Kertosono-Ngawi, maka Anda tidak perlu melakukan perjalanan sampai ujung ruas tol Ngawi. Anda dapat keluar melalui gerbang tol Madiun yang berada di KM 602.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, berapakah tarif tol Kertosono-Madiun?

Tarif Tol Kertosono Madiun

Berikut adalah tarif tol Kertosono-Madiun untuk setiap golongan:
Golongan I: Rp 70.000
Golongan II: Rp 105.000
Golongan III: Rp 105.000
Golongan IV: Rp 141.000
Golongan V: Rp 141.000

Tips Fokus saat Mengemudi

Tarif Tol Kertosono Madiun Berdasarkan Golongan Kendaraannya (267203)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengemudi. Foto: Pixabay
Seperti yang sudah disebutkan di atas, ruas tol Kertosono-Ngawi merupakan titik lelah pengemudi dan menjadi salah satu ruas tol yang rawan kecelakaan. Kecelakaan tersebut biasanya terjadi karena kelelahan, kantuk, dan ketidak hati-hatian pengemudi saat berkendara.
Berikut tips fokus saat mengemudi dilansir dari situs nissan.co.id:
1. Menepi Jika Mengantuk
Biasanya pengemudi memaksakan diri untuk tetap melakukan perjalanan saat ngantuk dengan cara mengkonsumsi permen atau kopi. Nyatanya, cara tersebut dapat dibilang efektif, namun tubuh pengemudi akan tetap merasakan kelelahan yang nantinya akan tetap mengakibatkan rasa kantuk. Ngantuk meningkatkan risiko kecelakaan sebanyak empat kali lipat.
ADVERTISEMENT
Cara yang paling efektif untuk mengatasi rasa kantuk adalah dengan menepi dan tidur selama beberapa menit. Karena kehilangan waktu beberapa menit sepadan dibandingkan nilai kerusakan yang dapat terjadi ketika kecelakaan.
2. Batasi Jumlah Penumpang
Dengan banyaknya jumlah penumpang, maka semakin tinggi pula gangguan yang dapat didapatkan dalam kabin mobil. Aktivitas-aktivitas penumpang tersebut tidak bisa Anda kontrol, dan semakin banyak penumpang, semakin kecil fokus pengemudi dalam berkendara. Maka dari itu, Anda dapat membatasi penumpang di mobil agar fokus Anda tidak terganggu
3. Hindari Melakukan Aktivitas Lebih dari Satu
Biasanya pengemudi akan melakukan beberapa aktivitas saat mengemudi, mulai dari mencari lagu di radio, menelepon, hingga makan. Hindari aktivitas-aktivitas tersebut agar Anda fokus dalam mengemudi. Karena sekecil apa pun aktivitas yang Anda lakukan saat mengemudi dapat berakibat fatal.
ADVERTISEMENT
(AA)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020