Konten dari Pengguna

Organisasi Bulu Tangkis Indonesia, Ini Sejarah dan Makna yang Sebenarnya

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Logo PBSI (Sumber: PBSI)
zoom-in-whitePerbesar
Logo PBSI (Sumber: PBSI)

Organisasi bulu tangkis Indonesia adalah PBSI atau Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia. Organisasi ini menaungi olahraga bulu tangkis di Indonesia.

PBSI memiliki tujuan untuk mengatur dan mengawasi perkembangan bulu tangkis di Indonesia. Selain itu, PBSI juga memiliki peran penting terhadap pencapaian prestasi atlet bulu tangkis di Indoensia dengan membuat program yang dapat meningkatkan prestasi pemain bulu tangkis Indonesia.

Kemudian, organisasi PBSI juga berperan dalam menciptakan bibit pemain lewat pembinaan dan turnamen yang diselenggarakan di tiap daerah.

Sejarah Organisasi Bulu Tangkis Indonesia adalah

Sejarah Badminton (Sumber: Badminton History)

Sejarah bulu tangkis masuk ke Indonesia adalah sekitar 1930-an. Lalu, Inggris sudah memperkenalkannya terlebih dahulu di negara jajahannya, yaitu Malaysia dan Singapura.

Pada 1933, berdirilah organisasi bulu tangkis Indonesia di Jakarta. Nama induk organisasi bulu tangkis Indonesia adalah Bataviase Badminton Bond dan Bataviase Badminton League.

Keduanya pun bergabung dan membentuk organisasi bulu tangkis di Indonesia. Pada 1934, sejumlah kejuaraan bulu tangkis diadakan di Pulau Jawa, lalu sebagian besar terpusat di Kota Bandung.

Sejarah perkembangan bulu tangkis di Indonesia cukup pesat hingga akhirnya terbentuk organisasi yang menaungi olahraga ini pada 1951, yaitu PBSI.

PBSI terbentuk dalam suatu pertemuan pada 5 Mei 1951 di Bandung. Pertemuan tersebut dicatat sebagai kongres pertama PBSI. Dengan ketua umumnya A. Rochdi Partaatmadja, ketua I Soedirman, Ketua II Tri Tjondrokoesoemo, Sekretaris I Amir, Sekretaris II E. Soemantri, Bendahara I Rachim, dan Bendahara II Liem Soei Liong.

Dengan adanya kepengurusan tingkat pusat itu, maka di tingkat daerah atau Provinsi otomatis menjadi cabang yang berubah menjadi Pengda (Pengurus Daerah). Lal, Pengcab (Pengurus Cabang) adalah nama yang diberikan kepada kepengurusan di tingkat Kotamadya atau Kabupaten.

Hingga akhir Agustus 1977, ada 26 Pengda di seluruh Indonesia (kecuali Provinsi Timor Timur) dan sebanyak 224 Pengcab. Sementara itu, jumlah perkumpulan yang menjadi anggota PBSI diperkirakan ada sebanyak 2.000.

Setelah pembentukan PBSI, kongres pertama PBSI digelar untuk membahas aturan dan arah bulu tangkis di Indonesia. Setelah PBSI berdiri, olahraga ini berkembang pesat di Indonesia. Banyak turnamen tingkat internasional yang diikuti. Para atletnya pun sering membawa gelar juara.

Bahkan, Indonesia menjadi negara yang cukup sering menjuarai kompetisi bergengsi, salah satunya adalah All England. Secara keseluruhan, ada 48 gelar yang dibawa pulang oleh atlet Indonesia dari turnamen tersebut hingga menduduki peringkat keempat dengan gelar terbanyak.

Saat ini, Indonesia masih disegani dalam olahraga bulu tangkis internasional. Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah turnamen bulu tangkis termegah di dunia, yakni HSBC BWF World Tour Finals 2021.

Arti dan Makna dari Lambang PBSI

Lambang PBSI (Sumber: PBSI)

Dikutip dari laman PBSI, berikut ini adalah arti dari lambang PBSI:

1. Terdiri dari 5 warna yang memiliki arti:

  • Kuning: Simbol kejayaan

  • Hijau: Kesejahteraan dan kemakmuran

  • Hitam: Kesetiaan dan kekal

  • Merah: Keberanian

  • Putih: Kejujuran

  • Gambar Kapas: Berjumlah 17 buah, yaitu melambangkan angka keramat (hari proklamasi).

  • Gambar Shuttlecock: Dengan delapan bulu, melambangkan 8 (agustus)

2. Huruf PBSI: terdiri dari empat yang dihubungkan dengan gambar setengah lingkaran sebanyak 5 biji berwarna merah di bawah shuttlecock, kemudian melambangkan tahun 1945.

3. Gambar Padi: sebanyak 51 butir yang melambangkan hari lahirnya PBSI, yaitu 5 Mei 1951.

4. Gambar Perisai: simbol ketahanan, keuletan, rendah diri tapi ulet, kuat dan tekun.

(ANH)