kumparan
12 September 2019 18:20

5 Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap

Satgas Karhutla Kobar menyemprot ke dalam tanah gambut yang terbakar. (Foto: Ario Tanoto)
InfoPBUN - Kabut asap seperti halnya yang terjadi di Kalimantan dan Riau, dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan, lingkungan, dan kelestarian hayati. Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat mau pun sakit.  
ADVERTISEMENT
Berikut 5 penyakit yang diakibatkan oleh kabut asap seperti dilansir dari depkes.go.id: 
1. ISPA
Infeksi saluran pernafasan atas Penyakit ini memiliki nama lain yaitu ISPA. Sebenarnya ISPA disebabkan oleh infeksi virus dan bukan karena kabut asap. Namun, polusi yang parah ditambah dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh dapat menimbulkan terjadinya ISPA. ISPA juga terjadi karena kemampuan paru-paru dan saluran pernapasan dalam mengatasi infeksi berkurang, dengan begitu dapat menyebabkan infeks. Selama ini, ISPA lebih banyak menjangkiti anak-anak dan kaum lansia. 
2. Asma 
Penyakit ini terkenal dengan penyakit genetik. Namun, asma juga dapat disebabkan oleh buruknya kualitas udara. Kabut asap yang saat ini merajalela membawa partikel berukuran kecil yang masuk melalui saluran pernafasan dan menyebabkan gangguan layaknya asap rokok. Penduduk yang mengidap asma, terutama anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap ancaman kabut asap. Baca juga: Diselimuti Kabut Asap, Ini 5 Cara Lindungi Diri dari Bahaya Polusi Udara 
ADVERTISEMENT
3. Penyakit paru obstruktif kronik 
Nama lain penyakit ini adalah PPOK, penyakit ini merupakan gabungan penyakit pernafasan semisal bronkitis. Menurut Yayasan Paru-paru Kanada, kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dapat berakibat fatal bagi penderita PPOK karena dapat mengurangi atau memperburuk kinerja paru-paru. Bila penderita penyakit ini terpapar kabut asap dalam waktu yang lama, dapat meningkatkan risiko kematiannya. 
4. Jantung
Penyakit jantung Perlu diketahui, kabut asap membawa partikel mini bernama PM2.5 yang cara masuknya dapat melalui saluran pernafasan. Sebuah studi dari California Environmental Protection Agency pada tahun 2014 lalu telah membuktikan, pasien yang terpapar kabut asap dalam waktu lama, menggandakan risiko terkena serangan jantung ataupun stroke. 
5. Iritasi
ADVERTISEMENT
Iritasi Dalam bentuk yang paling ringan, terkena kabut asap dapat menimbulkan iritasi pada mata, tenggorokan, hidung dan menyebabkan sakit kepala atau alergi. Asosiasi Paru-paru Kanada mengingatkan, bahwa masker wajah tidak dapat melindungi tubuh dari paparan partikel ekstra kecil yang dibawa oleh kabut asap. Dari situs yang sama, dijelaskan pula rekomendasi tentang Kesehatan Anak akibat Bencana Kabut Asap. Tetap di dalam ruangan dengan jendela dan pintu tertutup. Tutup tiap ada akses ke luar ruangan. Kurangi aktivitas di luar rumah. Hindari aktivitas di dalam rumah yang menambah kontaminasi seperti merokok atau menyedot debu. Gunakan masker dan alat pelindung lainnya seperti sarung tangan, baju lengan panjang, dan celana panjang. Cuci buah dan sayur sebelum dimakan. Ganti masker bila sudah kotor (masker yang kotor ditandai dengan perubahan warna masker atau saat bernapas melalui masker menjadi bertambah sulit). Sediakan obat-obatan penting di rumah. Mempersiapkan tempat-tempat umum seperti sekolah, aula, gedung olah raga, hotel, musholla/masjid, kantor, gedung serba guna, dan lainnya untuk dijadikan penampungan berudara bersih. (Fiyya)
ADVERTISEMENT
 
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan