News
·
21 Oktober 2020 17:10

Penipuan dengan Modus Barang Antik, Seorang Perempuan di Sampit Rugi Rp 181 Juta

Konten ini diproduksi oleh InfoPBUN

Kapolres: Para Pelaku Melakukan Penipuan Secara Komplotan dan Juga Dilakukan di Palangka Raya

Penipuan dengan Modus Barang Antik, Seorang Perempuan di Sampit Rugi Rp 181 Juta (505177)
Kapolres Kotim Abdoel Harris Jakin didampingi Kasat Reskrim saat rilis kasus penipuan dengan modus barang antik di Mapolres Kotim.
SAMPIT-Seorang perempuan berinisial RN(57)di Sampit ditipu oleh 5 pelaku dengan modus penjualan barang antik jenis piring Marawen dan mahkota kerajaan. Kerugian dari aksi komplotan penipu tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
ADVERTISEMENT
Penipuan bermula ketika dua tersangka inisial R dan A mendatangi rumah korban dengan tujuan menitip barang antik tersebut. Kepada korban yang merupakan kolektor barang antik, kedua tersangka mengatakan bahwa barang tersebut bernilai tinggi jika dijual.
"Setelah dititip, tiba-tiba tiga tersangka lainnya yang merupakan rekan R dan A menelpon korban untuk membeli barang tersebut dengan harga Rp 5 Miliar. Tiga tersangka itu inisial M, MS dan G yang saat ini masih berstatus buronan," ujar Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, Rabu (20/10).
Sebelum barang tersebut dibeli, komplotan penipu ini meminta korban untuk menalangi uang untuk ritual barang antik tersebut. Jumlahnya sebesar Rp 181 Juta lebih.
"Korban yang merasa tergiur akhirnya mengirimkan uang sesuai dengan yang diminta oleh para tersangka. Akan tetapi setelah beberapa lama kemudian ketiga tersangka tersebut sudah tidak dapat dihubungi lagi," terang Jakin.
ADVERTISEMENT
Merasa keberatan dan menyadari bahwa dirinya ditipu, korban langsung melaporkan ke Polres Kotim.
"Setelah terima laporan, kita langsung tangkap 2 tersangka yang awal menitipkan barang antik tersebut. Keduanya berinisial R dan A merupakan warga Kotawaringin Timur dan warga Palangka Raya," ujar Kapolres.
"Untuk tiga orang tersangka lainnya masih dikejar, baik oleh Satreskrim Polres Kotim maupun oleh Ditreskrimum Polda Kalteng. Karena kasus serupa juga terjadi di Palangka Raya dengan pelaku yang sama," tambah Kapolres.
Dari hasil pengembangan sementara, dua tersangka mengakui jika barang antik tersebut dibeli dari Banjarmasin dengan harga yang sangat murah. Piring Marawen dibeli seharga Rp 100 ribu, sedangkan mahkota kerajaan dibeli dengan harga Rp 1 juta.
"Untuk uang hasil penipuan ini dibagi diantara mereka dengan jumlah yang tidak sama. Ada yang terima Rp 12 juta dan ada yang Rp 21 juta," terangnya.
ADVERTISEMENT