Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kesadaran untuk Pengelolaan Obyek Wisata Pantai Oi Hodo

Info Dompuverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesan menjaga kebersihan di Pantai Oi Hodo. Foto: Teguh Ardiansyah
zoom-in-whitePerbesar
Pesan menjaga kebersihan di Pantai Oi Hodo. Foto: Teguh Ardiansyah

Info Dompu - Pantai Oi Hodo di lereng Gunung Tambora yang berlokasi di wilayah perbatasan Kecamatan Kempo-Pekat merupakan salah satu destinasi wisata bagi masyarakat Dompu, NTB.

Selain menjadi lokasi persinggahan untuk masyarakat yang menuju dan dari dua wilayah tersebut, terdapat wahana alam yang bisa dinikmati di tempat ini. Terdapat pantai berpasir hitam, view laut nan indah, juga mata air (mada oi) Hodo yang berada langsung di pinggir pantai dengan debitnya yang sangat besar hingga membentuk kolam yang tidak terlalu dalam. Juga terdapat landscape yang cantik, yang dibatasi oleh beton penahan ombak serta sedikit daratan yang di atasnya ditumbuhi oleh beberapa pohon ketapang. Pepohonan ketapang memberikan naungan dan peneduh bagi pengunjung, terdapat juga beberapa unit berugak dan sebuah bangunan mushola.

Kawasan Pantai Oi Hodo kini ditetapkan menjadi salah satu Geosite Tambora oleh Balai Taman Nasional Gunung Tambora. Pesona mata air hodo memiliki daya magis bagi pengunjung yang berdatangan terutama yang dari Dompu ke Pekat atau sebaliknya. Pilihan yang menarik adalah ketika selesai mandi menikmati air laut di pantai, selanjutnya bisa langsung "nyebur" untuk bilas badan di mata air Hodo yang jernih, bening dan bersih, tentunya dengan air yang sangat dingin dan sejuk.

Pemandangan Pantai Pasir Hitam. Foto: Teguh Ardiansyah

Fungsi lain dari mata air Hodo dan kolam kecilnya, selain sebagai kolam alami pemandian, mata air ini menjadi sumber bersih bagi masyarakat yang tinggal di dekat kawasan, para petani serta peternak di sekitar kawasan Doroncanga.

Namun, terdapat pemandangan yang sangat membuat miris pada kawasan ini. Terdapat banyak sampah yang berserakan dan mengotori kawasan ini yang berimbas pada terganggunya keindahan dan kebersihan obyek wisata strategis ini. Selain daun ketapang yang berguguran, sampah plastik, kertas, gelas dan botol plastik serta botol kaca mendominasi. Sebagian besar sampah tersebut yang sangat sulit untuk diurai oleh alam.

Kebiasaan pengunjung yang suka membuang sampah sembarangan menjadi salah satu persoalan. Juga tempat sampah di kawasan ini yang masih minim bahkan beberapa ada yang kondisinya sudah rusak, juga permasalahan karena letak lokasi yang masih jauh untuk dijangkau dengan kendaraan pengangkut sampah dari Dinas Lingkuhan Hidup dan Kehutanan.

Sampah di Mata Air Hodo. Foto: Teguh Ardiansyah

Dengan persoalan sampah yang ada di Pantai Oi Hodo ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, swasta juga masyarakat antara lain adalah:

  • Pertama, perlu adanya Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang harus mengelola kawasan ini, termasuk bertanggung jawab terhadap kebersihan. Juga bisa membuka kerjasama dengan Bank Sampah terdekat atau Pengepul untuk sampah plastik berupa gelas dan botol plastik. Dimana Pokdarwis bisa melakukan pengumpulan secara berkala dan menampungnya dalam wadah berupa karung atau wadah lainnya.

  • Kedua, sarana penampung sampah (tempat sampah) perlu diadakan dan diletakkan di lokasi yang paling banyak menjadi tempat masyarakat membuang sampah dan tidak mengganggu keindahan. Dengan jenis tempat sampah yang bisa bertahan lama berbahan dari plat besi sangat tidak direkomendasikan karena akan cepat berkorosi oleh percikan air laut, media plastik atau fiber serta bangunan dari semen sangat dianjurkan untuk mencegah sampah tidak berceceran.

  • Ketiga, perlu adanya sosialisasi secara intensif dengan metode yang tepat (pendekatan humanis dan pemberian contoh) dan melibatkan semua pihak adalah langkah bijak, termasuk melalui keberadaan Pokdarwis dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) pemerhati lingkungan.

  • Keempat, sistem penganggaran yang tepat dari Pemerintah Daerah, efektif dan berkelanjutan untuk pengelolaan kawasan.

  • Kelima, penataan dan pengelolaan kawasan dengan melibatkan pihak swasta, misalnya melalui program CSR (Corporate social responsibility) terutama untuk penataan dan wahana pendukung untuk kawasan tersebut.

Jika sampah sudah bisa dikurangi dan ditangani melalui beberapa langkah di atas, maka obyek wisata Pantai Oi Hodo ini akan menjadi wisata unggulan Kabupaten Dompu karena terkoneksi dengan keberadaan obyek wisata unggulan lainnya seperti savana Doroncanga, Sarae Nduha, Gunung Tambora, Mata Air Rao serta Pulau Satonda.

-

Dheen Syafrudin