Pencarian populer

Melihat Perjuangan Tenaga Kesehatan PKM Aruta demi Bisa Layani Warga

Tenaga Kesehatan PKM Aruta mendorong mobil TGC Dinas Kesehatan di Desa Gandis, Kecamatan Arut Utara. (Foto: Mahfud Alaydrus)

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Tak sedikit wilayah di Indonesia yang masih terkendala infrastruktur, tak terkecuali di Kalimantan Tengah. Pada sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (12/6), tenaga kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), tampak harus mendorong sendiri mobil yang mereka tumpangi demi bisa sampai di tujuan.

Mobil Isuzu Elf bertuliskan Tim Gerak Cepat (TGC) itu terjebak di jalan rusak berlumpur konsorsium menuju Desa Gandis, tempat para tenaga kesehatan tersebut hendak melakukan Posyandu Keliling (Posling). Mulai dari analis, bidan, hingga perawat, dibantu warga mendorong mobil mini bus tersebut agar dapat kembali berjalan.

PKM Aruta memang rutin melakukan Posling ke desa-desa setiap bulannya. Pelayanan mereka berupa imunisasi anak, konseling kesehatan ibu dan anak, serta pemeriksaan kesehatan dan konseling lansia.

Penanggung jawab Upaya Kesehatan Masyarakat PKM Aruta, Agung Purwanto, menuturkan ada sekitar tiga titik jalan yang rusak selama perjalanan mereka dari Kelurahan Pangkut menuju Desa Gandis.

"Yang pertama jalan konsorsium dulu sebelahnya itu jembatan rusak, dibuat jembatan baru, karena ditimbun tanah belum padat jadi mulai rusak karena sering hujan akhir-akhir ini," ujar Agung kepada InfoPBUN, Rabu (12/6).

Tenaga Kesehatan PKM Aruta. (Foto: Mahfud Alaydrus)

Agung meneruskan, akibat terjebak jalan rusak tersebut, pelayanan Posling menjadi terhambat. Banyak masyarakat Desa Gandis yang telah menunggu Posling, tetapi akhirnya mereka pulang ke rumahnya masing-masing, usai mobil yang membawa tenaga kesehatan kunjung datang karena terjebak lumpur.

"Ketika kami datang, ada masyarakat yang masih bertahan menunggu dan ada masyarakat yang sudah pulang kembali lagi, itulah menjadi hambatan kami, jadi tidak sesuai jadwal," tandasnya.

Agung melanjutkan, akibat jalan rusak, mereka jadi harus menempuh perjalanan selama dua jam. Mereka berangkat mulai pukul 08.30 WIB dan baru tiba di Desa Gandis pukul 10.30 WIB. Padahal, jika cuaca normal dan kondisi tanahnya kering, mereka hanya butuh waktu 1 jam untuk mencapai lokasi.

"Kalau bisa segera ada perbaikan untuk jalan ke desa-desa, agar pelayanan tidak terhambat," pungkasnya. (Joko Hardyono)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57