Pengertian Toxic Masculinity Lengkap dengan Dampak Negatifnya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Toxic masculinity adalah aturan atau tuntutan yang berlaku dalam masyarakat yang berlaku bagi kaum laki-laki. Dalam toxic masculinity ini, masyarakat menuntut dan menentukan kaum laki-laki dalam bertingkah laku dan juga memberikan standar tertentu untuk menjadi seorang laki-laki seutuhnya.
Adanya toxic masculinity dalam masyarakat membuat berbagai macam dampak negatif khususnya bagi kaum laki-laki. Hal ini tentu berbahaya sehingga perlu segera dihentikan. Pembahasan mengenai pengertian toxic masculinity dan dampak negatifnya dapat dipelajari untuk membantu mengurangi adanya dampak yang merugikan bagi masyarakat.
Pengertian Toxic Masculinity Lengkap dengan Dampak Negatif bagi Laki-Laki
Dalam kehidupan sehari-hari, tak jarang kita mendengar istilah toxic masculinity sebagai salah satu sebutan untuk adanya maskulinitas beracun yang merugikan orang-orang, khusunya bagi kaum laki-laki. Penjelasan mengenai arti toxic masculinity dibahas dalam Good Boys Doing Feminism: Maskulinitas dan Masa Depan Laki-Laki Baru yang ditulis oleh Nur Hasyim (2021: 80).
Dikutip dari dalam buku tersebut bahwa toxic masculinity dapat didefinisikan sebagai konsep maskulinitas yang menekankan aspek kekuatan, dominasi, superioritas, penaklukan, dan karakter lainnya yang diidentikkan dengan laki-laki. Lebih lengkap, pembahasan mengenai toxic masculinity juga dipaparkan dalam buku berjudul Kenapa Harus Perempuan yang disusun oleh Apriliana Soekir (2022: 16).
Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa toxic masculinity yang ada membuat masyarakat beranggapan bahwa kodrat laki-laki adalah menafkahi. Selain itu, adanya toxic masculinity juga membuat masyarakat menuntut kaum laki-laki untuk sukses dan lebih unggul dalam hal apapun termasuk ketimpangan soal memahami perasaan mereka sendiri.
Hal tersebut membuat seorang pria dianggap tidak boleh menangis. Padahal menangis merupakan suatu ekspresi yang lumrah, manusiawi dan menandakan bahwa nurani mereka masih hidup. Ciri-ciri toxic masculinity yang dapat dijumpai dalam lingkungan sekitar antara lain:
Seorang laki-laki cenderung mendominasi dan merasa superior di lingkungannya, khususnya di lingkungan yang lebih banyak perempuan
Cenderung mudah tersulut emosi dan ringan tangan ketika melihat suatu kesalahan.
Menolak jika diminta untuk melakukan pekerjaan tertentu yang dianggap hanya dilakukan perempuan
Menganggap bahwa mengekspresikan perasaan seperti menangis adalah hal yang tidak lumrah bagi laki-laki.
Adanya toxic masculinity memberikan dampak negatif bagi kaum laki-laki. Dampak negatif yang dapat timbul antara lain depresi pada laki-laki yang terus meningkat bahkan hingga kecenderungan untuk bunuh diri pada laki-laki yang mengalami tekanan.
Baca juga: Cara Menghadapi Orang Toxic dengan Bijak
Pemaparan tentang toxic masculinity dapat memperluas pengetahuan Anda. (DAP)
