Kisah Satu Keluarga Asal Kotawaringin Barat Terpapar Corona

Konten Media Partner
14 Desember 2020 20:04
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical

Pia, ayah, ibu, dan sang adik harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya usai terpapar Corona.

Ilustrasi. Foto: IST
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: IST
ADVERTISEMENT
Tidak pernah terlintas bagi Pia, ayah, ibu dan sang adik yang akhirnya dinyatakan terpapar COVID-19 setelah memerima hasil swabnya. Pia yang berforfesi sebagai guru Tk ini pada tanggal 5 Desember melakukan swab pertama setelah salah satu keluarganya dinyatakan positif COVID-19.
ADVERTISEMENT
Siapapun pasti tidak menginginkan virus ini ada dalam tubuh kita, nyatanya sudah berusaha mengikuti protokol kesehatan tertular juga. Entahlah mungkin memang sudah waktunya untuk istirahat dari urusan diluar sana karena harus isolasi mandiri di rumah.
Pia tak sendirian ada bapak yang lebih dulu terpapar COVID-19, ibu dan juga sang adik juga dinyatakan positif COVID-19. Mereka semua wajib melakukan isolasi mandiri dirumah, ini tentu menjadi hal yang sulit bagi mereka, bagaimana jika seandainya kebutuhan dapur habis, atau hal lainnya yang harus mereka penuhi? sekali lagi mereka tidak hidup sendirian, ada saudara dan kawan-kawan yang punya empati, bergiliran mengantarkan asupan gizi, sayur mayur hingga beras memberikan doa dan semangat agar segera pulih.
ADVERTISEMENT
Secara tidak langsung Pia tidak bisa lagi beraktifitas dengan bebas, sudah 2 minggu ini ia dan keluarga menjalankan isolasi mandiri sembari menunggu swab selanjutnya, swab akan berhenti dilakukan jika dinyatakan negatif. Sudah meminum obat mulai dr multivitamin hingga obat dari dokter demi mematikan virus tersebut.
"Swab menjadi hal yang menakutkan bagi saya, bukan hasilnya," ujar Pia. Tidak banyak hal yang bisa dilakukan selama isolasi mandiri, selain mensugesti diri untuk yakin sembuh, hingga menikmati makanan yang tersedia di rumah bagi orang sakit makanan yang biasa saja menjadi istimewa, karena mereka harus menjaga imun agar segera membaik.
Sesekali Pia membagikan kisahnya di media sosial bagaimana rasanya terpapar COVID-19 tidak banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengedukasi orang-orang di luar sana yang tidak percaya akan virus ini. Berjemur setiap pukul sembilan pagi seolah-olah menjadi rutinitas, selain minum obat, makanan yang bergizi berjemur tidak kalah penting.
ADVERTISEMENT
Ia dan keluarga sebelumnya memang mengalami gejala. Demam adalah gejala yang dirasakan Pia dan keluarga, yang pada akhirnya semua terekena penyakit yang sama.
"Mungkin semua akan Corona pada waktunya, tinggal seleksi alam saja,"papar Pia. Faktanya, siapa yang kuat imun akan bertahan, jikat tidak kuat akan terpapar dan menikmati masa-masa isolasi entah dirumah atau dirumah sakit.
Pia juga mengeluhkan banyaknya orang-orang di luar sana yang cuek, menganggap remeh virus mematikan ini, setiap hari jumlah positif selalu naik drastis, tapi masyarakatnya santai-santai saja. Memang betul ini virus bukan penyakit tapi yang harus diingat adalah 2 hal diatas sama-sama mematikan. Kini, Pia dan keluarga berjuang untuk segera sembuh, dan menantikan jadwal untuk kembali swab evaluasi.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020