News
·
8 April 2021 13:16

Kelas Klinik Bisnis: UMKM Harus Punya Branding dan Kemasan Menarik

Konten ini diproduksi oleh InfoPBUN
Kelas Klinik Bisnis: UMKM Harus Punya Branding dan Kemasan Menarik (115921)
searchPerbesar
Kelas klinik bisnis yang diikuti oleh para pelaku UMKM secara virtual. (FOTO: Kelas Klinik Bisnis)
PALANGKA RAYA- Kelas Klinik Bisnis terus berjuang memajukan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan berbagai materi yang menarik dan berguna. Kali ini para pelaku UMKM dibekali terkait pentingnya branding dan desain kemasan untuk produk UMKM.
ADVERTISEMENT
Dalam kegiatan yang digelar secara virtual tersebut Nia Nurdiansyah selaku narasumber menerangkan pentingnya branding di tengah kontestasi antar pelaku UMKM. Pegiat UMKM dari Semarang ini mengungkapkan bahwa UMKM mengambil porsi besar dalam menyumbangkan produk domestik bruto sebuah negara.
“Ada 64 juta pegiat UMKM angka ini mencapai 99,9 persen dari seluruh usaha yang beroperasi di Indonesia, maka dari itu UMKM kawan-kawan perlu memiliki perbedaan dan keunikan tersendiri,” tegas Relawan Kominfo TIK ini, Selasa (6/4).
Wanita juga merupakan Facilitator Women Will Semarang ini menerangkan pentingnya para pegiat umkm untuk menyadari nilai atau karakter dari produk yang diperjualbelikan. Karakter yang dibangun berhubungan erat branding yang akan menjadi identitas produk jualan.
“Dengan adanya karakter sebagai identitas, kita mengenali keunikan daripada produk yang kita jual untuk kemudian menetukan branding yang cocok untuk sebuah produk”, jelasnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Nia ada beberapa kriteria yang dilakukan dalam menentukan branding dalam sebuah produk pembeda dan presepsi yang hendak dikenali.
“Di sisi lain, penting untuk mengenali target pasar dari produk yang dijual dengan mempertimbangkan faktor keamnaan, estetika, nilai ekonomi dan ergoomis maupun bahasa komunikasi dan promosi," terangnya.
Masih berkaitan dengan branding, Koordinator Divisi PSDM, Robbi Guntara menjelaskan branding mengambil peranan penting bagi pegiat UMKM.
“Tentu, bila saya atau kita membeli produk jualan, kemasan adalah hal pertama yang kita lihat, ekspresi kemasan memberikan daya tarik bagi kita untuk membelinya atau tidak," jelas Alumni FISIP Universitas Palangka Raya.
Pada kesempatan yang berbeda, Humas Klinik Bisnis Meliyanti mengungkapkan dalam menjaring pangsa pasar dan konsumen memang sudah selayaknya para pelaku usaha lebih memahami strategi dalam menentukan kemasan sebuah produk mereka.
ADVERTISEMENT
“Kemasan sebuah produk yang baik, menimbulkan efek ketertarikan bagi konsumen, kemasan pun menjadi reputasi dari sebuah produk dengan karakter yang dibangun," ungkap Mahasiswa IAIN Palangka Raya.
Selaras dengan hal ini, CEO Klinik Bisnis Monica Putri Rasyid menuturkan kondisi saat ini adalah kesempatan untuk berjuang lebih keras dan bertindak lebih kreatif.
“My Rule, is always reflect, analyze, create strategy and execute, melalui Kelas Klinik Bisnis ayo bersama kita berjuang dan mengambil tindakan," tegas alumni Bond University ini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020