Padepokan Terbesar di Indonesia, Perguruan Setia Hati Terate

Konten dari Pengguna
3 Agustus 2022 7:08
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi pencak silat. Foto: Thao Le Hoang/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pencak silat. Foto: Thao Le Hoang/Unsplash
ADVERTISEMENT
Salah satu padepokan terbesar di Indonesia adalah PSHT. Padepokan ini menjadi salah satu padepokan silat tertua dan terbesar yang dapat ditemui di hampir seluruh wilayah Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sebagai negara asal bela diri pencak silat, Indonesia memiliki banyak perguruan yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Masing-masing perguruan tentunya memiliki aliran yang membedakan satu sama lain. Salah satu perguruan yang banyak dikenal orang sekaligus menjadi yang terbesar di Indonesia adalah PSHT.
Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) merupakan perguruan pencak silat yang berasal dari Madiun, Jawa Timur. Dalam perkembangannya, PSHT menjadi perguruan silat yang sudah tersebar di seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara. Berikut adalah profil lengkap padepokan pencak silat terbesar di Indonesia ini.

Padepokan Terbesar di Indonesia

Puspa Arumsari, anggota PSHT saat bertanding di SEA Games Manila. Foto: PSHT
zoom-in-whitePerbesar
Puspa Arumsari, anggota PSHT saat bertanding di SEA Games Manila. Foto: PSHT
PSHT merupakan salah satu padepokan perguruan terbesar di Indonesia. Perguruan ini didirikan pada 1922 oleh Ki Hajar Hardjo Oetomo. Mulanya, perguruan ini bernama Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC) yang kemudian berubah menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate pada tahun 1951.
ADVERTISEMENT
Dalam sejarahnya, PSHT juga menjadi salah satu perguruan silat yang turut berkontribusi dalam mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada 1948. Hingga saat ini, PSHT masih menjadi perguruan silat yang aktif dalam melahirkan pesilan andal di Tanah Air.
Perkembangan PSHT dari awal pembentukannya hingga saat ini juga telah membuahkan hasil nyata. Hal ini dibuktikan dari banyaknya anggota PSHT yang berjumlah tiga juta orang. Tak hanya itu, perguruan ini juga tersebar di 236 kabupaten/kota yang ada di seluruh wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, PSHT secara keorganisasian juga dapat ditemukan di beberapa negara lain di luar Indonesia. Seperti misalnya di Malaysia, Belanda, Rusia, Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia, dan Perancis.

Ajaran Pencak Silat PSHT

Ilustrasi padepokan terbesar di Indonesia. Foto: PSHT
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi padepokan terbesar di Indonesia. Foto: PSHT
Sebagai perguruan silat terkenal di Indonesia, PSHT tentunya memiliki ciri sendiri yang membedakan dengan perguruan lainnya. Ada beberapa ajaran yang ditanamkan dalam pendidikan PSHT kepada para anggotanya, berikut di antaranya:
ADVERTISEMENT

1. Pendidikan Pencak Silat

Hal utama yang diajarkan dalam PSHT tentunya pendidikan pencak silat sebagai olahraga. Adapun pendidikan olahraga ini meliputi unsur pembelaan diri untuk mempertahankan kehormatan, keselamatan, kebahagiaan, dan kebenaran.
Materi yang diajarkan meliputi pencak silat sebagai ajaran, pencak silat prestasi, dan pencak silat bela diri praktis yang ditujukan untuk profesional.

2. Kerohanian/Budi Luhur

Selain sebagai olahraga, PSHT juga mengajarkan ajaran kerohanian. Ajaran ini ditujukan untuk mengembangkan perpaduan kekuatan pikiran, perasaan, dan tekad kepada para anggotanya.
Selain itu, ada pula ajaran setia hati yang diajarkan kepada para anggotanya. Seperti misalnya upaya mendekatkan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, serta manusia dengan alam semesta. Ajaran tersebut ditinjau dari berbagai aspek budaya maupun agama yang berlaku di masyarakat.
ADVERTISEMENT
Itu dia informasi mengenai padepokan terbesar di Indonesia yang perlu kamu tahu.
(MYP)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020