News
·
11 April 2021 16:40

Kades Malawaken, Barito Utara, Benarkan Banyak Tambang Pasir Ilegal di Desanya

Konten ini diproduksi oleh InfoPBUN
Kades Malawaken, Barito Utara, Benarkan Banyak Tambang Pasir Ilegal di Desanya (485490)
Lokasi pertambangan pasir dan juga diduga tambang emas di Desa Malawaken.
MUARA TEWEH- Kepala Desa Malawaken, Fahrudin, membenarkan adanya tambang pasir ilegal di Desanya. Hal ini disampaikannya saat dihubungi oleh awak media ini, Kamis (7/4).
ADVERTISEMENT
"Ya itu serba salah juga. Kalau bicara izin mana ada yang pakai izin. Yang punya izin hanya satu aja yang dikelolah oleh mertuanya anggota Dewan," ujarnya via telepon.
Usai membenarkan adanya tambang pasir ilegal di tempatnya, Fahrudin mengatakan dirinya serba salah karena banyak masyarakatnya yang menggantungkan hidupnya dari pertambangan tersebut.
"Jadi gini ya, kita itu serba salah. Namanya dengan masyarakat yang mau mencari makan kan. Gimana ya," tuturnya.
Berkaitan dengan ilegalitas dari sejumlah tambang di Malawaken, Kades secara terbuka sudah menyampaikan dengan sejumlah lembaga.
"Kepada sejumlah lembaga pun saya sampaikan begitu. Kita ini mau berbuat apa," tuturnya tanpa menjelaskan lembaga apapun.
Keberadaan tambang tersebut menurut Kades rata-rata dimiliki oleh warga setempat. Akan tetapi terdapat 2 tambang yang dimiliki oleh orang dari luar Desa Malawaken.
ADVERTISEMENT
"Kebanyakan yang punya itu masyarakat Desa Malawaken. Hanya ada 2 yang dari luar yakni dari Muara Teweh. Akan tetapi pekerjanya tetap berasal dari Malawaken," ujar Kades.
Lebih jauh Kades menerangkan bahwa mayoritas masyarakatnya yang berdomisili di RT 3 dan 4 bekerja di pertambangan pasir tersebut. Sementara itu, sebagian warga yang perempuan bekerja sebagai penyadap karet.
"Kalau yang di RT 3 dan 4 itu rata-rata cari makan dari tambang pasir itu. Ada yang untuk angkut pasir dan juga yang ikut nambang. Sedangkan perempuan ya menyadap karet," tuturnya.
Berdasarkan pantaun awak media sejak tanggal 6 hingga 7 April terlihat sejumlah tambang pasir dan emas yang mengapiti jalan umum dan juga pemukiman. Jarak dari jalan umum dan pemukiman ke lokasi tambang tak jauh. Genangan air berwarna kuning mengalir di dua sungai yang berada di tengah kampung. Air berwana kuning yang diduga limbah tambang tersebut mengalir jauh hingga ke Sungai Barito.
ADVERTISEMENT
Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa terdapat dua orang warga Desa Malawaken yang mengeluh terkait limbah tambang pasir dan juga emas yang menggenangi sumur bor dan juga masuk ke dalam tempat penampungan karet. Keluhan ini juga dibenarkan oleh Kades setempat. Bahkan Kades sendiri mengakui bahwa dampak dari limbah tersebut terjadi pada banyak masyarakat lainnya termasuk dirinya.