Kasus Corona di Kalteng Meningkat, Gubernur: Pintu Masuk Harus Diperketat

Konten Media Partner
7 Februari 2022 20:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kasus Corona di Kalteng Meningkat, Gubernur: Pintu Masuk Harus Diperketat (256067)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran.
ADVERTISEMENT
PALANGKA RAYA-Sejak Januari hingga Februari 2022, kasus positif corona di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan yang signifikant. Atas dasar itu, Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran meminta agar pintu masuk di Kalteng untuk diperketat.
ADVERTISEMENT
"Pintu masuk yang dimaksud itu seperti bandara, pelabuhan, terminal dan pos perbatasan. Itu harus ketat mendeteksi corona," ujar Sugianto, Senin (7/2).
Selain memperketat pintu masuk Kalteng, politisi PDIP itu juga mengeluarkan Surat Edaran nomor 443.1/07/Satgas COVID tanggal 4 Februari 2022 tentang Peningkatan Penanganan Corona di Wilayah Prov. Kalteng yang ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se-Kalteng.
Dalam surat edaran Gubernur, diminta kepada Bupati/Wali Kota, pertama yakni meningkatkan upaya penanganan COVID-19 di Kalteng dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Pertama. Mempercepat pencairan anggaran penanganan COVID-19, termasuk anggaran untuk pelaksanaan PPKM sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020.
Kedua, Mengaktifkan optimalisasi fungsi Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di masing-masing lingkungan, baik pada tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desa serta Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW).
ADVERTISEMENT
Tiga. Memerintahkan Camat, Kepala Desa dan Lurah se-Provinsi Kalimantan Tengah meningkatkan upaya sosialisasi dan pengawasan kewajiban menerapkan protokol kesehatan 5M secara masif. Selain itu, membuat poster-poster protokol kesehatan dan ditempelkan pada fasilitas-fasilitas umum.
Empat. Meningkatkan deteksi COVID-19 untuk pelaku perjalanan dari Pulau Jawa dengan cara melakukan tes acak di pintu-pintu kedatangan (bandara/pelabuhan/terminal/pos perbatasan).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Lima Mengintensifkan pelaksanaan operasi yustisi penegakan hukum dan pendisiplinan protokol kesehatan.
Enam. Melakukan penguatan terhadap 3T (testing, tracing dan treatment) sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah sehingga deteksi penyebaran dan penanganan COVID-19 di dalam masyarakat semakin cepat dilakukan.
Tujuh. Menambah penyediaan tempat tidur pada rumah-rumah sakit yang menangani COVID-19 dengan BOR (Bed Occupancy Ratio) di atas 50%.
ADVERTISEMENT
Delapan. Meningkatkan ketersediaan obat-obatan, vitamin, oksigen, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk perawatan pasien di rumah-rumah sakit dan isolasi mandiri.
Sembilan. Menyediakan tempat isolasi terpusat pada masing-masing wilayah sebagai tempat perawatan terhadap masyarakat yang terpapar COVID-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala.
Sepuluh. Meningkatkan Peraturan Kepala Daerah menjadi Peraturan Daerah yang mengatur Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, diminta kepada Bupati dan Wali Kota untuk mempercepat Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Wilayah Prov. Kalteng dengan langkah-langkah sebagai berikut diantaranya mempercepat pencairan dan penggunaan anggaran pelaksanaan vaksinasi COVID-19.
Surat Edaran ini berlaku efektif sejak tanggal 7 Februari 2022 selama 21 hari dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020