Konten dari Pengguna

Posesif: Pengertian, Tanda-Tanda, dan Cara Mengatasinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi : Posesif. Sumber : Vera Arsic/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi : Posesif. Sumber : Vera Arsic/Pexels.com

Posesif adalah rasa cemburu berlebihan yang cenderung melarang, membatasi, dan mengatur hidup pasangannya. Perilaku posesif jika tidak segera dihilangkan bisa membawa dampak buruk kepada diri sendiri serta yang paling dirugikan adalah pasangannya.

Lantas, bagaimana tanda-tanda dan cara mengatasinya? Simak pembahasan di bawah ini!

Pengertian Posesif

Ilustrasi : Posesif. Sumber : Keira Burton/Pexels.com

Desy Wee dalam buku berjudul Tegas Membangun Batas menjelaskan bahwa rasa memiliki dalam sebuah hubungan adalah hal yang normal dan rasa ini dibutuhkan untuk menumbuhkan kasih sayang agar bisa memperkuat ikatan.

Namun, ketika rasa memiliki ini terlalu berlebihan bahkan bisa membuat seseorang merasa berhak untuk mengontrol, mengatur, melarang, dan membatasi hidup pasangannya, kondisi inilah yang dikenal sebagai rasa posesif.

Posesif cukup berbeda dengan cemburu maupun protektif. Posesif merupakan rasa cemburu yang berlebihan disertai dengan rasa insecure atau perasaan tidak aman.

Perilaku posesif sering dianggap oleh pelakunya sebagai bentuk rasa kasih sayang dan peduli kepada pasangannya. Namun jelas hal ini tidak benar.

Perilaku posesif bukanlah berasal dari rasa cinta dan sayang, namun karena rasa takut akan rendahnya kepercayaan diri pelaku.

Pelaku posesif pada dasarnya berkeinginan mencoba melimpahkan rasa takut serta kepercayaan dirinya kepada orang lain. Jadi, pelaku tidak lagi merasa sendiri saat menghadapi semua perasaan negatifnya.

Menjalin hubungan dengan pasangan yang posesif bisa membawa pada toxic relationship. Orang yang posesif bisa membuat pasangannya menderita secara fisik juga psikologis, sebab perilaku mereka sudah di luar batas kewajaran.

Tanda-Tanda Perilaku Posesif

Tanda-tanda pasangan yang mempunyai perilaku posesif, yaitu:

  1. Suka mengkritisi hal-hal kecil.

  2. Sering memberikan pujian namun bersyarat.

  3. Senjata utamanya adalah rasa bersalah dari pasangan.

  4. Senang menyepelekan pemikiran pasangan.

  5. Berani secara diam-diam maupun terang-terangan membuka akun media sosial pasangan dan melakukan unfollow, unfriend, maupun memblokir pertemanan tanpa persetujuan pasangan.

  6. Pasangan harus melaporkan semua kegiatan yang dilakukan dengan mengirim foto maupun video call.

Cara Mengatasi Perilaku Posesif

Beberapa cara mengatasi perilaku posesif adalah:

  1. Komunikasikan rasa insecure, rasa kekhawatiran, serta semua yang dicemaskan dalam suatu hubungan. Jadi, pasangan akan saling mengerti dan memahami.

  2. Ketahui dari mana sumber insecurity muncul. Apakah dari masa lalu yang belum selasai dan berujung trauma atau mungkin dari kondisi fisik atau dari lingkungan.

  3. Memberikan apresiasi meski dalam hal kecil kepada pasangan bisa mengurangi rasa insecure pasangan.

  4. Meningkatkan rasa percaya kepada pasangan dengan yakin bahwa pasangan tidak akan menyakitinya.

  5. Fokus memperbaiki diri sendiri dan cobalah berhenti selalu memaksa pasangan mengikuti kemauan diri.

Itulah penjelasan tentang posesif yang perlu diketahui. Semoga membantu! (Ek)