Homoseksual Sumbang 15,6 Persen Kasus HIV/AIDS di Kobar

Konten Media Partner
14 November 2022 12:45
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala Dinas Kesehatan Kobar Achmad Rois usai mengikuti rapat koordinasi penanggulangan AIDS di kantor bupati setempat. Foto: Lukman Hakim/InfoPBUN
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Kesehatan Kobar Achmad Rois usai mengikuti rapat koordinasi penanggulangan AIDS di kantor bupati setempat. Foto: Lukman Hakim/InfoPBUN
ADVERTISEMENT
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, masih mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2019 ditemukan 79 kasus, sementara di tahun 2022 meningkat jadi 144 kasus.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Barat (Kobar) Achmad Rois, Senin (14/11), menyampaikan pihaknya telah melakukan pendataan terkait persentase kasus HIV berdasarkan kelompok risiko.
Hasilnya, kelompok lelaki sesama lelaki menyumbang 15,6 persen, ibu hamil 16,6 persen, waria 6,3 persen, wanita pekerja seks komersial 3,1 persen, WBP 6,3 persen dan masyarakat umum 53,1 persen
"Di fase awal epidemi kelompok-kelompok itu menonjol seperti PSK, waria, LSL (Lelaki Suka Lelaki), tetapi semakin ke sini sudah menyebar ke masyarakat umum. Jumlah LSL 15 persen dari total kasus," ungkap Rois.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Achmad Rois menjelaskan homoseksual termasuk perilaku menyimpang. Meski begitu, penyebaran HIV/AIDS tidak hanya melalui hubungan seksual sesama jenis, tetapi juga bisa melalui faktor lain.
"Itu faktor risiko masalah kesehatan. Itu tidak sehat. Sehat itu kan sehat fisik, sehat mental, sehat sosial dan produktif. Kalo sudah punya perilaku itu berarti punya perilaku gak sehat," terang dia.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, pemerintah menargetkan pada tahun 2030 sudah tidak ada lagi kasus baru HIV/AIDS, meniadakan kematian yang disebabkan AIDS dan meniadakan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS.
"Tujuan bersama secara nasional menghentikan epidemi AIDS pada tahun 2030," imbuh dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020