Nasib Petani Sawit di Ujung Tanduk, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Konten Media Partner
15 Juli 2022 20:56
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Anggota DPRD Kobar Sutiayana, saat diwawancari terkait sawit. (FOTO : DANANG)
zoom-in-whitePerbesar
Anggota DPRD Kobar Sutiayana, saat diwawancari terkait sawit. (FOTO : DANANG)
ADVERTISEMENT
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT-Nasib petani sawit kini diujung tanduk, pasalnya harga tandan buah segar (TBS) sawit terus merosot ditambah saat ini harga BBM dan bahan pokok melonjak. Jika kondisinya terus seperti saat ini, maka tidak lama lagi akan banyak petani sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat yang bangkrut.
ADVERTISEMENT
Untuk itu pemerintah daerah diminta untuk lebih peka dan memperhatikan kondisi petani dengan melakukan upaya yang ada, meski persoalan ini adalah terkait kebijakan pemerintah pusat. Mengingat sebagian besar di Kobar ini banyak masyarakat yang menggantungkan ekonominya dari kebun sawit.
Anggota DPRD Kobar, Sutiayana mengungkapkan memang pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak soal turunnya harga sawit dan itu kebijakan berada di pemerintah pusat, namun Pemda tetap harus berbuat dan mendorong masalah tersebut agar kebijakan pemerintah pusat bisa dievaluasi.
"Saya sangat khawatir jika kondisi seperti ini terus, akan terjadi gejolak di masyarakat petani sawit. Pasalnya harga BBM dan bahan pokok sekarang melambung. Maka Pemerintah Daerah sendiri harus mendorong dan berbuat apa pun, untuk mempengaruhi pemerintah pusat agar kebijakannya dievaluasi kembali," kata Sutiyana. Jumat, (15/07).
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Politisi Partai Golkar tersebut menilai, untuk saat ini gejolak di petani belum terlalu tampak. Akan tetapi, jika dua sampai tiga bulan ke depan masih seperti ini, maka kondisinya sangat mengkhawatirkan.
"Kalau saat ini, petani sawit masih ada cadangan saldo atau simpanan dari hasil penjualan TBS saat harga tinggi kemarin. Tapi jika terus begini, nasib petani sawit diujung tanduk. Sebab ketika BBM naik, mala jasa transportasi buah ke PKS naik, secara otomatis harga beli TBS terjun," ungkapnya.
Merosotnya harga TBS akan berdampak ke mana-mana, termasuk penjual pupuk. Petani otomatis tidak mampu beli pupuk dengan harga TBS yang anjlok. Nasib penjual pupuk pun terancam bangkrut.
"Jadi dampaknya akan luas, ketika daya beli masyarakat turun karena merosotnya ekonomi," bebernya.
ADVERTISEMENT
Saat ini, harga TBS petani paling bagus diangkat Rp 700 per Kg, tetapi banyak yang di bawah harga itu. Semoga, persoalan ini terus disuarakan dan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020