Konten dari Pengguna

Muhteşem Endonezya 2025 Hadirkan Pesona Budaya Nusantara di Sakarya, Turki

PPI Turki
PPI Turki adalah organisasi pelajar yang berbentuk perhimpunan yang mewadahi seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Turki. PPI Turki berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
4 Desember 2025 14:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Muhteşem Endonezya 2025 Hadirkan Pesona Budaya Nusantara di Sakarya, Turki
Festival Muhteşem Endonezya 2025 di Sakarya yang mengangkat tema 'Story of Dreamland' hadirkan pesona budaya Nusantara di Turki. Menampilkan drama, tari tradisional, dan kolaborasi Batik x Ebru.
PPI Turki
Tulisan dari PPI Turki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Para tamu kehormatan dan seluruh penampil berkumpul di panggung pada penutupan Muhtesem Endonezya, menandai akhir perayaan budaya Indonesia di Universitas Sakarya. — Doc. Caesardi Andhita F.
zoom-in-whitePerbesar
Para tamu kehormatan dan seluruh penampil berkumpul di panggung pada penutupan Muhtesem Endonezya, menandai akhir perayaan budaya Indonesia di Universitas Sakarya. — Doc. Caesardi Andhita F.
ADVERTISEMENT
Sakarya, Turki 𑁋 Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Sakarya kembali menghidupkan semangat budaya Nusantara melalui festival tahunan "Muhteşem Endonezya 2025" yang digelar di Universitas Sakarya pada 28 November 2025. Acara ini menjadi panggung diplomasi budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Indonesia kepada masyarakat internasional.
ADVERTISEMENT
Mengusung tema ‘Story of Dreamland’, festival ini tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, namun juga menegaskan persatuan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau dan beragam etnis. "Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah satu kesatuan yang utuh, meskipun beragam," ujar Reisyaff Fiermy Cantando Abiyu, Ketua Panitia Muhteşem Endonezya 2025.
Menjelang malam puncak, PPI Sakarya menyelenggarakan kegiatan kolaborasi 'Batik x Ebru' pada 25 November 2025, mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Turki untuk mempelajari teknik batik dan seni Ebru, lukisan di atas air khas Turki. Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh pertunjukan tari tradisional, pameran budaya, serta stan pakaian dan kain batik yang dapat dicoba pengunjung.
Para penari laki-laki membawakan fragmen dramatik Kecak, menciptakan atmosfer teatrikal khas Bali. — Doc. Caesardi Andhita F.
Tari Saman tampil memikat dengan formasi duduk berbaris, mencerminkan kekuatan kolektivitas budaya Aceh. — Doc. Caesardi Andhita F.
Malam puncak yang digelar pada 28 November 2025 menarik sekitar 900 pengunjung dari berbagai negara. Registrasi yang dipisah antara pengunjung lokal dan internasional membuat alur acara lebih tertib. Para tamu juga menerima gantungan kunci bermotif batik serta ‘uang mainan’ yang dapat digunakan untuk membeli camilan di area festival.
ADVERTISEMENT
Acara dibuka dengan pembacaan tilawah, dilanjutkan lagu kebangsaan Turki dan Indonesia, serta lantunan angklung yang dimainkan oleh Duta Besar Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama.
Pertunjukan utama malam itu adalah drama kolaboratif ‘Story of Dreamland’, yang dipadukan dengan berbagai tarian tradisional seperti Saman, Silat, Tari Piring, Kecak, dan lainnya.
Wakil Rektor Universitas Sakarya, Özer Köşeoğlu, dalam sambutannya menekankan bahwa budaya merupakan jembatan diplomasi yang kokoh antarbangsa.
Sementara itu, Dubes Rizal menegaskan, “Budaya adalah jembatan sunyi yang mempertemukan bangsa tanpa batas bahasa. Diaspora pelajar adalah motor penggerak diplomasi budaya.”
Pengunjung perempuan dari Turki berfoto bersama tumpeng khas Indonesia, menandai antusiasme masyarakat lokal terhadap kekayaan kuliner Nusantara.
Seorang mahasiswa Turki, Aygül Aladı, memuji keragaman tarian Indonesia dan menyampaikan antusisasmenya untuk kembali menghadiri festival tahun depan.
Festival ditutup dengan parade seluruh penampil diiringi musik tradisional Nusantara. Muhteşem Endonezya 2025 meninggalkan kesan megah sekaligus memperkuat hubungan budaya Indonesia-Turki, serta menjadi upaya berkelanjutan untuk mempromosikan kekayaan Nusantara ke kancah internasional.
ADVERTISEMENT
Penulis: Arini Maghfiroh
Editor: Luthfia Nisrina Rismayanti