Bola & Sports
·
21 September 2020 13:41

Takaaki Nakagami Berjongkok Setelah GP Emilia-Romagna, Alasannya Unik

Konten ini diproduksi oleh Info Sport
Takaaki Nakagami Berjongkok Setelah GP Emilia-Romagna, Alasannya Unik (19395)
Pebalap LCR Honda, Takaaki Nakagami. Foto: TOSHIFUMI KITAMURA / AFP
MotoGP musim 2020 kembali mengalami hal yang tak biasa. Kali ini, pelakunya adalah Takaaki Nakagami.
ADVERTISEMENT
Nakagami melakukan hal tersebut seusai balapan MotoGP seri Emilia-Romagna di sirkuit Misano pada Minggu (20/9). Usai balapan, pebalap tim LCR Honda tersebut menepi di salah satu pinggir trek, lalu menyandarkan motornya.
Nakagami lalu berjongkok menghadap salah satu dinding pembatas sirkuit Misano dan melakukan sebuah ritual.Ternyata, ia mencoba untuk mengenang kompatriotnya, Shoya Tomizawa.
Hal unik ini akhirnya diunggah oleh akun Twitter resmi MotoGP. Tentu saja, tanggapan para warganet pun cukup heboh mengenai hal ini.
Tim Suzuki Ecstar ikut menghormati keputusan Nakagami ini. Pasalnya, mereka juga bermarkas di Jepang.
Shoya Tomizawa sendiri merupakan pebalap Moto2 asal Jepang yang tewas tahun 2010 silam di sirkuit Misano. Sebetulnya, pada balapan tersebut Tomizawa mengalami low side crash yang tidak berdampak fatal.
ADVERTISEMENT
Masalahnya, tubuh Tomizawa berada di tengah racing line sehingga ia dihantam motor dari Alex de Angelis dan Scott Redding yang tak bisa menghindar. Akibatnya, ia mengalami pendarahan hebat dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Sayang, nyawa Tomizawa tak tertolong dan ia harus tewas di usianya yang ke-19. Berita mengenai kematiannya sendiri baru dikonfirmasi setelah balapan kelas MotoGP berakhir.
Sebagai penghormatan, tidak ada tradisi semprot sampanye setelah balapan dan bendera peraih podium semuanya dikibarkan setengah tiang. Nomor 48 milik Tomizawa sendiri akhirnya dipensiunkan oleh MotoGP untuk semua kelas.
Nakagami sendiri di GP Emilia-Romagna berhasil finis keenam, di depan Alex Marquez dan Andrea Dovizioso. Sejauh ini, ia masih jadi pebalap terbaik Honda di musim 2020.
ADVERTISEMENT
Dengan hasil ini, pebalap 28 tahun tersebut masih bertengger di peringkat 7 klasemen sementara Ia tertinggal 21 poin dibawah Dovizioso yang masih berada di puncak.
Well, bicara soal cara unik untuk hormati senior di dunia balap.