kumparan
13 Jun 2019 14:16 WIB

Banjir Melanda Dua Kelurahan dan Satu Desa di Kumai

Sungai Jayau Meluap, Ketinggian Mencapai Sekitar 70 CM, Diperkirakan Terus Meninggi

Luapan Sungai Jayau di RT.02 Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar. (Foto: Joko Hardyono)
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Hujan dengan curah cukup tinggi melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa hari terakhir. Akibatnya sungai Jayau yang membelah di perbatasan Desa Sungai Kapitan, Kelurahan Kumai Hilir dan Kelurahan Candi meluap dan membanjiri puluhan rumah warga sejak Rabu (12/6) malam.
ADVERTISEMENT
Fatmawati warga RT.02 Kelurahan Kumai Hilir menuturkan, baru pertama kali ini Sungai Jayau meluap dan membanjiri rumah warga sekitar bantaran Sungai, sebelumnya belum pernah terjadi banjir semacam ini. "Sejak hujan terus beberapa hari terakhir, air mulai naik sejak Rabu (12/6) malam dan tinggi sekitar 70 cm, dan beberapa rumah warga mulai terendam banjir," ujar Fatmawati, Kamis (13/6) saat dijumpai di ruangannya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kobar Ahlani Maskur menyampaikan, kekhawatiran warga Kumai adalah saat musim barat yang terjadi pada bulan Oktober mendatang. Pasalnya saat ini memasuki musim angin timur yang masih merupakan musim kemarau.
"Kita khawatirkan saat angin musim barat, dampaknya lebih besar lagi, karena curah hujan lebih tinggi," tandasnya.
ADVERTISEMENT
Kasi Trantib Kecamatan Kumai Dody Iskandar mengatakan, ada sekitar 50 an rumah warga yang terdampak banjir di Desa Sungai Kapitan, Kelurahan Kumai Hilir dan Kelurahan Candi. Ketinggian air bervariasi hingga 70 cm, dan beberapa rumah warga mulai terendam banjir.
"Status belum siaga, warga belum mau diungsikan, dan bahan pokok masih cukup, karena itu kita belum mendirikan posko," tuturnya.
Menurut Dody, luapan Sungai Jayau akan terus meninggi apabila beberapa hari terakhir ini hujan dengan curah tinggi terus mengguyur Kecamatan Kumai. "Kita masih melakukan pendataan rumah warga yang terdampak, ada juga warga yang sakit tapi enggan diungsikan, karena perkiraan mereka air akan cepat turun," pungkasnya. (Joko Hardyono)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan