kumparan
16 Mar 2019 15:16 WIB

Cerita Petani di Dompu yang Usir Hama Pakai Bantuan Dukun

Jagung yang Tampak Tidak Tumbuh Subur karena Diserang Hama. Foto: Info Dompu
Gangguan hama babi hutan dan monyet terhadap tanaman padi maupun jagung membuat petani di Kecamatan Pajo resah. Mereka menempuh berbagai cara untuk menghalau kedua hama pengganggu tersebut.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya sekadar melakukan hal-hal yang lazim dan kasat mata tetapi juga menggunakan kekuatan supranatural melalui jasa orang-orang ‘pintar’. Salah satunya dengan pembacaan mantra tertentu oleh dukun.
Gangguan hama ini biasanya dialami petani yang memiliki ladang maupun sawah di pinggir hutan. Hama babi maupun monyet mengganggu tanaman mereka baik sejak awal menabur benih hingga saat tanaman mulai berbulir.
Seperti dilakukan Ibrahim (27) petani di Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Petani yang sekaligus berprofesi sebagai guru sukarela ini terpaksa meminta bantuan orang pintar di desanya untuk mengantisipasi gangguan hama. Saat awal menanam padi di sawahnya ia memanggil dukun untuk menghalau gangguan hama monyet.
Tanaman Jagung Warga Dompu. Foto: Info Dompu
Caranya, kata dia, adalah sebelum memulai menanam, dukun berkeliling ke seluruh areal sambil membacakan mantra tertentu. Setelah dinyatakan selesai dan dukun pulang barulah para pekerja memulai proses penanaman.
ADVERTISEMENT
Tak hanya Ibrahim, Haji Nor juga menggunakan jasa dukun. Sawahnya yang berbatasan dengan hutan di So (kawasan) Laworo, Desa Tembalae, sering kali mendapat gangguan monyet. Biji-biji padi yang baru ditanam biasanya dimakan oleh monyet atau babi. Begitu pula ketika padi mulai berbulir muda. Tak mau kecolongan, saat menanam pada bulan November lalu ia memutuskan meminta bantuan dukun.
“Hasilnya lumayan efektif. Monyet-monyet tidak lagi mengganggu tanaman saya seperti tahun lalu,” ujarnya saat ditemui Info Dompu di saungnya Rabu (13/3).
Kini tanaman padinya hampir mau dipanen. Gangguan monyet maupun babi saat tanaman berbuah muda juga relatif berkurang. Sebelumnya para petani melakukan beberapa cara untuk menghalau gangguan hama tersebut, seperti memperkuat kayu-kayu pagar, melapisi pagar dengan kawat, membentangkan plastik, membunyikan petasan hingga menyemprotkan aroma tertentu.
ADVERTISEMENT
-
Penulis: Ilyas Yasin
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan