News
·
19 Mei 2021 13:54

Bawa Jenazah, Mobil Ambulans di Bartim Terlibat Tabrakan dengan Mobil Escudo

Konten ini diproduksi oleh InfoPBUN
Bawa Jenazah, Mobil Ambulans di Bartim Terlibat Tabrakan dengan Mobil Escudo (454090)
searchPerbesar
Mobil ambulans milik Masjid Hidayatullah Pandan Arum Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalsel usai kecelakaan.
TAMIANG LAYANG- Mobil ambulans yang membawa jenazah dari Murung Pudak menuju Ampah, Barito Timur terlibat kecelakaan di Desa Jaar, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (19/5).
ADVERTISEMENT
Ambulans milik Masjid Hidayatullah Pandan Arum Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalsel itu terlibat tabrakan dengan mobil Escudo yang datang dari arah berlawanan.
Sopir ambulans bernama Sukran menerangkan bahwa dirinya membawa jenazah menuju ampah dengan kecepatan 60 Km per jam. Dalam perjalanan itu, pria yang sudah 25 tahun sopir mobil ambulans itu sudah membunyikan sirene dan lampu rotari.
"Kecepatannya sedang saja karena saya membawa jenazah, beda kalau saya membawa orang dalam kondisi kritis dan harus menyelamatkan nyawanya pasti saya ngebut. Saya juga membunyikan sirene dan menyalakan lampu rotari," terang Sukran.
Sukran mengatakan sesampainya di TKP dirinya menyalip mobil putih yang parkir di pinggir jalan. Saat itu muncul mobil Escudo dari arah berlawanan, sehingga terjadilah tabrakan.
ADVERTISEMENT
"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu," terangnya.
"Tapi tadi sudah kita selesaikan secara baik-baik, pemilik mobil Escudo juga mau bantu perbaiki kerusakan ambulans. Jadi, kita selesaikan secara kekeluargaan saja karena kita sama-sama tidak menginginkan kecelakaan ini," jelasnya.
Sementara itu, pemilik mobil Escudo, Risnadi mengaku saat kecelakaan dirinya dalam perjalanan dari Ampah menuju Amuntai Kebupaten Hulu Sungai Utara.
"Saat itu di depan ambulans ada rintangan tiga buah mobil, yang namanya ambulans kan selalu ingin mendahului. Ketika dia mendahului tiga buah mobil itu saya sudah masuk jadi tidak bisa dihindari lagi tabrakan," terang Risnadi.
Menurutnya, jika dirinya menghindari ambulans, maka pasti akan menabrak deretan mobil yang dihindari ambulans.
"Tapi syukurlah tidak ada korban jiwa sekalipun mobil harus ditarik ke bengkel," kata Risnadi.
ADVERTISEMENT
Atas adanya kejadian itu, pengantaran jenasah dilanjutkan dengan bantuan ambulans dari Masjid Jami Utsman bin Affan Desa Matabu.